Trending Viral

Viral Bayi 9 Bulan Wenwen Merangkak Naik Gunung

Ano Bano
2
×

Viral Bayi 9 Bulan Wenwen Merangkak Naik Gunung

Sebarkan artikel ini
Viral Bayi 9 Bulan Wenwen Merangkak Naik Gunung
Viral Bayi 9 Bulan Wenwen Merangkak Naik Gunung

CHINA, 10 OKTOBER 2026 — Wenwen, bayi laki-laki berusia sembilan bulan asal Provinsi Hubei, China, menjadi sorotan internasional setelah video dirinya merangkak menaiki tangga batu di kawasan wisata pegunungan viral di media sosial. Aksi tersebut memicu perdebatan tentang pola asuh, perkembangan anak, dan keselamatan bayi.

Kronologi Bayi 9 Bulan Wenwen Merangkak Naik Gunung

Peristiwa yang menarik perhatian publik ini terjadi ketika keluarga Wenwen berwisata ke Gunung Qinglong di Jiangxia, Wuhan, China. Dalam rekaman yang beredar, bayi tersebut terlihat merangkak menggunakan kedua tangan dan lutut untuk menaiki anak tangga di jalur pegunungan.

Wenwen mengenakan pelindung lutut selama melakukan aktivitas tersebut. Sementara itu, ibunya berjalan sangat dekat di belakang untuk mengawasi pergerakannya. Sejumlah pengunjung yang berada di lokasi juga terlihat memperhatikan aksi bayi tersebut.

Video itu kemudian menyebar luas di media sosial dan menarik perhatian pengguna internet dari berbagai negara.

Menurut laporan media internasional yang terbit pada awal Oktober 2026, rekaman tersebut meraih sekitar 200.000 tanda suka dan 17.000 komentar di sebuah platform video pendek. Jumlah interaksi tersebut memperlihatkan besarnya perhatian publik terhadap cara keluarga itu memperkenalkan aktivitas luar ruangan kepada anak mereka.

Wenwen Belajar Merangkak Sejak Usia 6 Bulan

Kebiasaan Beraktivitas di Luar Rumah

Ayah Wenwen, yang bermarga Huang, menjelaskan bahwa kemampuan anaknya merangkak terbentuk melalui proses perkembangan yang berlangsung sejak beberapa bulan sebelumnya.

Wenwen mulai belajar merangkak ketika berusia sekitar enam bulan. Orang tuanya membiasakan dia merangkak di permukaan datar di taman dekat tempat tinggal mereka.

Ketika memasuki usia delapan bulan, Wenwen mulai mahir merangkak naik dan turun tangga di lingkungan tempat tinggalnya. Kemampuan tersebut menjadi salah satu pertimbangan orang tuanya ketika memutuskan mengajak sang anak berwisata ke kawasan pegunungan.

Huang dan istrinya diketahui menyukai kegiatan luar ruangan atau outdoor. Mereka juga memperhatikan bahwa Wenwen cenderung gelisah apabila terlalu lama berada di dalam rumah.

Menurut penjelasan sang ayah, tujuan membawa Wenwen ke gunung bukan untuk menjalani latihan fisik yang berat, melainkan memberinya kesempatan bergerak, bereksplorasi, dan menyalurkan energinya.

Pengalaman Pertama Wenwen Mendaki Gunung

Perjalanan tersebut menjadi pengalaman pertama Wenwen mengikuti aktivitas pendakian gunung bersama keluarganya.

Huang mengatakan bahwa setelah kegiatan itu, suasana hati anaknya membaik dan Wenwen lebih mudah tertidur. Ia menggambarkan pengalaman tersebut sebagai aktivitas yang memberikan energi positif bagi anaknya.

Meski demikian, pernyataan tersebut merupakan pengalaman yang disampaikan orang tua Wenwen dan bukan bukti bahwa pendakian gunung memberikan manfaat kesehatan yang sama bagi semua bayi.

Orang Tua Wenwen Perhatikan Keselamatan

Dalam video yang beredar, ibu Wenwen terlihat berjalan dekat di belakang anaknya selama proses menaiki tangga.

