Erupsi dan Gempa

Semeru dan Gunung Ibu Erupsi, Gempa M 4,7 Guncang Waingapu

Ano Bano
9
×

Semeru dan Gunung Ibu Erupsi, Gempa M 4,7 Guncang Waingapu

Sebarkan artikel ini
Semeru dan Gunung Ibu Erupsi
Semeru dan Gunung Ibu Erupsi

JAKARTA, 9 OKTOBER 2026 – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Jawa Timur dan Gunung Ibu di Maluku Utara kembali menjadi perhatian pada Jumat (9/10/2026). Laporan pemantauan mencatat 37 gempa letusan Semeru dan 110 gempa erupsi Gunung Ibu. Pada hari yang sama, gempa bermagnitudo 4,7 mengguncang wilayah utara Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.

Aktivitas Erupsi Gunung Semeru dan Gunung Ibu

Berdasarkan laporan aktivitas gunung api yang dihimpun dari MAGMA Indonesia, kedua gunung tersebut menunjukkan aktivitas kegempaan yang perlu diwaspadai masyarakat di sekitar kawasan rawan bencana.

Gunung Semeru berada pada Level III atau Siaga, sedangkan Gunung Ibu berada pada Level II atau Waspada. Masyarakat dan wisatawan diminta mematuhi rekomendasi keselamatan serta tidak memasuki kawasan berbahaya yang telah ditetapkan petugas.

Gunung Semeru Catat 37 Gempa Letusan

Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Jumat dini hari.

Laporan pemantauan yang dipublikasikan pada 9 Oktober 2026 mencatat 37 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 12–23 milimeter dan durasi 92–143 detik pada periode pengamatan yang tercantum dalam laporan.

Selain gempa letusan, tercatat satu kali gempa hembusan dengan amplitudo 7 milimeter dan durasi 52 detik serta satu kali gempa harmonik dengan amplitudo 11 milimeter dan durasi 114 detik.

Dalam laporan kejadian erupsi pada pukul 01.47 WIB, tinggi kolom letusan tidak teramati secara visual. Aktivitas tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 25 milimeter dan durasi 113 detik.

Status Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga.

Radius Bahaya Gunung Semeru

Masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Di luar jarak tersebut, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena kawasan itu berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga sejauh 17 kilometer dari puncak.

Masyarakat, pendaki, dan wisatawan perlu mengikuti informasi resmi dari petugas pengamatan gunung api serta tidak memasuki zona yang telah dinyatakan berbahaya.

Gunung Ibu Catat 110 Gempa Erupsi

Aktivitas vulkanik juga terpantau di Gunung Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara.

Laporan pengamatan pada Jumat, 9 Oktober 2026, mencatat 110 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 15–28 milimeter dan durasi 31–78 detik selama periode pengamatan yang dilaporkan.

Selain itu, tercatat tiga kali gempa hembusan dengan amplitudo 6–10 milimeter dan durasi 40–43 detik. Pengamatan juga merekam 10 kali gempa harmonik dengan amplitudo 4–15 milimeter dan durasi 41–73 detik.

Gunung Ibu berada pada Level II atau Waspada. Dalam laporan erupsi pada pukul 08.39 WIT, visual letusan tidak teramati. Aktivitas tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi 47,38 detik.

Imbauan untuk Masyarakat di Sekitar Gunung Ibu

Masyarakat di sekitar Gunung Ibu serta pengunjung dan wisatawan diminta tidak beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif.

Larangan juga berlaku pada perluasan sektoral sejauh 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara.

Warga diharapkan terus memantau perkembangan aktivitas gunung api melalui kanal informasi resmi MAGMA Indonesia dan mengikuti arahan petugas setempat.

Gempa M 4,7 Guncang Waingapu, Sumba Timur

Di luar aktivitas vulkanik, gempa bumi tektonik bermagnitudo 4,7 mengguncang wilayah utara Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat dini hari.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 01.06.02 WIB.

Pusat gempa berada di laut, sekitar 39 kilometer di utara Waingapu, pada koordinat 9,31 derajat Lintang Selatan dan 120,21 derajat Bujur Timur. Gempa tersebut memiliki kedalaman 59 kilometer.

BMKG mencatat guncangan dirasakan dengan intensitas III MMI di Kabupaten Sumba Timur.

Skala III MMI menunjukkan getaran dirasakan nyata di dalam rumah. Getaran umumnya terasa seperti ada kendaraan berat yang melintas, meskipun tingkat pengalaman setiap orang dapat berbeda bergantung pada kondisi bangunan dan lokasi.

Informasi yang tersedia dalam laporan gempa tersebut belum memberikan dasar untuk memastikan ada atau tidaknya kerusakan bangunan di seluruh wilayah terdampak. Karena itu, kondisi lapangan tetap perlu merujuk pada pembaruan resmi dari pihak berwenang.

Masyarakat Diminta Memantau Informasi Resmi

Aktivitas erupsi Semeru dan Gunung Ibu serta gempa bumi di wilayah Waingapu menjadi pengingat pentingnya pemantauan informasi kebencanaan secara berkala.

Masyarakat yang tinggal di sekitar gunung api perlu mematuhi radius larangan dan rekomendasi sektoral yang ditetapkan petugas. Warga di daerah yang merasakan gempa juga dapat memeriksa kondisi bangunan serta melaporkan kerusakan atau dampak yang ditemukan kepada pihak berwenang.

Informasi terbaru mengenai aktivitas gunung api dapat dipantau melalui MAGMA Indonesia dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Sementara itu, perkembangan gempa bumi dapat diperiksa melalui kanal resmi BMKG.

WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif :  Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.

Diterbitkan pertama kali oleh Ano Bano Jam 13:14 Tanggal 09 Oktober 2026 di Warta Bela Negara - WBN.

DARI REDAKSI

Kegiatan jurnalistik mengacu pada UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, Berbadan Hukum : Pasal 1 angka 2, Pasal 9 ayat (2) , termasuk Pasal 4 ayat (3) kemerdekaan pers, Pasal 6 peranan pers, dan Pasal 8 perlindungan wartawan menjalankan tugas dan Peraturan Dewan Pers No. 5/Peraturan-DP/IV/2008 tentang Perlindungan Profesi Wartawan.

Catatan : Dalam Melaksanakan Tugas Wartawan Kami Dilengkapi ID Card Resmi dan memilki Barcode yang terhubung pada database atau teregistrasi di box redaksi

Tim Redaksi memeriksa setiap artikel yang dipublikasi sesuai : Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber.

SANGAHAN

Pembaca berhak memperoleh informasi yang tepat, akurat dan benar serta dapat menggunakan hak jika ada keberatan dan koreksi melalui : Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai ketentuan UU Pers dan mekanisme yang berlaku.

Penerbit

Warta Bela Negara - WBN
Situs: wartabelanegara.com

Legal

Danakirti Media News
Nomor: AHU-0017454.AH.01.01.

Bisnis

Danakirti Media Groups
Nomor: AHU-0005878.AH.01.01-2022
NIB: 2801220007313
NPWP: 63.108.079.3-002.000
KBLI: 58130, 63122, 63912