Pertahanan Keamanan dan KetertibanUtama

Profil Mayjen TNI Anggit Exton Yustiawan, Pangdam XIII/Merdeka

Aninggell
0
×

Profil Mayjen TNI Anggit Exton Yustiawan, Pangdam XIII/Merdeka

Sebarkan artikel ini
Profil Mayjen TNI Anggit Exton Yustiawan, Pangdam XIII/Merdeka
Profil Mayjen TNI Anggit Exton Yustiawan, Pangdam XIII/Merdeka

“Profil Lengkap Mayjen TNI Anggit Exton Yustiawan, Rekam Jejak Karier, Pendidikan, dan Fokus Kepemimpinan sebagai Pangdam XIII/Merdeka”

MANADO, 25 Oktober 2026 – Mayjen TNI Anggit Exton Yustiawan, S.H., M.H., resmi memulai tugas sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XIII/Merdeka setelah menerima penyerahan pasukan dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dari Mayjen TNI Mirza Agus dalam upacara di Markas Kodam XIII/Merdeka, Manado, Sulawesi Utara, Jumat (23/10/2026).

Pria Lulusan Akademi Militer (Akmil) 1995 tersebut membawa pengalaman panjang di satuan tempur, komando teritorial, lembaga pendidikan militer, hingga hubungan internasional. Dalam kepemimpinan barunya, Anggit menegaskan komitmen mengawal program strategis nasional, memperkuat profesionalisme prajurit, serta menjalankan evaluasi berkala terhadap program satuan.

1. Profil dan Biodata Mayjen TNI Anggit Exton Yustiawan

Mayjen TNI Anggit Exton Yustiawan merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang meniti karier melalui kecabangan Infanteri. Sebelum dipercaya memimpin Kodam XIII/Merdeka, ia menjabat Perwira Staf Ahli Tingkat III Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Bidang Hubungan Internasional.

Berikut biodata ringkas berdasarkan informasi yang tersedia:

  • Nama lengkap: Anggit Exton Yustiawan.
  • Pangkat: Mayor Jenderal TNI (Mayjen TNI).
  • Gelar akademik: Sarjana Hukum (S.H.) dan Magister Hukum (M.H.).
  • Tempat lahir: Malang, Jawa Timur.
  • Tanggal lahir: 24 Maret 1974.
  • Tahun masuk dan kelulusan Akmil: 1995.
  • Kecabangan: Infanteri.
  • Jabatan saat ini: Panglima Kodam XIII/Merdeka.
  • Jabatan sebelumnya: Perwira Staf Ahli Tingkat III Kasad Bidang Hubungan Internasional.
  • Istri: Ny. Vivi Inggit Exton Yustiawan.

Berdasarkan tanggal lahir tersebut, Anggit berusia 52 tahun pada Oktober 2026. Riwayat hidup yang tersedia juga mencatat pendidikan militer lanjutan yang ditempuhnya, termasuk Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) pada 2009 serta Sekolah Staf dan Komando TNI (Sesko TNI) pada 2019.

2. Pendidikan Militer dan Latar Belakang Akademis

Lulusan Akmil 1995 dari Kecabangan Infanteri

Anggit Exton Yustiawan menempuh pendidikan di Akademi Militer dan menyelesaikannya pada 1995. Setelah menjadi perwira TNI AD, ia melanjutkan pendidikan militer secara bertahap untuk mendukung pengembangan kemampuan kepemimpinan, komando, dan perencanaan operasi.

Riwayat pendidikan militer yang tercatat meliputi:

  • Akademi Militer (Akmil), 1995.
  • Susarcabif atau Kursus Perwira Cabang Infanteri, 1996.
  • Suslapaif atau pendidikan lanjutan perwira Infanteri, 2005.
  • Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), 2009.
  • Sekolah Staf dan Komando TNI (Sesko TNI), 2019.

Dalam perjalanan kariernya, Anggit juga disebut memiliki kualifikasi pendidikan khusus, antara lain Pendidikan Komando, Pendidikan Raider, dan pengalaman di satuan Taipur atau Pengintai Tempur. Riwayat tersebut berkaitan dengan pembentukan kemampuan taktis dan kepemimpinan di lingkungan satuan tempur.

Gelar Sarjana Hukum dan Magister Hukum

Di luar pendidikan militer, Anggit memiliki latar belakang akademis di bidang hukum. Ia menyandang gelar Sarjana Hukum (S.H.) dan Magister Hukum (M.H.).