Selain pengawasan langsung, Wenwen juga mengenakan pelindung lutut atau kneepads. Perlengkapan tersebut dimaksudkan untuk melindungi lututnya ketika bersentuhan dengan permukaan tangga yang keras dan kasar.

Wenwen terlihat tenang selama merangkak. Perhatiannya sesekali tertuju pada lingkungan sekitar, termasuk bunga dan pepohonan di sepanjang jalur.

Namun, penggunaan pelindung lutut dan pendampingan orang tua tidak menghilangkan seluruh risiko. Bayi tetap berpotensi terpeleset, terjatuh, mengalami benturan, atau memasukkan benda asing yang ditemukan di permukaan tanah ke dalam mulut.

Karena itu, keselamatan anak tetap menjadi perhatian utama dalam aktivitas luar ruangan yang melibatkan bayi.

Video Wenwen Picu Perdebatan Pola Asuh

Netizen Khawatir terhadap Risiko Pendakian

Sebagian pengguna media sosial mempertanyakan keputusan orang tua Wenwen yang membiarkan bayi berusia sembilan bulan merangkak menaiki tangga batu di kawasan pegunungan.

Mereka menilai aktivitas tersebut memiliki risiko yang perlu diperhitungkan, terutama karena kemampuan menjaga keseimbangan, koordinasi gerak, dan respons bayi terhadap bahaya masih berkembang.

Kekhawatiran lainnya mencakup kemungkinan jatuh dari tangga, luka pada tangan atau lutut, paparan serangga, serta perubahan cuaca selama berada di luar ruangan.

Sebagian komentar mempertanyakan apakah aktivitas tersebut sesuai dengan usia Wenwen atau justru berpotensi memberikan risiko yang tidak perlu.

Sebagian Netizen Memuji Kebebasan Eksplorasi

Di sisi lain, banyak pengguna media sosial memberikan tanggapan positif terhadap video tersebut.

Mereka mengagumi ketangkasan Wenwen dan menilai orang tuanya memberikan kesempatan kepada anak untuk mengenal lingkungan sejak dini.

Ada pula komentar yang menyebut Wenwen sebagai orang yang benar-benar mendaki gunung menggunakan tangan dan kaki. Ungkapan tersebut menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap aksi bayi itu.

Sebagian pendukung juga menilai pengalaman di alam terbuka dapat menjadi kesempatan bagi anak untuk mengeksplorasi lingkungan dengan pendampingan orang tua.

Meski demikian, dukungan terhadap eksplorasi anak tidak berarti setiap aktivitas berisiko sesuai untuk semua bayi. Kebutuhan perkembangan dan tingkat kemampuan setiap anak berbeda.

Bagaimana Perkembangan Bayi Usia 9 Bulan?

Kemampuan Wenwen merangkak menaiki tangga menarik perhatian karena memperlihatkan keterampilan motorik yang tidak biasa dalam situasi tersebut.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau CDC mencantumkan sejumlah tonggak perkembangan yang umumnya terlihat pada bayi berusia sembilan bulan. Di antaranya adalah kemampuan duduk tanpa bantuan, berpindah ke posisi duduk sendiri, serta memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lainnya.

Merangkak juga merupakan bagian dari perkembangan gerak bayi, meskipun kemampuan dan waktu pencapaiannya dapat berbeda pada setiap anak.

CDC menekankan bahwa tonggak perkembangan merupakan panduan untuk memantau kemampuan anak, bukan dasar untuk membandingkan seluruh bayi secara kaku.

Informasi perkembangan tersebut dapat dibaca melalui panduan tonggak perkembangan bayi usia sembilan bulan dari CDC.

Eksplorasi Harus Disertai Pengawasan

Orang tua dapat memberikan kesempatan kepada bayi untuk berlatih bergerak dan mengenal lingkungan melalui kegiatan yang sesuai dengan tahap perkembangannya.

Namun, tangga merupakan salah satu area yang berpotensi menimbulkan cedera apabila bayi tidak diawasi. American Academy of Pediatrics melalui situs edukasinya, HealthyChildren.org, mengingatkan orang tua agar tidak membiarkan bayi bermain di tangga tanpa pengawasan langsung.

Informasi keselamatan tersebut dapat dibaca melalui panduan aktivitas motorik bayi usia 8–12 bulan.

