PeristiwaUtama

Keracunan MBG Cirebon, IGD Penuh dan Siswa Dirujuk ke Sejumlah Rumah Sakit

Aninggell
16
×

Keracunan MBG Cirebon, IGD Penuh dan Siswa Dirujuk ke Sejumlah Rumah Sakit

Sebarkan artikel ini
Keracunan MBG Cirebon, IGD Penuh dan Siswa Dirujuk
Keracunan MBG Cirebon, IGD Penuh dan Siswa Dirujuk

KOTA CIREBON, 20 Oktober 2026 – Sedikitnya 100 siswa dan guru dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, sakit perut, diare, hingga sesak napas setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat, Selasa (20/10/2026).

Jumlah korban diduga masih terus bertambah setelah sejumlah siswa kembali berdatangan ke rumah sakit dengan diantar orang tua mereka hingga Selasa petang. IGD RS Siloam Putera Bahagia dilaporkan penuh sehingga sebagian pasien dialihkan ke RS Gunung Jati dan RST Ciremai. Siswa yang disebut terdampak berasal dari SDN Kalijaga Permai, SDN Taman Kalijaga Permai, TK Teratai, dan TK Bina Bangsa.

IGD RS Siloam Putera Bahagia Penuh, Pasien Dialihkan ke Rumah Sakit Lain

Kepadatan pasien terjadi di RS Siloam Putera Bahagia, Kota Cirebon, setelah sejumlah siswa dan guru mengalami keluhan kesehatan usai menyantap menu MBG yang dibagikan di sekolah.

Berdasarkan informasi yang diterima redaksi, hingga pukul 18.31 WIB, sejumlah siswa masih berdatangan ke rumah sakit dengan diantar orang tua masing-masing. Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa jumlah korban masih akan bertambah seiring berlanjutnya pendataan dan kedatangan pasien.

Banyaknya pasien membuat kapasitas IGD RS Siloam Putera Bahagia dilaporkan penuh. Sebagian pasien yang baru datang kemudian diarahkan ke rumah sakit lain untuk mendapatkan penanganan medis, termasuk RS Gunung Jati dan Rumah Sakit Tentara (RST) Ciremai.

Dalam laporan dari lokasi, tujuh ambulans disebut bersiaga di depan RS Siloam Putera Bahagia. Kepadatan pasien bahkan dilaporkan sampai ke lorong-lorong rumah sakit.

Situasi tersebut turut berdampak pada arus lalu lintas di sekitar Jalan Ciremai Raya. Aktivitas ambulans dan banyaknya orang tua yang mengantar anak mereka menyebabkan kawasan sekitar rumah sakit menjadi padat.

Hingga informasi awal tersebut disampaikan, sedikitnya 50 siswa dan guru dilaporkan mengalami keluhan kesehatan. Namun, angka tersebut masih merupakan data awal dan belum dapat dipastikan sebagai jumlah keseluruhan korban.

Empat Sekolah di Kelurahan Kalijaga Disebut Terdampak

Informasi yang dihimpun menyebutkan, siswa yang mengalami keluhan kesehatan berasal dari sejumlah sekolah di Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.

Sekolah-sekolah yang disebut dalam laporan tersebut meliputi:

  • SDN Kalijaga Permai.
  • SDN Taman Kalijaga Permai.
  • TK Teratai.
  • TK Bina Bangsa.

Sejumlah laporan awal menyebutkan korban berasal dari tiga sekolah, sedangkan informasi susulan menyebut empat sekolah. Perbedaan jumlah tersebut masih memerlukan konfirmasi melalui pendataan resmi pihak sekolah dan instansi terkait.

Selain siswa, sejumlah guru juga dilaporkan mengalami gejala serupa setelah mengonsumsi menu MBG.

Keluhan kesehatan tersebut rata-rata mulai dirasakan setelah pukul 15.00 WIB. Sejumlah orang tua kemudian membawa anak mereka ke rumah sakit setelah mengetahui anak mengalami mual, muntah, dan kondisi tubuh melemah.

Orang Tua Siswa Mengaku Anak Mengalami Mual dan Muntah

Salah seorang orang tua siswa, Agus Bachtiar, menceritakan bahwa anaknya mengalami mual dan muntah setelah pulang sekolah.

Agus kemudian menghubungi guru untuk menanyakan kondisi yang dialami anaknya. Dari komunikasi tersebut, ia mendapat informasi bahwa sejumlah siswa lain juga mengeluhkan gejala serupa.

Setelah mengetahui kondisi tersebut, Agus segera membawa anaknya ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan medis.

Setibanya di RS Siloam Putera Bahagia, ia mendapati IGD sudah ramai oleh orang tua dan siswa yang mengalami keluhan serupa.

