KOTA CIREBON, 20 Oktober 2026 – Jumlah pasien yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cirebon dilaporkan mencapai 106 orang hingga Selasa malam (20/10/2026).
Berdasarkan laporan Para pasien tersebar di delapan rumah sakit, dengan RS Siloam Putera Bahagia menjadi fasilitas kesehatan yang menampung pasien terbanyak. RSD Gunung Jati dilaporkan menangani 14 orang, sedangkan RS Medimas menerima tiga orang. Pemerintah Kota Cirebon menyatakan tidak ada pasien dalam kondisi kritis dan sebagian telah diperbolehkan pulang.
Jumlah Korban Meningkat Menjadi 106 Orang
Data terbaru yang diberitakan pada Selasa pukul 21.00 WIB menyebutkan sebanyak 106 orang mendapatkan perawatan setelah mengalami keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan konsumsi MBG.
Angka tersebut meningkat dari laporan awal pada sore hari yang menyebut sedikitnya 100 siswa dan guru mengalami mual, muntah, sakit perut, serta diare.
Wali Kota Cirebon Effendi Edo menyampaikan perkembangan penanganan korban saat memberikan keterangan kepada awak media di RS Siloam Putera Bahagia, Selasa malam.
Menurut Edo, pemerintah daerah bersama instansi terkait terus berkoordinasi dengan rumah sakit untuk memastikan pasien memperoleh penanganan medis.
“Alhamdulillah tidak ada yang kritis, karena penanganan rumah sakit sangat cepat. Sudah ada yang pulang,” ujar Ed0.
Delapan Rumah Sakit Menangani Pasien
Dalam laporan yang diterbitkan pukul 21.00 WIB, menyebut pasien tersebar di delapan rumah sakit di Kota Cirebon.
RS Siloam Putera Bahagia menjadi fasilitas kesehatan utama dalam penanganan awal. Lonjakan kedatangan pasien sebelumnya membuat kapasitas instalasi gawat darurat (IGD) rumah sakit tersebut penuh sehingga sebagian pasien dialihkan ke fasilitas kesehatan lain.
Berikut rumah sakit yang disebut dalam laporan penanganan korban:
1. RS Siloam Putera Bahagia
Rumah sakit ini menjadi lokasi utama kedatangan siswa dan guru yang mengalami keluhan kesehatan pada Selasa sore. Kepadatan pasien membuat sebagian pasien dialihkan ke rumah sakit lain.
2. RSD Gunung Jati
RSD Gunung Jati dilaporkan menangani 14 pasien.
3. RS Medimas
RS Medimas dilaporkan menerima 3 pasien yang mengalami keluhan setelah kejadian tersebut.
4. RST Ciremai
RST Ciremai menjadi salah satu rumah sakit rujukan ketika IGD RS Siloam Putera Bahagia mengalami kepadatan. Pasien dialihkan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.
5. RS Cahaya Bunda
RS Cahaya Bunda juga disebut Wali Kota Cirebon sebagai salah satu fasilitas kesehatan yang menangani pasien dalam kasus tersebut.
6–8. Rumah Sakit Lainnya
Laporan menyebut total delapan rumah sakit menangani pasien. Namun, rincian yang dapat diakses belum mencantumkan secara lengkap nama tiga fasilitas kesehatan lainnya beserta jumlah pasien di masing-masing rumah sakit.
Karena itu, jumlah pasien pada setiap fasilitas kesehatan belum dapat dirinci secara keseluruhan tanpa data tambahan dari pemerintah daerah atau rumah sakit.
Jumlah Pasien di Setiap Rumah Sakit Masih Perlu Diperbarui
Data yang tersedia baru menyebutkan secara terperinci 14 pasien di RSD Gunung Jati dan tiga pasien di RS Medimas. Sementara itu, jumlah pasien yang ditangani RS Siloam Putera Bahagia, RST Ciremai, RS Cahaya Bunda, dan tiga rumah sakit lainnya belum seluruhnya dirinci dalam laporan yang berhasil diverifikasi.
Dengan demikian, total 106 pasien tidak dapat dibagi secara akurat ke masing-masing rumah sakit hanya berdasarkan data yang tersedia.
Pembaruan dari Pemerintah Kota Cirebon dan pihak rumah sakit diperlukan untuk mengetahui jumlah pasien yang masih dirawat, pasien yang telah diperbolehkan pulang, serta kemungkinan adanya pasien tambahan.
Pemerintah Pastikan Penanganan Pasien dan Pemeriksaan Makanan
Pemerintah Kota Cirebon menyatakan penanganan pasien menjadi prioritas setelah munculnya laporan gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan konsumsi MBG.
Effendi Edo menyebut sampel makanan telah diambil untuk pemeriksaan laboratorium guna membantu mengetahui penyebab kejadian.
Hasil pemeriksaan tersebut diharapkan dapat menjelaskan apakah keluhan para pasien berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi. Hingga laporan terbaru yang diperiksa, hasil laboratorium belum diumumkan.
Sementara itu, biaya pengobatan para korban dilaporkan akan ditanggung oleh Badan Gizi Nasional (BGN), sebagaimana diberitakan Radar Cirebon.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait masih melakukan koordinasi untuk memastikan penanganan pasien berjalan dan hasil pemeriksaan dapat ditindaklanjuti.
Data Terbaru Menunggu Konfirmasi Lanjutan
Hingga Selasa malam, jumlah pasien yang dilaporkan mendapatkan perawatan mencapai 106 orang dan tersebar di delapan rumah sakit. Pemerintah Kota Cirebon menyatakan tidak ada pasien dalam kondisi kritis, sementara sebagian pasien telah diperbolehkan pulang.
Data lanjutan masih diperlukan untuk memastikan jumlah pasien yang tetap dirawat, jumlah pasien yang sudah pulang, serta rincian sebaran korban di seluruh rumah sakit.
Hasil pemeriksaan laboratorium juga menjadi informasi penting untuk memastikan penyebab kejadian yang diduga berkaitan dengan konsumsi MBG di wilayah Kalijaga, Kota Cirebon.

Aninggelldivita merupakan jurnalis dan editor Warta Bela Negara yang berdedikasi menyajikan berita akurat, berimbang, dan edukatif. Kompetensinya diperkuat dengan Sertifikasi Wartawan resmi dari Dewan Pers RI. Di luar dunia jurnalistik, ia adalah mahasiswi aktif di Fakultas Hukum dan Ilmu Komunikasi.
WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif : Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.
Diterbitkan pertama kali oleh Aninggell pukul 00:03, tanggal 21 Oktober 2026 di Warta Bela Negara - WBN.
CATATAN REDAKSI
Pemberitaan dilaksanakan dengan mengacu pada UU Pers, kaidah jurnalistik, Kode Etik Jurnalistik, dan Pedoman Pemberitaan Media Siber.
Apabila terdapat kekeliruan atau keberatan atas pemberitaan, pembaca dapat mengajukan hak jawab dan koreksi sesuai ketentuan yang berlaku.
PENERBIT
Warta Bela Negara - WBN (wartabelanegara.com)
Legalitas oleh PT Danakirti Media Groups. NIB: 2801220007313 · KBLI: 58130, 63122, 63912.




