Bencana AlamInternasional

Topan Super Champi Membuat Situasi di Taiwan Lumpuh Total

Ano Bano
3
×

Topan Super Champi Membuat Situasi di Taiwan Lumpuh Total

Sebarkan artikel ini
Topan Super Champi Membuat Situasi di Taiwan Lumpuh
Topan Super Champi Membuat Situasi di Taiwan Lumpuh (Ilustrasi)

Topan Champi Taiwan: 900 Penerbangan Batal, 1.300 Warga Dievakuasi

TAIWAN, JUMAT, 23 OKTOBER 2026 — Topan Champi yang sebelumnya mencapai kekuatan supertopan menyebabkan sebagian besar Taiwan menghentikan aktivitas sekolah, perkantoran, dan pasar keuangan pada Jumat, 23 Oktober 2026. Otoritas meteorologi Taiwan, Central Weather Administration (CWA), mengeluarkan peringatan darat dan laut menyusul ancaman angin kencang, gelombang tinggi, serta hujan ekstrem.

Sebanyak 262 penerbangan domestik dan lebih dari 350 penerbangan internasional dibatalkan, sementara laporan Reuters menyebut satu orang meninggal dunia, 94 orang terluka, dan sekitar 1.300 warga dievakuasi.

Status Topan Champi Taiwan dan Kekuatan Angin

Topan Champi menjadi salah satu badai terkuat di Samudra Pasifik pada 2026. Sebelum mendekati Taiwan, badai ini sempat mencapai kategori supertopan dengan kecepatan angin yang sangat tinggi di sekitar pusatnya.

Kecepatan Angin dan Radius Badai

Berdasarkan data CWA yang dilaporkan pada Kamis, 22 Oktober 2026, Champi memiliki kecepatan angin maksimum berkelanjutan sekitar 184 kilometer per jam, dengan embusan mencapai 227 kilometer per jam. Radius badai mencapai sekitar 320 kilometer, cukup luas untuk memengaruhi sebagian besar wilayah Taiwan.

Dalam laporan Reuters berikutnya, ketika badai mendekati Taiwan, embusan angin di sekitar pusat Champi dilaporkan berada di kisaran 191 kilometer per jam. Perbedaan angka tersebut mencerminkan laporan pengamatan pada waktu yang berbeda.

Meski kekuatannya mulai melemah dibandingkan saat mencapai kategori supertopan, Champi tetap membawa ancaman angin kencang, hujan deras, dan gelombang laut tinggi.

Jalur Topan dan Potensi Hantaman Langsung

Pada Jumat, Champi diperkirakan melintas di dekat timur laut Taiwan. Prakiraan terbaru menyebut badai ini tidak diperkirakan menghantam langsung daratan utama Taiwan, melainkan bergerak ke utara menuju pesisir China sebelum berlanjut ke wilayah Jepang selatan.

Meski demikian, CWA memperingatkan bahwa pergerakan badai dapat melambat akibat pengaruh kondisi geografis Taiwan. Keadaan tersebut berpotensi memperpanjang periode paparan hujan lebat dan angin kencang.

Dampak Champi diperkirakan berlangsung hingga Sabtu, 24 Oktober 2026. Bahkan setelah badai menjauh, hujan lebat hingga sangat lebat masih berpotensi terjadi di Taiwan bagian utara dan tengah.

Taiwan Hentikan Aktivitas Publik, Ratusan Penerbangan Dibatalkan

Dampak Topan Champi meluas ke sektor transportasi, pendidikan, perkantoran, dan pasar keuangan. Pemerintah daerah mengambil langkah pencegahan untuk mengurangi risiko terhadap masyarakat selama badai mendekati pulau tersebut.

Lebih dari 600 Penerbangan Dibatalkan

Kementerian Perhubungan Taiwan melaporkan pembatalan seluruh 262 penerbangan domestik yang dijadwalkan pada Jumat, 23 Oktober 2026.

Selain itu, lebih dari 350 penerbangan internasional turut dibatalkan. Dengan demikian, jumlah penerbangan yang terdampak melampaui 600 penerbangan dalam satu hari.

Pembatalan tersebut mengganggu perjalanan udara dari dan menuju Taiwan. Penumpang yang memiliki jadwal penerbangan pada periode tersebut perlu memeriksa pemberitahuan resmi maskapai dan bandara masing-masing.

Sekolah, Perkantoran, dan Pasar Keuangan Ditutup

Sebagian besar kota dan kabupaten di Taiwan menghentikan kegiatan sekolah dan kerja pada Jumat. Kebijakan tersebut diberlakukan untuk mengurangi risiko perjalanan masyarakat di tengah ancaman cuaca buruk.

Kabupaten Kinmen, yang berada dekat pesisir China, menjadi salah satu wilayah yang tetap menjalankan aktivitas sekolah dan perkantoran seperti biasa. Sejumlah wilayah di Kabupaten Taitung di pulau utama Taiwan juga menjadi pengecualian terhadap penghentian aktivitas.

Pasar keuangan Taiwan turut ditutup selama satu hari. Langkah ini menjadi bagian dari penghentian aktivitas publik ketika badai diperkirakan membawa dampak luas.

Transportasi Umum Tetap Beroperasi dengan Pembatasan

Meski penerbangan mengalami pembatalan besar-besaran, tidak seluruh sistem transportasi Taiwan berhenti beroperasi.

Di Taipei, layanan transportasi umum, termasuk kereta bawah tanah, tetap berjalan dengan pengurangan layanan. Kereta berkecepatan tinggi Taiwan juga dilaporkan tetap beroperasi.

