Daerah

Warga Geruduk Dapur MBG Kalijaga Cirebon, Desak Penutupan SPPG

Aninggell
0
×

Warga Geruduk Dapur MBG Kalijaga Cirebon, Desak Penutupan SPPG

Sebarkan artikel ini
Warga Geruduk Dapur MBG Kalijaga Cirebon
Warga Geruduk Dapur SPPG MBG Kalijaga Cirebon

Warga Geruduk Dapur MBG Kalijaga Cirebon, Desak Penutupan SPPG , Kepala BGN Cirebon Yulian Septia P sebut SPPG Suspend

KOTA CIREBON, 20 Oktober 2026 – Puluhan warga dan orang tua murid mendatangi kantor Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalijaga 5 di Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat, Selasa (20/10/2026) malam.

Aksi tersebut dipicu dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyebabkan puluhan hingga ratusan siswa dan penerima manfaat mengalami gangguan kesehatan.

Warga mendesak pengelola bertanggung jawab dan meminta dapur penyedia makanan itu ditutup, sementara operasional SPPG telah ditangguhkan sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Warga Geruduk SPPG Kalijaga 5, Situasi Sempat Memanas

Kedatangan warga ke dapur MBG Jalan Pramuka Penggalang No. 01, Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon berlangsung setelah sejumlah anak dilaporkan mengalami mual, muntah, sakit perut, hingga diare usai mengonsumsi makanan yang dibagikan pada siang hari.

Orang tua murid mendatangi lokasi untuk meminta penjelasan mengenai kualitas makanan dan pertanggungjawaban pengelola SPPG. Mereka khawatir kejadian serupa kembali menimpa anak-anak yang menerima makanan dari program tersebut.

Situasi di sekitar dapur sempat memanas. Sejumlah warga menyuarakan tuntutan agar operasional SPPG dihentikan dan fasilitas tersebut ditutup.

Personel gabungan dari Polres Cirebon Kota dan TNI turun ke lokasi untuk mengamankan area serta mengantisipasi kemungkinan terjadinya tindakan yang mengganggu ketertiban.

Kedatangan aparat berlangsung di tengah meningkatnya kekecewaan warga yang anak-anaknya mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap menu MBG.

Orang Tua Keluhkan Sup Telur Puyuh Berbau Asam

Salah satu persoalan yang memicu kemarahan orang tua adalah keterangan anak-anak mengenai menu makanan yang dikonsumsi di sekolah.

Sejumlah orang tua menyebut anak mereka mengeluhkan sup telur puyuh yang diduga berbau asam. Keterangan tersebut muncul setelah anak-anak mengalami gangguan pencernaan dan harus mendapatkan penanganan medis.

Menu MBG yang dibagikan pada Selasa (20/10/2026) dilaporkan terdiri atas nasi putih, sup telur puyuh, tempe orek, buah kelengkeng, serta sayuran berupa kol dan wortel.

Meski keluhan mengenai aroma makanan menjadi salah satu perhatian warga, penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut belum dapat dipastikan hanya berdasarkan kesaksian penerima makanan.

Pemerintah Kota Cirebon menyatakan sampel makanan telah dibawa untuk pemeriksaan laboratorium. Hasil pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui apakah gangguan kesehatan yang dialami para penerima manfaat berkaitan dengan makanan tersebut.

Jumlah Pasien Dilaporkan Mencapai 106 Orang

Kasus dugaan keracunan MBG di Cirebon berkembang sepanjang Selasa sore hingga malam. Wali Kota Cirebon Effendi Edo menyampaikan bahwa sekitar 100 orang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut.

Dalam laporan yang diterbitkan Selasa malam, jumlah orang yang menjalani perawatan dilaporkan mencapai 106 orang.

Para pasien berasal dari sejumlah sekolah, termasuk SDN Kalijaga Permai, SDN Taman Kalijaga Permai, dan TK Teratai. Anak-anak yang mengikuti kegiatan posyandu juga dilaporkan terdampak.

Keluhan yang muncul meliputi mual, muntah, sakit perut, dan diare. Sejumlah pasien dibawa ke rumah sakit oleh orang tua setelah gejala mulai dirasakan pada sore hari.

Wali Kota Cirebon Effendi Edo menyatakan kondisi pasien yang dipantaunya sejauh itu dalam keadaan baik dan tidak ada yang dilaporkan kritis. Sebagian pasien juga telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis.

Data jumlah pasien dapat berubah mengikuti hasil pendataan dan perkembangan kondisi penerima manfaat. Karena itu, angka 106 orang merujuk pada laporan perawatan yang tersedia pada Selasa malam, bukan angka final yang telah dipastikan untuk seluruh dampak kejadian.

BGN Hentikan Sementara Operasional SPPG

Menyusul kejadian tersebut, Badan Gizi Nasional melalui pihak terkait menangguhkan sementara operasional SPPG Kalijaga 5.

Penangguhan atau suspend diberlakukan pada Selasa malam sambil menunggu perkembangan pemeriksaan dan kepastian mengenai penyebab gangguan kesehatan yang dialami para penerima manfaat.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari penanganan setelah puluhan hingga ratusan penerima manfaat dilaporkan mengalami keluhan kesehatan usai mengonsumsi MBG.

Sementara itu, pemerintah menyatakan penanganan pasien menjadi prioritas. BGN juga dilaporkan memastikan biaya pengobatan korban ditanggung oleh lembaga tersebut.

Penghentian sementara operasional SPPG tidak dengan sendirinya menetapkan penyebab keracunan ataupun membuktikan adanya pelanggaran oleh pengelola. Kepastian mengenai penyebab kejadian masih menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan dan pendalaman pihak berwenang.

Pemeriksaan Laboratorium Jadi Penentu Penyebab

Pemeriksaan sampel makanan menjadi salah satu tahapan penting untuk menelusuri dugaan keracunan MBG di Kota Cirebon.

Pemerintah daerah telah menyampaikan bahwa sampel makanan, termasuk menu telur puyuh, dibawa untuk diperiksa di laboratorium. Hasil pemeriksaan diharapkan dapat membantu mengidentifikasi kemungkinan penyebab gangguan kesehatan yang dialami para penerima manfaat.

Di sisi lain, warga meminta penjelasan mengenai proses penyediaan makanan dan pertanggungjawaban pengelola dapur. Mereka juga mendesak agar kejadian tersebut ditindaklanjuti sehingga keamanan makanan yang dibagikan kepada anak-anak dapat dipastikan.

Hingga laporan ini disusun berdasarkan informasi yang tersedia pada Selasa malam, penyebab pasti kejadian belum dapat dinyatakan terkonfirmasi. Perkembangan berikutnya bergantung pada hasil pemeriksaan laboratorium, pendataan pasien, dan keterangan resmi pihak berwenang.

Kontributotr Cirebon : Denis Achyar

WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif :  Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.

Diterbitkan pertama kali oleh Aninggell pukul 01:49, tanggal 21 Oktober 2026 di Warta Bela Negara - WBN.

CATATAN REDAKSI

Pemberitaan dilaksanakan dengan mengacu pada UU Pers, kaidah jurnalistik, Kode Etik Jurnalistik, dan Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Apabila terdapat kekeliruan atau keberatan atas pemberitaan, pembaca dapat mengajukan hak jawab dan koreksi sesuai ketentuan yang berlaku.

PENERBIT

Warta Bela Negara - WBN (wartabelanegara.com)

Legalitas oleh PT Danakirti Media Groups. NIB: 2801220007313 · KBLI: 58130, 63122, 63912.

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas SiliwangiJenderal Suyudi Ario Seto - Menjadi Polisi Adalah Kehormatan