Latar belakang pendidikan hukum tersebut melengkapi pengalaman militernya, khususnya ketika menjalankan tugas yang memerlukan analisis kebijakan, pemahaman regulasi, dan koordinasi antarlembaga.

Ia juga tercatat memiliki keterkaitan dengan Ikatan Alumni Lemhannas (IKAL-Lemhannas). Informasi mengenai riwayat pendidikan umum secara terperinci, termasuk nama perguruan tinggi tempat ia menyelesaikan S1 dan S2, belum tercantum lengkap dalam data yang tersedia.

3. Profil Perjalanan Karier Militer Anggit Exton Yustiawan

Karier Anggit berkembang melalui sejumlah jabatan di satuan tempur, komando kewilayahan, pendidikan militer, hingga staf pimpinan TNI AD. Pengalaman tersebut membawanya dari jabatan komandan satuan menuju jajaran perwira tinggi bintang dua.

Awal Pengabdian Anggit Exton Yustiawan di Satuan Infanteri

Anggit mengawali pengabdiannya sebagai perwira muda di lingkungan satuan Infanteri. Salah satu satuan yang tercatat dalam perjalanan awalnya adalah Batalyon Infanteri 113/Jaya Sakti di Bireuen, Aceh.

Pengalaman pada satuan tempur menjadi bagian awal perjalanan kariernya sebelum memperoleh penugasan di berbagai wilayah dan lembaga pendidikan militer.

Dalam riwayat jabatan yang tersedia, ia pernah menjabat sebagai Komandan Batalyon Infanteri 644/Walet Sakti. Dokumen riwayat hidup juga mencatat penugasan sebagai Danyonif 644/Walet Sakti pada 2010, sedangkan sumber profil lainnya menyebut periode jabatan 2012–2013. Perbedaan tahun tersebut perlu dibedakan dari tanggal penugasan yang telah terkonfirmasi melalui dokumen resmi.

Riwayat Jabatan dari Komandan Batalyon hingga Pangdam

Berikut rangkaian jabatan yang tercatat dalam perjalanan karier Anggit Exton Yustiawan:

1. Komandan Batalyon Infanteri 644/Walet Sakti

Anggit pernah menjabat Komandan Batalyon Infanteri 644/Walet Sakti, satuan di lingkungan Brigif 12/Kostrad yang dalam dokumen riwayat hidupnya tercatat berada di bawah Kodam XVII/Tpr pada masa penugasan tersebut. Sumber profil yang tersedia mencantumkan periode 2012–2013, sementara dokumen riwayat hidup menyebut penugasan Danyonif pada 2010.

2. Komandan Kodim 1205/Sintang

Pada 2014, ia tercatat menjabat Komandan Kodim 1205/Sintang di Kalimantan Barat. Jabatan komando teritorial tersebut berkaitan dengan pelaksanaan pembinaan teritorial serta koordinasi dengan unsur pemerintahan dan masyarakat di wilayah tugas.

3. Komandan Brigade Infanteri 4/Dewa Ratna

Pada 2016, Anggit dipercaya sebagai Komandan Brigade Infanteri 4/Dewa Ratna. Penugasan ini menjadi bagian dari pengalaman kepemimpinannya pada satuan tempur tingkat brigade.

4. Asisten Operasi Kasdam IV/Diponegoro

Pada 2018, ia menjabat Asisten Operasi Kepala Staf Kodam IV/Diponegoro. Posisi tersebut berkaitan dengan perencanaan dan koordinasi kegiatan operasi di lingkungan komando daerah militer.

5. Komandan Rindam XV/Pattimura

Pada periode 2021–2023, Anggit tercatat memimpin Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) XV/Pattimura. Dalam penugasan di lembaga pendidikan militer tersebut, ia berperan dalam penyelenggaraan pendidikan dan pembentukan prajurit TNI AD.

6. Wakil Komandan Politeknik Angkatan Darat

Pada 2023, ia menjabat Wakil Komandan Politeknik Angkatan Darat (Wadanpoltekad) di lingkungan Kodiklatad. Jabatan tersebut berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan dan pengembangan kemampuan sumber daya manusia TNI AD.

7. Penugasan di Denmabesad

Pada 2024, Anggit tercatat sebagai perwira menengah di Detasemen Markas Besar Angkatan Darat (Denmabesad).

8. Komandan Pusat Pendidikan Pertama Kodiklat TNI

Pada 2025, ia dipercaya menjabat Komandan Pusat Pendidikan Pertama (Danpusdikma) Kodiklat TNI. Penugasan tersebut menjadi salah satu tahap penting sebelum ia memperoleh pangkat Brigadir Jenderal TNI.

