Headline NewsUtama

BGN Bangun Sistem IT untuk Awasi Program MBG

Amanda
0
×

BGN Bangun Sistem IT untuk Awasi Program MBG

Sebarkan artikel ini
BGN Bangun Sistem IT untuk Awasi Program MBG
BGN Bangun Sistem IT untuk Awasi Program MBG

JAKARTA, 29 Juli 2026 – Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan sistem teknologi informasi (IT) untuk mengawasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara menyeluruh. Sistem tersebut akan memantau seluruh tahapan, mulai dari proses pengolahan makanan di dapur, distribusi, hingga makanan diterima dan dikonsumsi oleh para penerima manfaat sebagai upaya memperkuat transparansi dan kualitas layanan.

BGN Perkuat Pengawasan Program MBG Lewat Sistem IT

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengatakan digitalisasi menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai standar operasional yang telah ditetapkan.

Menurutnya, terdapat tiga persoalan utama yang saat ini menjadi fokus pembenahan BGN dalam menjalankan program nasional tersebut.

Persoalan pertama berkaitan dengan penanganan dugaan pelanggaran hukum dan tindak pidana korupsi dalam pelaksanaan Program MBG.

“Kita mengakui adanya tindakan pelanggaran dan tindakan koruptif yang selama ini sekarang ini sedang ditahan oleh penegak hukum melalui Kejaksaan. Kita menyerahkan sepenuhnya kepada penegak hukum dan kami memberikan akses seluas-luasnya. Apa pun bantuan data dan lain-lain jika diperlukan oleh penegak hukum kami akan berikan,” ujar Sudaryono di Jakarta, Rabu (29/7).

Kepala Dapur Jadi Titik Krusial Pelaksanaan MBG

Selain pengawasan terhadap aspek hukum, BGN juga menyoroti kualitas operasional di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sudaryono menilai keberhasilan pelaksanaan MBG sangat bergantung pada kepala SPPG atau kepala dapur.

Ia menjelaskan kepala dapur memiliki tanggung jawab memastikan kualitas bahan baku, proses memasak, penyusunan menu, hingga distribusi makanan kepada para penerima manfaat berjalan sesuai standar.

“Hasil kualitas kerja ini sangat ditentukan oleh Kepala Dapur, yang namanya SPPI, Kepala SPPG atau Kepala Dapur, yang memastikan masakannya bagus, menunya bagus, dibelanjakan dengan kualitas bahan baku yang baik, kemudian distribusinya dengan baik dan diterima dengan baik,” katanya.

Sudaryono menyebut bottleneck atau titik paling krusial dalam pelaksanaan Program MBG berada di tingkat kepala SPPG. Karena itu, pengawasan tidak lagi hanya mengandalkan kepercayaan, tetapi juga berbasis sistem digital.

“Trust is good, control is better. Jadi kita tidak bisa hanya percaya saja, tapi kita bagaimana memonitor semua kegiatan di dapur itu by system,” ujarnya.

Sistem Mencatat Seluruh Proses Memasak hingga Distribusi

Sudaryono menjelaskan sistem IT yang tengah dikembangkan akan merekam seluruh aktivitas operasional dapur secara rinci.

Mulai dari proses persiapan bahan makanan, waktu memasak, suhu makanan selama proses pengolahan, proses pendinginan, pengemasan, distribusi, hingga waktu makanan diterima dan dikonsumsi oleh penerima manfaat akan tercatat secara digital.

Selain itu, sistem juga akan mencatat proses pengembalian wadah makanan ke dapur, proses pencucian, hingga waktu penyelesaian setiap tahapan operasional.

“Kami sudah membangun sistem IT-nya. Bagaimana memastikan dari mulai nyacah kol sampai dengan dimasak. Dimasak berapa lama, suhunya berapa. Kemudian matang berapa, didinginkan sekian lama, kemudian dibungkus, kemudian di-deliver berapa lama, diterima jam berapa, dimakan jam berapa, selesai makan jam berapa, dibawa omprengnya pulang ke dapur, dicuci bersih, selesai jam berapa. Jadi ada log-log seperti ini,” jelasnya.

Pengadaan Bahan Baku Juga Masuk Sistem Pengawasan

Sudaryono menambahkan sistem IT tidak hanya memantau proses produksi makanan, tetapi juga mencakup pengadaan bahan baku yang digunakan setiap dapur SPPG.

Dengan sistem tersebut, seluruh proses dapat dipantau secara real time sehingga memudahkan evaluasi apabila ditemukan penyimpangan maupun pelanggaran terhadap standar operasional.

Menurutnya, pendekatan berbasis teknologi menjadi langkah penting agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis berlangsung lebih transparan, akuntabel, dan konsisten di seluruh daerah.

“Termasuk pembelanjaan bahan baku itu juga nanti. Jadi intinya memastikan bahwa kita tidak bisa hanya bilang ini aturannya, kau ikuti, kemudian kita tidak ada kontrolnya. Maka kontrolnya adalah dengan menggunakan sistem. Jadi kita ingin memastikan bahwa semua dapur melaksanakan SOP,” tutup Sudaryono.

Penulis : Amanda

WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif :  Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.

Diterbitkan pertama kali oleh Amanda pukul 20:03, tanggal 29 Juli 2026 di Warta Bela Negara - WBN.

CATATAN REDAKSI

Pemberitaan dilaksanakan dengan mengacu pada UU Pers, kaidah jurnalistik, Kode Etik Jurnalistik, dan Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Apabila terdapat kekeliruan atau keberatan atas pemberitaan, pembaca dapat mengajukan hak jawab dan koreksi sesuai ketentuan yang berlaku.

PENERBIT

Warta Bela Negara - WBN (wartabelanegara.com)

Legalitas oleh PT Danakirti Media Groups. NIB: 2801220007313 · KBLI: 58130, 63122, 63912.

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi
Jenderal Suyudi Ario Seto - Menjadi Polisi Adalah Kehormatan