Keterangan orang tua lainnya juga menyebutkan bahwa jumlah siswa yang datang untuk mendapatkan penanganan cukup banyak. Beberapa pasien dilaporkan berada di lorong-lorong rumah sakit ketika kapasitas IGD dipadati pasien.

Kedatangan pasien secara bersamaan membuat orang tua harus menunggu dan mengikuti arahan petugas kesehatan untuk memperoleh penanganan.

Menu Sop, Telur Puyuh, dan Ayam Suwir Disorot

Menu Makan Bergizi Gratis yang dikonsumsi para siswa dilaporkan terdiri atas sayur sop, telur puyuh, dan ayam suwir.

Berdasarkan kesaksian sejumlah orang tua, telur puyuh yang dikonsumsi anak mereka disebut terasa asam. Sementara itu, ayam suwir dilaporkan mengeluarkan bau kurang sedap dan memiliki tekstur lengket.

Keterangan tersebut menjadi salah satu informasi yang disorot dalam penelusuran awal dugaan keracunan makanan di Kalijaga.

Meski demikian, kondisi makanan sebagaimana disampaikan orang tua belum cukup untuk memastikan penyebab kejadian. Kepastian mengenai sumber gangguan kesehatan memerlukan pemeriksaan medis serta pengujian sampel makanan oleh pihak berwenang.

Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui apakah makanan tersebut mengalami kerusakan, terkontaminasi, atau memiliki faktor lain yang dapat menimbulkan keluhan kesehatan.

Sampai hasil pemeriksaan tersedia, dugaan bahwa menu sop telur puyuh atau ayam suwir menjadi penyebab kejadian masih harus diperlakukan sebagai dugaan berdasarkan kesaksian konsumen, bukan kesimpulan laboratorium.

SPPG Penyalur MBG Dilaporkan Ditangguhkan Sementara

Makanan yang dikonsumsi para siswa dilaporkan berasal dari salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kelurahan Kalijaga.

Menyusul kejadian tersebut, sejumlah pemberitaan menyebut Badan Gizi Nasional (BGN) telah menangguhkan sementara atau melakukan suspend terhadap operasional SPPG yang bersangkutan.

Penangguhan tersebut dilaporkan berlangsung ketika penanganan pasien dan penelusuran dugaan penyebab kejadian menjadi perhatian.

Belum dapat disimpulkan bahwa SPPG tersebut terbukti menjadi penyebab keracunan sebelum hasil penyelidikan dan pemeriksaan yang berwenang tersedia.

Jumlah Korban Masih Menunggu Pendataan Lanjutan

Perkembangan kasus dugaan keracunan MBG di Kelurahan Kalijaga masih menjadi perhatian karena jumlah pasien yang datang ke rumah sakit dilaporkan bertambah hingga Selasa petang.

Data awal menyebut sedikitnya 100 siswa dan guru mengalami keluhan kesehatan. Kepadatan IGD RS Siloam Putera Bahagia serta pengalihan sebagian pasien ke RS Gunung Jati dan RST Ciremai menunjukkan bahwa penanganan pasien tidak hanya berlangsung di satu fasilitas kesehatan.

Meski demikian, jumlah akhir korban, kondisi terkini seluruh pasien, dan jumlah korban dari masing-masing sekolah masih memerlukan pendataan lebih lanjut.

Pemeriksaan sampel makanan, keterangan resmi pihak rumah sakit, pendataan sekolah, serta hasil penelusuran BGN dan instansi terkait akan menjadi informasi penting untuk memastikan penyebab kejadian dan tindak lanjut terhadap penyedia makanan.

Hingga terdapat data resmi terbaru, jumlah sedikitnya 100 siswa dan guru tetap menjadi angka awal yang dilaporkan, bukan jumlah final seluruh korban. Hingga saat ini masih terdengar mobil ambulance disepanjang jalan kota cirebon mengevakuasi korban.

Kontributor : Denis/Vivi

WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif :  Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.

Diterbitkan pertama kali oleh Aninggell pukul 23:32, tanggal 20 Oktober 2026 di Warta Bela Negara - WBN.

CATATAN REDAKSI

Pemberitaan dilaksanakan dengan mengacu pada UU Pers, kaidah jurnalistik, Kode Etik Jurnalistik, dan Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Apabila terdapat kekeliruan atau keberatan atas pemberitaan, pembaca dapat mengajukan hak jawab dan koreksi sesuai ketentuan yang berlaku.

PENERBIT

Warta Bela Negara - WBN (wartabelanegara.com)

Legalitas oleh PT Danakirti Media Groups. NIB: 2801220007313 · KBLI: 58130, 63122, 63912.

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas SiliwangiJenderal Suyudi Ario Seto - Menjadi Polisi Adalah Kehormatan