9. Perwira Staf Ahli Tingkat III Kasad Bidang Hubungan Internasional

Pada akhir 2025, Anggit mendapat penugasan sebagai Perwira Staf Ahli Tingkat III Kasad Bidang Hubungan Internasional (Hubint). Jabatan ini berkaitan dengan penyediaan telaahan dan pertimbangan strategis bagi pimpinan TNI AD dalam lingkup hubungan internasional.

10. Pangdam XIII/Merdeka

Pada Oktober 2026, Anggit dipercaya memimpin Kodam XIII/Merdeka. Penugasan tersebut menempatkannya sebagai pimpinan komando daerah militer yang memiliki tanggung jawab pertahanan wilayah dan pembinaan satuan di kawasan Sulawesi bagian utara.

4. Perjalanan Pangkat: Dari Kolonel hingga Mayor Jenderal Anggit Exton Yustiawan

Perkembangan pangkat Anggit menjadi salah satu bagian yang menonjol dalam perjalanan kariernya selama 2025–2026.

Brigadir Jenderal TNI pada 2025

Anggit memperoleh pangkat Brigadir Jenderal TNI atau bintang satu ketika dipercaya menjabat Danpusdikma Kodiklat TNI pada 2025. Jabatan tersebut menjadi salah satu penugasan yang mengantarkannya ke jajaran perwira tinggi TNI.

Mayor Jenderal TNI pada Akhir 2025

Setelah itu, ia mendapat penugasan sebagai Perwira Staf Ahli Tingkat III Kasad Bidang Hubungan Internasional dan tercatat menyandang pangkat Mayor Jenderal TNI atau bintang dua.

Dengan demikian, dalam rentang 2025–2026, Anggit mengalami perkembangan karier dari jabatan pendidikan militer menuju posisi staf ahli pimpinan TNI AD dan kemudian Pangdam XIII/Merdeka.

Perjalanan tersebut memperlihatkan pengalaman yang mencakup komando lapangan, pendidikan prajurit, perencanaan operasi, dan hubungan internasional.

5. Mayjen TNI Anggit Exton YustiawanResmi Menjadi Pangdam XIII/Merdeka pada Oktober 2026

Penugasan sebagai Pangdam XIII/Merdeka menandai babak baru dalam perjalanan dinas Anggit. Ia menggantikan Mayjen TNI Mirza Agus, yang selanjutnya mendapat penugasan di Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenkopolkam).

Rangkaian pergantian kepemimpinan berlangsung melalui dua tahapan utama.

Sertijab di Markas Besar TNI AD

Pada Jumat, 16 Oktober 2026, serah terima jabatan Pangdam XIII/Merdeka dilaksanakan di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), dipimpin Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita.

Tahapan tersebut menjadi bagian dari pergantian jabatan pimpinan Kodam XIII/Merdeka dari Mayjen TNI Mirza Agus kepada Mayjen TNI Anggit Exton Yustiawan.

Tiba di Manado pada 23 Oktober 2026

Pada Jumat, 23 Oktober 2026, Anggit bersama istrinya, Ny. Vivi Inggit Exton Yustiawan, tiba di Sulawesi Utara untuk memulai tugas di wilayah tersebut.

Kedatangan Pangdam baru disambut di Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado, oleh jajaran pejabat Kodam XIII/Merdeka bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Setelah tiba di Markas Kodam XIII/Merdeka, Anggit mengikuti tradisi Gerbang Pedang Pora dan upacara penerimaan warga baru. Dalam rangkaian tersebut, ia mencium Pataka Kodam XIII/Merdeka bertuliskan “Jaya Sakti” sebagai bagian dari tradisi satuan.

Penyerahan Pasukan dan Alutsista

Pada hari yang sama, Anggit menerima penyerahan pasukan dan alutsista dari Mayjen TNI Mirza Agus di Lapangan Markas Kodam XIII/Merdeka, Jalan 14 Februari, Kelurahan Teling Atas, Kecamatan Wanea, Kota Manado.

Upacara yang berlangsung sekitar pukul 15.40 WITA itu menjadi penanda dimulainya tanggung jawab Anggit dalam memimpin satuan jajaran Kodam XIII/Merdeka.

Penyerahan tersebut turut dihadiri Kasdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Wahyu Eko Purnomo, Irdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Esy Suharto, Kapoksahli Pangdam Brigjen TNI Saptono Syiwarudi, Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Yuri Elias Mamahi, Danrem 133/Nani Wartabone Brigjen TNI Hardo Sihotang, Danrindam XIII/Merdeka Brigjen TNI Wempi Ramandei, serta para asisten Kasdam, kepala badan pelaksana, dan komandan satuan jajaran.

