WASHINGTON, 31 Juli 2026 – Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan udara berskala besar ke sejumlah wilayah di Iran dengan menghantam puluhan target militer. Operasi tersebut dilakukan sebagai respons atas serangan rudal Iran yang sebelumnya mengarah ke pasukan Amerika di Timur Tengah. Presiden Donald Trump menegaskan Washington akan membalas setiap ancaman terhadap kepentingan negaranya.
Trump Tegaskan AS Akan Membalas Iran
Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat tidak akan tinggal diam setelah Iran meluncurkan rudal balistik yang mengancam pasukan AS di kawasan Timur Tengah. Menurut Trump, sistem pertahanan Amerika hanya memiliki waktu beberapa menit untuk mencegat rudal yang datang.
“Kita akan menyerang mereka dengan keras. Mereka akan dihajar habis-habisan,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.
Trump juga menyebut Iran telah mengetahui bahwa respons militer Amerika akan segera dilakukan setelah serangan rudal tersebut.
Puluhan Target Militer Iran Digempur
Seorang pejabat Amerika Serikat menyatakan operasi militer tersebut menyasar berbagai fasilitas militer dan lokasi strategis di Iran.
Laporan media Iran menyebut ledakan terdengar di sejumlah wilayah selatan negara itu, termasuk Pulau Qeshm dan Provinsi Bushehr. Di Pulau Qeshm, warga melaporkan sebuah rudal menghantam kawasan permukiman, sementara ledakan juga terdengar di sekitar wilayah yang menjadi lokasi pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr.
Hingga kini belum ada konfirmasi independen mengenai tingkat kerusakan maupun jumlah korban dari lokasi-lokasi yang menjadi sasaran serangan.
Operasi Militer Berlangsung Selama Dua Jam
Washington menyebut operasi udara tersebut berlangsung sekitar dua jam dengan sasaran puluhan titik di Iran. Pemerintah AS menyatakan serangan itu merupakan respons terhadap rudal Iran yang sebelumnya diluncurkan ke arah pasukan Amerika di Timur Tengah.
Sementara itu, media Iran melaporkan tiga anggota satu keluarga, termasuk seorang anak berusia dua tahun, tewas akibat serangan yang menghantam sebuah rumah di kawasan Chah Tangu, Pulau Qeshm. Dua anak lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Iran Kecam Serangan AS dan Arab Saudi
Kementerian Luar Negeri Iran mengecam keras serangan gabungan Amerika Serikat dan Arab Saudi terhadap kelompok bersenjata yang bersekutu dengan Teheran di Irak.
Dalam pernyataannya, pemerintah Iran menilai operasi tersebut merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan Irak serta bertentangan dengan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan hukum internasional.
Teheran juga menuduh aksi militer itu sebagai bagian dari upaya memperluas konflik di kawasan Asia Barat.
Di sisi lain, Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) di Irak mengklaim sedikitnya 20 anggotanya tewas dan 32 lainnya terluka akibat serangan udara tersebut.
Ketegangan Timur Tengah Semakin Meningkat
Serangan terbaru menambah panjang daftar eskalasi militer di Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, Iran meluncurkan rudal ke arah Yordania, sementara Arab Saudi mengaku berhasil mencegat drone yang menargetkan fasilitas minyak di wilayah timurnya.
Rangkaian aksi saling balas antara Amerika Serikat, Iran, dan kelompok-kelompok bersenjata yang didukung Teheran meningkatkan kekhawatiran masyarakat internasional terhadap potensi meluasnya konflik di kawasan. Sejumlah negara pun menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan mengedepankan jalur diplomasi guna mencegah perang yang lebih luas.
Penulis : Amanda
Amanda Putri merupakan jurnalis muda yang fokus pada isu teknologi, ekonomi, dan sosial politik. Sekaligus mahasiwa jurusan Bisnis Digital. Aktif mengikuti perkembangan berita terkini dan berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, relevan, serta adaptif terhadap tren media digital.
WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif : Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.
Diterbitkan pertama kali oleh Amanda pukul 14:32, tanggal 31 Juli 2026 di Warta Bela Negara - WBN.
CATATAN REDAKSI
Pemberitaan dilaksanakan dengan mengacu pada UU Pers, kaidah jurnalistik, Kode Etik Jurnalistik, dan Pedoman Pemberitaan Media Siber.
Apabila terdapat kekeliruan atau keberatan atas pemberitaan, pembaca dapat mengajukan hak jawab dan koreksi sesuai ketentuan yang berlaku.
PENERBIT
Warta Bela Negara - WBN (wartabelanegara.com)
Penerbit PT Danakirti Media Groups. NIB: 2801220007313 · KBLI: 58130, 63122, 63912.




