BeritaPemerintahan

BGN Perketat Bahan Baku MBG Cegah Keracunan

Amanda
×

BGN Perketat Bahan Baku MBG Cegah Keracunan

Sebarkan artikel ini
BGN Perketat Bahan Baku MBG Cegah Keracunan
BGN Perketat Bahan Baku MBG Cegah Keracunan

JAKARTA, 19 September 2026Badan Gizi Nasional (BGN) memperketat pengawasan bahan baku program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah kerusakan lauk dan sayuran disebut menjadi salah satu penyebab gangguan kesehatan. Pemeriksaan kini dilakukan sejak bahan makanan diterima di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kerusakan Bahan Makanan Jadi Perhatian BGN

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, berdasarkan pengamatannya selama sekitar 50 hari memimpin lembaga tersebut, sejumlah kasus gangguan kesehatan dalam program MBG berkaitan dengan kondisi bahan makanan yang rusak.

Menurut Sudaryono, lauk dan sayuran menjadi bagian yang perlu mendapat perhatian dalam menjaga keamanan pangan. Ia menegaskan, proses memasak yang sudah dilakukan sesuai prosedur tidak akan menghilangkan risiko apabila bahan baku yang digunakan sejak awal sudah dalam kondisi tidak layak.

“Mau masaknya benar kalau bahan bakunya sudah busuk ya enggak, tetap saja,” kata Sudaryono seusai mengikuti rapat di Komisi IX DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (17/9).

Protein Hewani Perlu Penanganan Khusus

Pengawasan juga diarahkan pada bahan protein hewani yang digunakan dalam menu MBG. Beberapa di antaranya adalah ayam, telur, ikan, dan daging.

Bahan-bahan tersebut membutuhkan penanganan yang tepat sejak proses pengadaan hingga diterima dan diolah di dapur MBG. Karena itu, BGN memperkuat pemeriksaan pada tahap penerimaan bahan baku di SPPG.

BGN Perketat Pemeriksaan Bahan Baku

BGN mulai menerapkan mekanisme pencatatan penerimaan bahan makanan untuk memperkuat pengawasan terhadap setiap barang yang masuk ke dapur. Pencatatan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan bahan yang diterima sesuai dengan ketentuan.

Selain pemeriksaan di SPPG, BGN tengah mengembangkan sistem pengadaan bahan baku yang menyerupai marketplace. Sistem tersebut terutama ditujukan untuk bahan protein hewani yang memerlukan penanganan khusus.

Melalui sistem itu, BGN ingin memastikan bahan makanan memiliki kualitas sesuai pesanan dan diperoleh dengan harga yang wajar. Mekanisme tersebut sekaligus diarahkan untuk mengurangi potensi permainan harga dalam proses pengadaan.

Cegah Markup dan Ketidaksesuaian Kualitas

Sudaryono mengatakan sistem pengadaan tersebut juga diharapkan dapat mencegah terjadinya markup. Selain itu, kualitas bahan yang dipesan harus sesuai dengan produk yang diterima oleh SPPG.

“Kami lagi bangun supaya bahan-bahan baku protein hewani khususnya ini yang special handling ini betul-betul kualitasnya benar, dibeli dengan harga yang benar, tidak ada mark-up. Jangan sampai beli katanya kualitas A, tapi ternyata yang datang kualitasnya D,” ujar Sudaryono.

Dengan mekanisme tersebut, proses pengadaan tidak hanya memperhatikan harga, tetapi juga kualitas dan kondisi bahan makanan ketika sampai di dapur. Pengawasan sejak awal dinilai penting untuk menjaga keamanan makanan yang kemudian diberikan kepada penerima manfaat MBG.

BGN Periksa SPPG dan Suspend Dapur Bermasalah

Pengawasan BGN juga mencakup pengelola dapur MBG. Sudaryono mengatakan pihaknya telah mengeluarkan orang-orang yang dinilai tidak kompeten dalam menjalankan operasional program tersebut.

Selain itu, hampir separuh dari seluruh SPPG disebut sedang menjalani pemeriksaan. Sementara itu, sekitar 14.000 dapur dikatakan telah memenuhi standar yang ditetapkan BGN.

Dapur Tidak Sesuai Standar Bisa Ditutup

BGN juga melakukan suspend terhadap operasional dapur yang tidak memenuhi ketentuan. Penangguhan tersebut menjadi bagian dari tindakan pengawasan terhadap SPPG yang dinilai belum memenuhi persyaratan.

SPPG yang terkena suspend diberikan kesempatan untuk melakukan perbaikan sesuai persyaratan. Namun, apabila perbaikan tidak dilakukan, BGN menyatakan dapur tersebut dapat ditutup secara permanen.

Pengetatan pengawasan ini dilakukan untuk memastikan keamanan pangan tidak hanya bergantung pada proses memasak. Kondisi bahan baku sejak diterima di dapur menjadi salah satu titik penting yang harus dikendalikan dalam pelaksanaan program MBG.

Keamanan Bahan Baku Jadi Bagian Pengawasan MBG

Dengan pemeriksaan yang dimulai sejak bahan makanan diterima, BGN berupaya memperkuat pengendalian kualitas di seluruh rantai penyediaan makanan. Langkah tersebut mencakup pemeriksaan bahan, pencatatan penerimaan, pengadaan protein hewani, hingga pengawasan terhadap pengelola SPPG.

BGN juga menempatkan kesesuaian kualitas bahan dan harga sebagai bagian dari sistem pengadaan. Dengan demikian, bahan yang diterima dapur diharapkan sesuai dengan kualitas yang telah ditentukan sebelum digunakan dalam menu MBG.

Penulis : Amanda

WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif :  Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.

Diterbitkan pertama kali oleh Amanda Jam 23:23 Tanggal 19 September 2026 di Warta Bela Negara - WBN.

DARI REDAKSI

Kegiatan jurnalistik mengacu pada UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, Berbadan Hukum : Pasal 1 angka 2, Pasal 9 ayat (2) , termasuk Pasal 4 ayat (3) kemerdekaan pers, Pasal 6 peranan pers, dan Pasal 8 perlindungan wartawan menjalankan tugas dan Peraturan Dewan Pers No. 5/Peraturan-DP/IV/2008 tentang Perlindungan Profesi Wartawan.

Catatan : Dalam Melaksanakan Tugas Wartawan Kami Dilengkapi ID Card Resmi dan memilki Barcode yang terhubung pada database atau teregistrasi di box redaksi

Tim Redaksi memeriksa setiap artikel yang dipublikasi sesuai : Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber.

SANGAHAN

Pembaca berhak memperoleh informasi yang tepat, akurat dan benar serta dapat menggunakan hak jika ada keberatan dan koreksi melalui : Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai ketentuan UU Pers dan mekanisme yang berlaku.

Penerbit

Warta Bela Negara - WBN
Situs: wartabelanegara.com

Legal

PT Danakirti Media News
Nomor: AHU-0017454.AH.01.01.

Bisnis

PT Danakirti Media Groups
Nomor: AHU-0005878.AH.01.01-2022
NIB: 2801220007313
NPWP: 63.108.079.3-002.000
KBLI: 58130, 63122, 63912