Dalam kesempatan tersebut, Mirza Agus menyampaikan apresiasi kepada prajurit dan aparatur sipil negara (ASN) Kodam XIII/Merdeka atas pengabdian selama masa kepemimpinannya.

Mirza juga berpesan agar jajaran Kodam terus menjaga soliditas, mempertahankan prestasi, memelihara hubungan baik dengan masyarakat dan satuan tetangga, serta meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas.

Anggit menyatakan menerima tanggung jawab tersebut dengan tekad melanjutkan pengabdian kepada bangsa dan negara. Ia mengajak prajurit dan ASN memperkuat kebersamaan, menjaga nama baik satuan, serta meningkatkan profesionalisme.

Pada malam harinya, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan acara lepas sambut bersama Forkopimda Sulawesi Utara dan Gorontalo di Aula Grhadika Jaya Sakti.

6. Fokus Kepemimpinan: Mengawal Program Strategis Nasional

Dalam pernyataan setelah menerima penyerahan pasukan dan alutsista pada 23 Oktober 2026, Anggit menegaskan bahwa pelaksanaan tugas pokok TNI harus berjalan beriringan dengan dukungan terhadap program nasional pemerintah pusat.

Ia menyampaikan bahwa jajaran Kodam XIII/Merdeka akan berpartisipasi mengawal program-program pemerintah agar pelaksanaannya berjalan cepat dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Selain tugas pokok, ada tugas yang lebih penting juga dari itu yaitu kita mengawal program-program nasional dari pemerintah pusat,” kata Anggit setelah penyerahan pasukan dan alutsista di Manado.

Ia menjelaskan bahwa program nasional tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemaslahatan masyarakat, khususnya di Sulawesi Utara dan Gorontalo.

Anggit juga menegaskan bahwa Kodam XIII/Merdeka dan seluruh jajarannya tetap menjalankan tugas pokok sesuai amanat undang-undang, sembari berpartisipasi dalam pengawalan program nasional.

Evaluasi Program Setiap Tiga Bulan hingga Satu Semester

Selain pengawalan program pemerintah, Anggit menekankan pentingnya evaluasi terhadap pelaksanaan program di setiap satuan.

Ia menyatakan evaluasi akan dilakukan secara berkala, baik setiap tiga bulan maupun dalam rentang satu semester. Mekanisme tersebut ditujukan untuk memantau pelaksanaan program satuan dan memastikan tugas yang diberikan kepada jajaran berjalan sesuai ketentuan.

Pernyataan tersebut menjadi bagian dari arah kepemimpinan awal Anggit setelah menerima tanggung jawab sebagai Pangdam XIII/Merdeka.

Loyalitas, Soliditas, dan Profesionalisme Prajurit

Dalam amanatnya kepada prajurit dan ASN, Anggit menekankan pentingnya loyalitas, kebersamaan, soliditas, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.

Ia juga mengajak seluruh jajaran untuk meningkatkan prestasi, menjaga citra satuan, serta memperkuat semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.

Anggit menyebut tantangan tugas ke depan semakin kompleks sehingga prajurit dan ASN perlu menjaga kesiapan serta kemampuan untuk menjawab tuntutan tugas.

Ia berharap Kodam XIII/Merdeka terus berkembang menjadi satuan yang profesional, tangguh, dan dicintai rakyat.

7. Wilayah Tugas dan Peran Kodam XIII/Merdeka

Sebagai Pangdam XIII/Merdeka, Anggit memimpin komando yang memiliki peran strategis dalam pembinaan kekuatan pertahanan darat, pembinaan teritorial, dan koordinasi dengan berbagai unsur di wilayah tugasnya.

Sulawesi Utara dan Gorontalo secara khusus disebut dalam pernyataan Anggit mengenai pengawalan program nasional pada 23 Oktober 2026.

Sejumlah bahan profil juga menyebut Sulawesi Tengah sebagai bagian dari cakupan wilayah pertahanan yang dikaitkan dengan kepemimpinannya. Namun, keterangan resmi mengenai pengawalan program nasional dalam pernyataan tersebut secara spesifik menyebut Sulawesi Utara dan Gorontalo. Rincian cakupan wilayah teritorial perlu merujuk pada ketentuan organisasi TNI AD yang berlaku.

