Berita Daerah

Sayembara Duta Baca Kabupaten Garut 2026 Meriah, Dorong Budaya Literasi dan Gemar Membaca

Taufik Hidayat
×

Sayembara Duta Baca Kabupaten Garut 2026 Meriah, Dorong Budaya Literasi dan Gemar Membaca

Sebarkan artikel ini

 

GARUT 25-juni-2026), Sayembara Duta Baca Kabupaten Garut Tahun 2026 yang digelar di Gedung Pemuda Garut pada Kamis, 25 Juni 2026 berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Kegiatan ini diikuti oleh pelajar dari berbagai sekolah menengah serta mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Kabupaten Garut.

Ketua Pelaksana Sayembara Duta Baca Kabupaten Garut 2026, Jaki M. Rais, mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Garut, bahkan dihadiri langsung oleh perwakilan Bupati dan Wakil Bupati Garut.

“Alhamdulillah, kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Garut. Kehadiran perwakilan Bupati dan Wakil Bupati menjadi bukti bahwa program literasi merupakan salah satu perhatian penting pemerintah daerah. Kegiatan ini juga merupakan program unggulan yang bertujuan menyebarluaskan semangat literasi kepada seluruh lapisan masyarakat,” ujar Jaki.

Ia menjelaskan bahwa Sayembara Duta Baca tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana kampanye literasi agar budaya membaca semakin tumbuh di tengah masyarakat. Menurutnya, kehadiran para Duta Baca diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih mencintai buku dan meningkatkan kemampuan literasi.

Jaki menambahkan, setelah dilakukan evaluasi pasca kegiatan, para peserta terbaik nantinya akan mendapatkan pembinaan lanjutan dan berkesempatan mewakili Kabupaten Garut pada tingkat yang lebih tinggi. Program tersebut akan didukung melalui kolaborasi berbagai pihak, mulai dari komunitas literasi, media, dunia usaha, hingga program beasiswa kepenulisan dan kursus pengembangan diri.

“Kami ingin membangun sistem kolaborasi yang kuat. Nantinya para Duta Baca terbaik akan mendapat dukungan dari berbagai komunitas, pelatihan kepenulisan, beasiswa kursus, serta berbagai program pengembangan kapasitas lainnya. Harapannya mereka dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Jaki juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Garut, KNPI Kabupaten Garut, media massa, komunitas literasi, serta seluruh masyarakat Kabupaten Garut yang telah memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan positif ini. Kehadiran dan dukungan semua pihak sangat membantu kami dalam menyebarluaskan kampanye literasi kepada masyarakat,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan Sayembara Duta Baca tidak hanya menjadi euforia sesaat karena adanya hadiah atau penghargaan, tetapi mampu menjadi motivasi berkelanjutan bagi generasi muda untuk terus berkarya dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Semoga kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. Kami berharap para peserta semakin termotivasi untuk memberikan dampak positif melalui berbagai aktivitas literasi dan menjadi inspirasi bagi lingkungan sekitarnya,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Garut, H. Totong, mengaku sangat terkesan dengan kualitas para peserta yang mengikuti Sayembara Duta Baca tahun ini.

“Saya melihat hasilnya luar biasa. Kita ingin mendorong anak-anak muda agar aktif memanfaatkan media sosial untuk hal-hal yang positif, salah satunya dengan mengembangkan literasi dan budaya gemar membaca. Mereka nantinya bisa turun langsung ke sekolah-sekolah, taman bacaan masyarakat, maupun desa-desa untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya literasi,” jelasnya.

Menurut H. Totong, literasi saat ini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup literasi digital, literasi keuangan, dan berbagai aspek kehidupan lainnya yang sangat dibutuhkan masyarakat di era modern.

Ia menyoroti masih banyaknya masyarakat yang menjadi korban pinjaman online ilegal maupun perjudian online akibat rendahnya pemahaman literasi digital dan keuangan.

“Banyak persoalan sosial yang muncul karena rendahnya tingkat literasi. Misalnya masyarakat yang terjebak pinjaman online atau judi online karena kurang memahami risiko dan dampaknya. Oleh karena itu, literasi menjadi benteng penting bagi masyarakat agar lebih cerdas dalam mengambil keputusan,” tegasnya.

Lebih lanjut, H. Totong menegaskan bahwa peningkatan budaya literasi dan kegemaran membaca merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Garut di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Garut. Melalui berbagai program perpustakaan dan literasi, pemerintah berupaya meningkatkan indeks literasi masyarakat sekaligus menumbuhkan budaya membaca sejak usia dini.

“Program literasi masyarakat dan peningkatan tingkat kegemaran membaca merupakan bagian dari visi Pemerintah Kabupaten Garut. Kami berharap melalui kegiatan seperti Sayembara Duta Baca ini, semangat membaca dan belajar dapat terus tumbuh sehingga tercipta masyarakat Garut yang lebih cerdas, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan zaman,” pungkasnya.

Sayembara Duta Baca Kabupaten Garut 2026 menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah, komunitas, media, dan masyarakat mampu menghadirkan gerakan literasi yang positif. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi agenda berkelanjutan yang melahirkan generasi muda inspiratif serta memperkuat budaya membaca di Kabupaten Garut.(opx)

WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif :  Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.

Official Content: wartabelanegara.com | Hash: a6c12e144128c3d16e4aa3d2c64b224b | 2026

Sayembara Duta Baca Kabupaten Garut 2026 Meriah, Dorong Budaya Literasi dan Gemar Membaca

Dibuat oleh Taufik Hidayat pada 20:41 WIB, 25 Juni 2026

Konten artikel berita ini telah melalui proses verifikasi sesuai standar jurnalistik oleh Tim Redaksi untuk memastikan informasi yang akurat dan berimbang.

INFORMASI HUKUM & ETIKA JURNALISTIK:

Karya jurnalistik ini diproduksi dengan tunduk pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dan Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Sesuai Pasal 1 butir 11 UU Pers, kami menyediakan ruang Hak Jawab bagi pihak yang merasa dirugikan.