SUMBA BARAT DAYA, 5 Oktober 2026 – Gempa Sumba Barat Daya kembali menjadi perhatian setelah BMKG mencatat gempa susulan bermagnitudo 3,9 di wilayah selatan Kodi, Senin (5/10). Sehari sebelumnya, gempa utama yang dimutakhirkan menjadi M5,9 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur dan menimbulkan kerusakan serta satu korban meninggal dunia.
Gempa Sumba Barat Daya Hari Ini M3,9
BMKG mencatat gempa bumi bermagnitudo 3,9 terjadi pada Senin (5/10/2026) pukul 06.19.11 WIB. Pusat gempa berada di laut, sekitar 6 kilometer sebelah selatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya.
Gempa tersebut memiliki kedalaman 14 kilometer. Guncangan dirasakan dengan intensitas III MMI di Tambolaka.
Gempa M3,9 tersebut merupakan bagian dari aktivitas kegempaan setelah gempa utama yang mengguncang Sumba Barat Daya pada Minggu (4/10). BMKG sebelumnya mencatat sedikitnya 62 aktivitas gempa susulan hingga pukul 08.05 WIB pada hari kejadian.
Selain gempa M3,9 pada Senin pagi, BMKG juga mencatat gempa bermagnitudo 4,8 di wilayah selatan Kodi pada Minggu malam. Gempa tersebut terjadi pukul 21.59.43 WIB dan dirasakan III MMI di Tambolaka serta II-III MMI di Waingapu.
Gempa Utama Dimutakhirkan Menjadi M5,9
Gempa utama terjadi pada Minggu (4/10/2026) pukul 05.55.52 WIB atau 06.55.52 WITA. BMKG mencatat parameter awal gempa sebesar M6,1, kemudian dimutakhirkan menjadi M5,9.
Dalam parameter pemutakhiran BMKG, episenter gempa berada di koordinat 9,84 derajat Lintang Selatan dan 118,90 derajat Bujur Timur. Pusat gempa berada di laut sekitar 59 kilometer barat daya Kodi dengan kedalaman 30 kilometer.
BMKG mengategorikan gempa tersebut sebagai gempa dangkal yang berkaitan dengan aktivitas sesar aktif yang diduga berasosiasi dengan Sesar Waikabubak. Analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan turun atau normal fault.
Hasil pemodelan BMKG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada terhadap gempa susulan dan menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan.
Guncangan Dirasakan Kuat di Sumba
BMKG mencatat guncangan gempa utama dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah Sumba Barat Daya. Kodi Balaghar, Kodi Bangedo, dan Kodi mengalami intensitas hingga VI MMI.
Pada skala tersebut, guncangan dapat membuat sebagian besar masyarakat terkejut dan berlari keluar rumah. Sementara itu, Tambolaka, Waikabubak, Waibakul, dan Raba tercatat merasakan guncangan hingga IV MMI.
Guncangan juga dirasakan di sejumlah wilayah lain, termasuk Kota Bima dengan intensitas III MMI. Kondisi tersebut menunjukkan gempa utama dirasakan cukup luas di wilayah sekitar pusat gempa.
Satu Lansia Meninggal Dunia
Perkembangan terbaru juga mencatat adanya satu korban meninggal dunia. Seorang lansia berusia 73 tahun di Desa Waicura, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, meninggal setelah mengalami syok ketika gempa terjadi.
Kapolsek Kodi Utara AKP Bernadus Bili Kandi mengatakan korban sempat berada di luar rumah setelah melihat anggota keluarganya berhamburan keluar saat gempa.
Beberapa menit kemudian korban jatuh dan tidak sadarkan diri hingga akhirnya meninggal dunia. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumba Barat Daya Stefanus Malo juga membenarkan kejadian tersebut.
Menurut keterangan BPBD, korban sedang dalam kondisi sakit ketika gempa terjadi. Tidak terdapat laporan bahwa korban meninggal akibat tertimpa material bangunan.
Data Kerusakan Masih Dimutakhirkan
Data kerusakan bangunan di Sumba Barat Daya masih mengalami pemutakhiran. Dalam laporan awal BNPB pada 4 Oktober, tercatat 20 rumah di Sumba Barat Daya terdampak, terdiri atas 19 rumah rusak ringan dan satu rumah rusak sedang.
Kerusakan juga dilaporkan pada sejumlah fasilitas ibadah, fasilitas pendidikan, dan fasilitas umum. Di Kabupaten Sumba Barat, terdapat tiga rumah atau asrama Koramil yang mengalami kerusakan ringan serta dua bangunan KDKMP yang mengalami kerusakan pada plafon dan tembok.
Dalam perkembangan pendataan berikutnya, jumlah kerusakan bangunan dilaporkan bertambah. Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya menyebut pendataan lapangan masih dilakukan untuk memastikan jumlah terbaru rumah dan fasilitas umum yang terdampak.
Karena proses asesmen masih berlangsung, masyarakat diminta tidak langsung menempati bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan sebelum dinyatakan aman.
BMKG Imbau Warga Waspadai Gempa Susulan
BMKG meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya. Warga juga diminta mengikuti perkembangan melalui kanal resmi BMKG, BNPB, BPBD, dan pemerintah daerah.
Warga yang berada di bangunan retak atau rusak diminta menjauh dari lokasi tersebut. Langkah ini penting untuk mengantisipasi kemungkinan bangunan mengalami kerusakan lebih lanjut akibat gempa susulan.
Aktivitas kegempaan di sekitar Sumba Barat Daya masih dipantau BMKG. Gempa M3,9 yang tercatat pada Senin pagi menjadi salah satu perkembangan terbaru setelah gempa utama M5,9 yang mengguncang wilayah tersebut pada Minggu.
Penulis : Amanda
WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif : Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.
Diterbitkan pertama kali oleh Amanda Jam 13:28 Tanggal 05 Oktober 2026 di Warta Bela Negara - WBN.
DARI REDAKSI
Kegiatan jurnalistik mengacu pada UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, Berbadan Hukum : Pasal 1 angka 2, Pasal 9 ayat (2) , termasuk Pasal 4 ayat (3) kemerdekaan pers, Pasal 6 peranan pers, dan Pasal 8 perlindungan wartawan menjalankan tugas dan Peraturan Dewan Pers No. 5/Peraturan-DP/IV/2008 tentang Perlindungan Profesi Wartawan.
Catatan : Dalam Melaksanakan Tugas Wartawan Kami Dilengkapi ID Card Resmi dan memilki Barcode yang terhubung pada database atau teregistrasi di box redaksi
Tim Redaksi memeriksa setiap artikel yang dipublikasi sesuai : Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber.
SANGAHAN
Pembaca berhak memperoleh informasi yang tepat, akurat dan benar serta dapat menggunakan hak jika ada keberatan dan koreksi melalui : Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai ketentuan UU Pers dan mekanisme yang berlaku.
Penerbit
Warta Bela Negara - WBN
Situs: wartabelanegara.com
Legal
Danakirti Media News
Nomor: AHU-0017454.AH.01.01.
Bisnis
Danakirti Media Groups
Nomor: AHU-0005878.AH.01.01-2022
NIB: 2801220007313
NPWP: 63.108.079.3-002.000
KBLI: 58130, 63122, 63912