Dalam menjalankan tugas, Pangdam bertanggung jawab atas kepemimpinan satuan di bawah Kodam, pembinaan kesiapan prajurit, serta pelaksanaan tugas pertahanan sesuai kewenangan TNI AD.

Koordinasi dengan pemerintah daerah, kepolisian, dan unsur terkait juga menjadi bagian dari pelaksanaan tugas teritorial, sesuai ketentuan dan kebutuhan di wilayah masing-masing.

8. Rekam Jejak Pendidikan dan Kepemimpinan

Pengalaman Anggit Exton Yustiawan mencakup sejumlah bidang yang saling berkaitan dalam perjalanan karier militer.

Pertama, pengalaman di satuan Infanteri dan komando teritorial memberinya latar belakang kepemimpinan pada tingkat satuan tempur dan kewilayahan.

Kedua, penugasan sebagai Danrindam dan Wadanpoltekad memperluas pengalamannya di bidang pendidikan, pembentukan, dan pengembangan kemampuan prajurit.

Ketiga, jabatan Danpusdikma Kodiklat TNI menempatkannya dalam lingkungan pendidikan pertama bagi perwira TNI.

Keempat, jabatan Perwira Staf Ahli Tingkat III Kasad Bidang Hubungan Internasional menambah pengalaman di bidang telaahan strategis dan hubungan internasional.

Dengan latar belakang tersebut, penugasan sebagai Pangdam XIII/Merdeka menjadi kelanjutan dari perjalanan kariernya yang melibatkan fungsi komando, pendidikan, operasi, dan staf strategis.

9. Tantangan Awal Kepemimpinan Anggit Exton Yustiawan

Sejak menerima penyerahan pasukan dan alutsista pada 23 Oktober 2026, Anggit memulai masa kepemimpinan dengan sejumlah penekanan yang telah disampaikan secara terbuka.

Prioritas yang disebutkannya meliputi pelaksanaan tugas pokok TNI sesuai undang-undang, pengawalan program nasional pemerintah pusat, evaluasi berkala terhadap program satuan, serta penguatan profesionalisme dan soliditas prajurit.

Ia juga mengajak jajaran Kodam XIII/Merdeka menjaga hubungan baik dengan masyarakat dan mempertahankan prestasi satuan.

Penekanan tersebut menjadi gambaran awal mengenai arah kepemimpinannya. Perkembangan pelaksanaan program dan evaluasi satuan selanjutnya akan mengikuti kebijakan serta instruksi yang ditetapkan dalam struktur komando TNI AD.

Rangkuman Profil Mayjen TNI Anggit Exton Yustiawan

Mayjen TNI Anggit Exton Yustiawan merupakan perwira tinggi TNI AD lulusan Akmil 1995 yang memiliki pengalaman dalam satuan Infanteri, komando teritorial, pendidikan militer, dan staf strategis. Perjalanan kariernya membawanya melalui sejumlah jabatan, mulai dari komandan batalyon, komandan brigade, asisten operasi, komandan lembaga pendidikan, hingga Perwira Staf Ahli Tingkat III Kasad Bidang Hubungan Internasional.

Pada Oktober 2026, ia dipercaya memimpin Kodam XIII/Merdeka menggantikan Mayjen TNI Mirza Agus. Setelah menerima penyerahan pasukan dan alutsista di Manado pada 23 Oktober 2026, Anggit menegaskan komitmennya untuk melaksanakan tugas pokok TNI, mengawal program nasional, mengevaluasi program satuan secara berkala, serta menjaga profesionalisme dan soliditas prajurit.

Pernyataan tersebut menjadi landasan awal pelaksanaan tugasnya sebagai Pangdam XIII/Merdeka dalam melanjutkan kepemimpinan dan pengabdian satuan di wilayah tugasnya.

WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif :  Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.

Diterbitkan pertama kali oleh Aninggell pukul 16:32, tanggal 25 Oktober 2026 di Warta Bela Negara - WBN.

CATATAN REDAKSI

Pemberitaan dilaksanakan dengan mengacu pada UU Pers, kaidah jurnalistik, Kode Etik Jurnalistik, dan Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Apabila terdapat kekeliruan atau keberatan atas pemberitaan, pembaca dapat mengajukan hak jawab dan koreksi sesuai ketentuan yang berlaku.

PENERBIT

Warta Bela Negara - WBN (wartabelanegara.com)

Legalitas oleh PT Danakirti Media Groups. NIB: 2801220007313 · KBLI: 58130, 63122, 63912.

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas SiliwangiJenderal Suyudi Ario Seto - Menjadi Polisi Adalah Kehormatan