Dalam aktivitas di luar rumah, orang tua perlu mempertimbangkan kondisi jalur, kemiringan tangga, permukaan yang licin, suhu lingkungan, ketersediaan tempat beristirahat, serta kemampuan untuk segera mengangkat bayi apabila muncul bahaya.

Pengawasan langsung tetap diperlukan meskipun bayi sudah terampil merangkak dan menggunakan perlengkapan pelindung.

Keluarga Wenwen Berencana Melanjutkan Aktivitas Luar Ruangan

Setelah video tersebut menjadi perhatian publik, keluarga Huang menyampaikan rencana untuk terus mengajak Wenwen melakukan kegiatan mendaki setiap dua minggu.

Mereka juga berencana memperkenalkan aktivitas berkemah kepada anaknya pada kesempatan berikutnya.

Orang tua Wenwen turut menyarankan keluarga lain yang ingin mengajak bayi beraktivitas di kawasan pegunungan agar mengutamakan keselamatan. Mereka menyarankan memilih kawasan dengan jalur yang landai, menyiapkan perlengkapan pelindung, dan memastikan anak selalu berada dalam pengawasan orang dewasa.

Dalam laporan yang beredar, mereka juga menyarankan agar setidaknya tiga orang dewasa mendampingi kegiatan tersebut sehingga perhatian terhadap bayi dapat diberikan secara lebih optimal.

Rencana keluarga itu tetap menjadi bagian dari pilihan pengasuhan mereka. Keluarga lain perlu menyesuaikan aktivitas dengan usia, kondisi, dan kebutuhan masing-masing anak.

Kisah Wenwen dan Perdebatan tentang Pola Asuh Anak

Video Wenwen memperlihatkan bagaimana sebuah pengalaman keluarga dapat berkembang menjadi perbincangan internasional tentang pengasuhan dan keselamatan anak.

Di satu sisi, kesempatan bereksplorasi merupakan bagian dari proses anak mengenal lingkungan. Di sisi lain, aktivitas fisik perlu disesuaikan dengan kemampuan dan tingkat risiko yang dapat dihadapi bayi.

Kisah ini juga menunjukkan bahwa kemampuan seorang anak melakukan gerakan tertentu tidak otomatis menjadikan aktivitas tersebut aman untuk dilakukan berulang kali atau ditiru oleh semua keluarga.

Bagi orang tua, memberikan ruang untuk bereksplorasi dan memastikan keselamatan bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan. Keduanya dapat berjalan bersama melalui pengawasan, pemilihan lingkungan yang sesuai, dan pertimbangan terhadap tahap perkembangan anak.

WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif :  Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.

Diterbitkan pertama kali oleh Ano Bano Jam 18:01 Tanggal 10 Oktober 2026 di Warta Bela Negara - WBN.

DARI REDAKSI

Kegiatan jurnalistik mengacu pada UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, Berbadan Hukum : Pasal 1 angka 2, Pasal 9 ayat (2) , termasuk Pasal 4 ayat (3) kemerdekaan pers, Pasal 6 peranan pers, dan Pasal 8 perlindungan wartawan menjalankan tugas dan Peraturan Dewan Pers No. 5/Peraturan-DP/IV/2008 tentang Perlindungan Profesi Wartawan.

Catatan : Dalam Melaksanakan Tugas Wartawan Kami Dilengkapi ID Card Resmi dan memilki Barcode yang terhubung pada database atau teregistrasi di box redaksi

Tim Redaksi memeriksa setiap artikel yang dipublikasi sesuai : Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber.

SANGAHAN

Pembaca berhak memperoleh informasi yang tepat, akurat dan benar serta dapat menggunakan hak jika ada keberatan dan koreksi melalui : Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai ketentuan UU Pers dan mekanisme yang berlaku.

Penerbit

Warta Bela Negara - WBN
Situs: wartabelanegara.com

Legal

Danakirti Media News
Nomor: AHU-0017454.AH.01.01.

Bisnis

Danakirti Media Groups
Nomor: AHU-0005878.AH.01.01-2022
NIB: 2801220007313
NPWP: 63.108.079.3-002.000
KBLI: 58130, 63122, 63912