Karena itu, dampak Champi terhadap transportasi berbeda menurut moda dan wilayah, dengan gangguan terbesar yang terkonfirmasi pada penerbangan domestik dan internasional.

Korban Jiwa, Warga Terluka, dan Evakuasi

Laporan Reuters mengenai situasi menjelang dan saat Champi mendekati Taiwan menyebut satu orang meninggal dunia dan 94 orang mengalami luka-luka. Sekitar 1.300 warga juga dilaporkan telah dievakuasi dari kawasan yang berisiko.

Ancaman Gelombang Tinggi di Wilayah Pesisir

CWA memperingatkan potensi gelombang laut tinggi di sejumlah kawasan pantai. Gelombang dapat melampaui enam meter di wilayah yang terpapar badai, sehingga meningkatkan risiko bagi warga, nelayan, wisatawan, dan pengguna transportasi laut.

Sementara itu, laporan Focus Taiwan pada Kamis, 22 Oktober 2026, menyebut seorang penyelam bebas berusia 20-an tahun meninggal setelah diduga terseret arus balik ke laut lepas di perairan Xiaoliuqiu, Kabupaten Pingtung.

Peristiwa tersebut dilaporkan oleh Direktorat Jenderal Penjaga Pantai Taiwan. Hubungan langsung antara kejadian itu dan dampak Champi perlu dibedakan dari fakta bahwa badai sedang memicu peringatan cuaca serta gelombang laut di berbagai wilayah.

Sekitar 1.300 Warga Dievakuasi

Evakuasi dilakukan untuk mengurangi risiko terhadap penduduk di kawasan yang rawan terdampak hujan ekstrem dan bencana hidrometeorologi.

Laporan Reuters menyebut sekitar 1.300 warga telah dievakuasi. Namun, laporan Reuters lain pada hari yang sama menyatakan belum ada evakuasi sipil yang dilaporkan dalam pembaruan tersebut. Perbedaan pelaporan ini membuat angka evakuasi perlu dipahami berdasarkan waktu dan cakupan laporan masing-masing.

Kawasan pegunungan dan wilayah yang rawan longsor menjadi perhatian dalam persiapan menghadapi hujan deras yang diperkirakan berlangsung hingga akhir pekan.

Ancaman Hujan Ekstrem di Taipei, New Taipei, dan Yilan

Selain angin kencang, curah hujan ekstrem menjadi salah satu risiko utama yang dihadapi Taiwan selama Champi melintas di dekat pulau tersebut.

Curah Hujan Berpotensi Mencapai Satu Meter

Wilayah pegunungan di sekitar Taipei, New Taipei City, dan Yilan diperkirakan menghadapi hujan sangat lebat. Akumulasi curah hujan di sejumlah kawasan pegunungan berpotensi mencapai hingga satu meter selama periode dampak badai.

Hujan dengan intensitas tinggi meningkatkan risiko banjir, tanah longsor, dan gangguan akses jalan, khususnya di daerah berbukit serta kawasan yang memiliki riwayat bencana hidrometeorologi.

CWA juga memperingatkan bahwa hujan lebat dapat berlanjut di wilayah utara dan tengah Taiwan setelah Champi mulai menjauh.

Kesiagaan Pemerintah dan Militer

Pemerintah Taiwan meningkatkan kesiapsiagaan untuk menghadapi kemungkinan banjir bandang, longsor, dan kebutuhan penyelamatan darurat.

Laporan mengenai penanganan badai menyebut pengerahan personel serta penyiapan peralatan penyelamatan, kendaraan amfibi, dan perahu untuk mendukung operasi darurat. Kawasan pesisir, termasuk Suao di Kabupaten Yilan, menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian karena terpapar ancaman angin dan gelombang laut.

Presiden Lai Ching-te sebelumnya mengimbau masyarakat untuk menghindari kawasan pantai dan pegunungan serta mengutamakan keselamatan selama periode cuaca ekstrem.

Imbauan bagi Warga dan Pekerja Migran Indonesia di Taiwan

Masyarakat Indonesia, termasuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berada di Taiwan, perlu memperhatikan peringatan cuaca dan informasi keselamatan yang dikeluarkan otoritas setempat.

Warga diimbau untuk tetap berada di dalam rumah atau tempat perlindungan yang aman, menjauhi kawasan pantai, tidak mendekati gelombang tinggi, serta menghindari daerah pegunungan yang berisiko longsor.

PMI juga perlu memantau pemberitahuan darurat melalui ponsel, mengikuti arahan pemerintah daerah, dan memeriksa informasi resmi terkait transportasi maupun aktivitas kerja.

Dampak cuaca buruk diperkirakan berlangsung sepanjang Jumat hingga Sabtu, 24 Oktober 2026. Meski Champi diprakirakan bergerak menjauh dari Taiwan menuju kawasan Jepang selatan, hujan lebat dan kondisi laut berbahaya masih berpotensi terjadi setelah pusat badai melintas.

WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif :  Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.

Diterbitkan pertama kali oleh Ano Bano pukul 12:28, tanggal 23 Oktober 2026 di Warta Bela Negara - WBN.

CATATAN REDAKSI

Pemberitaan dilaksanakan dengan mengacu pada UU Pers, kaidah jurnalistik, Kode Etik Jurnalistik, dan Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Apabila terdapat kekeliruan atau keberatan atas pemberitaan, pembaca dapat mengajukan hak jawab dan koreksi sesuai ketentuan yang berlaku.

PENERBIT

Warta Bela Negara - WBN (wartabelanegara.com)

Legalitas oleh PT Danakirti Media Groups. NIB: 2801220007313 · KBLI: 58130, 63122, 63912.

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas SiliwangiJenderal Suyudi Ario Seto - Menjadi Polisi Adalah Kehormatan