Bencana AlamBerita

7 Gunung Api dengan Letusan Terbanyak hingga 17 September 2026

Amanda
×

7 Gunung Api dengan Letusan Terbanyak hingga 17 September 2026

Sebarkan artikel ini
7 Gunung Api dengan Letusan Terbanyak hingga 17 September 2026
7 Gunung Api dengan Letusan Terbanyak hingga 17 September 2026

JAKARTA, 17 September 2026 – Indonesia memiliki 127 gunung api aktif yang tersebar dari Sumatera hingga Papua. Sejumlah gunung masih menunjukkan aktivitas erupsi dengan frekuensi tinggi. Data MAGMA Indonesia periode 1 Januari hingga 17 September 2026 mencatat tujuh gunung dengan jumlah letusan terbanyak.

Gunung Api dengan Letusan Terbanyak

Data MAGMA Indonesia menunjukkan Gunung Semeru di Jawa Timur menjadi gunung api dengan jumlah letusan terbanyak hingga 17 September 2026. Setelahnya terdapat Gunung Ibu di Maluku Utara dan Gunung Lewotobi Laki-Laki di Nusa Tenggara Timur.

Selain tiga gunung tersebut, aktivitas erupsi juga tercatat di Gunung Dukono, Gunung Ili Lewotolok, Gunung Anak Krakatau, dan Gunung Marapi.

1. Gunung Semeru

Gunung Semeru di Jawa Timur mencatat 1.881 letusan hingga 17 September 2026. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan gunung api lain dalam daftar.

Aktivitas Gunung Semeru didominasi erupsi dan gempa letusan. Aktivitas vulkaniknya masih berlangsung hingga September 2026.

Status Gunung Semeru berada pada Level III atau Siaga. Perkembangan aktivitas gunung api tersebut terus dipantau oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

2. Gunung Ibu

Gunung Ibu yang berada di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, mencatat 1.581 letusan hingga 17 September 2026. Jumlah tersebut menempatkannya di posisi kedua setelah Gunung Semeru.

Aktivitas erupsi Gunung Ibu masih berlangsung dan menjadi bagian dari pemantauan rutin aktivitas vulkanik oleh Badan Geologi dan PVMBG.

Masyarakat di sekitar Gunung Ibu diimbau mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas gunung api serta ketentuan keselamatan yang berlaku.

3. Gunung Lewotobi Laki-Laki

Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, tercatat mengalami 859 letusan hingga 17 September 2026. Jumlah tersebut menempatkannya di urutan ketiga.

Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki masih berlangsung hingga September 2026. Pada akhir Agustus 2026, erupsi gunung tersebut menghasilkan kolom abu yang teramati mencapai sekitar 2.500 meter di atas puncak.

Badan Geologi terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki, termasuk aktivitas vulkanik dan hembusan abu.

4. Gunung Dukono

Gunung Dukono berada di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Aktivitas erupsinya telah berlangsung dalam waktu panjang sehingga gunung api tersebut terus mendapat pemantauan dari Badan Geologi.

MAGMA Indonesia mencatat 230 letusan di Gunung Dukono hingga 17 September 2026. Jumlah itu menempatkannya di urutan keempat dalam daftar gunung api dengan jumlah letusan terbanyak.

Status Gunung Dukono berada pada Level II atau Waspada. Aktivitas vulkaniknya masih menjadi perhatian dalam pemantauan gunung api di Indonesia.

5. Gunung Ili Lewotolok

Gunung Ili Lewotolok berada di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, dengan ketinggian 1.423 meter di atas permukaan laut (mdpl). Gunung api tersebut masih menunjukkan aktivitas erupsi hingga September 2026.

MAGMA Indonesia mencatat 142 letusan di Gunung Ili Lewotolok hingga 17 September 2026. Status aktivitas gunung tersebut berada pada Level II atau Waspada.

6. Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda juga termasuk gunung api yang menunjukkan aktivitas erupsi sepanjang 2026. Perubahan status menjadi salah satu catatan penting dalam perkembangan aktivitas vulkaniknya.

Badan Geologi menaikkan status Gunung Anak Krakatau menjadi Level III atau Siaga pada Juli 2026. Berdasarkan pemantauan hingga 7 September 2026, status tersebut masih berada pada Level III.

MAGMA Indonesia mencatat 131 letusan Gunung Anak Krakatau hingga 17 September 2026. Jumlah tersebut menempatkannya di posisi keenam dalam daftar.

7. Gunung Marapi

Gunung Marapi di Sumatera Barat termasuk gunung api yang aktivitasnya terus dipantau. Gunung tersebut merupakan gunung api tipe A berdasarkan data Badan Geologi.

MAGMA Indonesia mencatat 52 letusan Gunung Marapi hingga 17 September 2026. Pada periode tersebut, status aktivitas Gunung Marapi berada pada Level II atau Waspada.

Aktivitas vulkanik Gunung Marapi perlu menjadi perhatian masyarakat dan pendaki yang berada di kawasan sekitar gunung, dengan tetap mengikuti ketentuan dan informasi resmi dari otoritas terkait.

Aktivitas Gunung Api Terus Dipantau

Catatan letusan tersebut menunjukkan sejumlah gunung api di Indonesia masih mengalami aktivitas vulkanik sepanjang 2026. Jumlah letusan dapat berubah seiring berlangsungnya aktivitas erupsi dan pembaruan data pemantauan.

Masyarakat di sekitar gunung api disarankan mengikuti informasi resmi dari Badan Geologi dan PVMBG. Ketentuan mengenai radius aman dan aktivitas di kawasan gunung api dapat berubah sesuai perkembangan kondisi vulkanik.

Penulis : Amanda

WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif :  Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.

Diterbitkan pertama kali oleh Amanda Jam 21:47 Tanggal 17 September 2026 di Warta Bela Negara - WBN.

DARI REDAKSI

Kegiatan jurnalistik mengacu pada UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, Berbadan Hukum : Pasal 1 angka 2, Pasal 9 ayat (2) , termasuk Pasal 4 ayat (3) kemerdekaan pers, Pasal 6 peranan pers, dan Pasal 8 perlindungan wartawan menjalankan tugas dan Peraturan Dewan Pers No. 5/Peraturan-DP/IV/2008 tentang Perlindungan Profesi Wartawan.

Catatan : Dalam Melaksanakan Tugas Wartawan Kami Dilengkapi ID Card Resmi dan memilki Barcode yang terhubung pada database atau teregistrasi di box redaksi

Tim Redaksi memeriksa setiap artikel yang dipublikasi sesuai : Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber.

SANGAHAN

Pembaca berhak memperoleh informasi yang tepat, akurat dan benar serta dapat menggunakan hak jika ada keberatan dan koreksi melalui : Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai ketentuan UU Pers dan mekanisme yang berlaku.

Penerbit

Warta Bela Negara - WBN
Situs: wartabelanegara.com

Legal

PT Danakirti Media News
Nomor: AHU-0017454.AH.01.01.

Bisnis

PT Danakirti Media Groups
Nomor: AHU-0005878.AH.01.01-2022
NIB: 2801220007313
NPWP: 63.108.079.3-002.000
KBLI: 58130, 63122, 63912

Tag:
Penulis: Amanda Editor: Editor