PROBOLINGGO, 17 Oktober 2026 — Tragedi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menewaskan empat orang yang terlibat dalam upaya pemadaman pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Para korban terdiri atas petugas taman nasional dan relawan dari lingkungan perhotelan yang terjebak kobaran api serta asap tebal ketika berusaha mengendalikan kebakaran.
Satu orang lainnya mengalami luka bakar serius dan menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran dan kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam peristiwa tersebut.
Kronologi Karhutla Bromo yang Menewaskan Empat Orang
Kebakaran terjadi di kawasan TNBTS, tepatnya di sekitar Pusung Lingker, Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Kobaran api yang membesar di tengah kondisi vegetasi kering dan angin kencang menyulitkan upaya pemadaman oleh tim gabungan.
Peristiwa ini menjadi tragedi serius dalam penanganan karhutla di kawasan konservasi Gunung Bromo. Petugas dan relawan yang awalnya berupaya menyekat api justru terjebak ketika kobaran api menyebar dengan cepat.
Api Bermula dari Lahan Masyarakat
Kebakaran dilaporkan mulai muncul pada 14 Oktober 2026 dari lahan masyarakat sebelum merembet ke kawasan taman nasional. Kondisi vegetasi yang mengering dan tiupan angin memperbesar risiko penyebaran api.
Pada Kamis, 15 Oktober 2026, tim gabungan yang terdiri atas petugas TNBTS, anggota Masyarakat Peduli Api (MPA), serta karyawan hotel bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.
Sebanyak 12 orang terlibat dalam tim tersebut. Mereka berupaya mengendalikan kobaran api agar tidak meluas ke bagian kawasan lainnya.
Angin Kencang Membuat Api Cepat Menyebar
Sekitar pukul 13.30 WIB, situasi di lapangan memburuk ketika kobaran api menyebar dengan cepat. Tiupan angin memperbesar jangkauan api, sementara asap tebal menyulitkan pergerakan petugas.
Sejumlah personel yang berada di luar zona bahaya menerima panggilan darurat dari rekan mereka yang terjebak di tengah kobaran api. Kondisi medan yang curam dan sulit dijangkau kendaraan membuat proses penyelamatan tidak dapat dilakukan dengan mudah.
Tim penyelamat kemudian berupaya mencapai lokasi untuk mengevakuasi para korban. Tiga orang ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan tiga lainnya mengalami luka bakar serius.
Satu korban yang mengalami luka bakar akhirnya meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan medis di RSUD Tongas, Kabupaten Probolinggo.
Dengan demikian, jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi empat orang.
Evakuasi Korban Terkendala Medan Terjal
Proses evakuasi berlangsung dalam kondisi medan pegunungan yang sulit. Kendaraan tidak dapat menjangkau titik kejadian sehingga petugas harus menggotong korban menggunakan tandu sejauh kurang lebih dua kilometer menuju lokasi yang memungkinkan untuk penanganan lebih lanjut.
Seluruh korban kemudian dievakuasi. Enam anggota tim lainnya berhasil keluar dari situasi berbahaya tanpa mengalami luka, sedangkan dua korban yang mengalami luka bakar serius dirujuk ke Surabaya.
Identitas Empat Korban Meninggal Dunia
Empat orang meninggal dunia dalam tragedi pemadaman karhutla Bromo. Mereka berasal dari unsur petugas taman nasional dan relawan yang ikut membantu penanganan kebakaran.
1. Sukaris
Sukaris merupakan pegawai di lingkungan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS). Ia dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian saat menjalankan tugas pemadaman kebakaran.
2. Hendra Rony Wagiyanata
Hendra Rony Wagiyanata merupakan petugas yang terlibat dalam penanganan karhutla di kawasan Bromo. Ia sempat dievakuasi dalam kondisi mengalami luka bakar serius dan mendapatkan perawatan di RSUD Tongas.
Namun, nyawanya tidak tertolong. Hendra meninggal dunia setelah menjalani penanganan medis pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Sukaris dan Hendra merupakan dua ASN yang gugur ketika menjalankan tugas di kawasan taman nasional.
3. Wisnu Yuda Pratama
Wisnu Yuda Pratama merupakan relawan yang bekerja di lingkungan Hotel Artotel Bromo. Ia turut membantu upaya pemadaman kebakaran dan ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian.
4. Sefriel Ardiansyah
Sefriel Ardiansyah juga merupakan karyawan hotel yang ikut membantu pemadaman sebagai relawan. Ia menjadi salah satu korban yang meninggal dunia setelah terjebak kobaran api.
Keempat korban tersebut gugur ketika membantu upaya pengendalian kebakaran di kawasan konservasi Gunung Bromo.
Dua Korban Luka Bakar Serius Dirawat di Surabaya
Selain empat korban meninggal dunia, dua orang lainnya mengalami luka bakar serius dan dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Kedua korban tersebut adalah:
– **Munawi**, anggota Masyarakat Peduli Api yang terlibat dalam pemadaman karhutla.
– **Suraji**, karyawan hotel yang turut membantu upaya pemadaman.
Keduanya sebelumnya mendapatkan penanganan awal di RSUD Tongas sebelum dirujuk ke Surabaya pada Kamis malam, 15 Oktober 2026.
Penanganan di RSUD Dr. Soetomo dilakukan karena kedua korban membutuhkan perawatan lanjutan akibat luka bakar serius. Hingga informasi terakhir yang terkonfirmasi pada 16 Oktober 2026, keduanya masih menjalani perawatan intensif.
Pemerintah Berikan Penghargaan kepada Dua ASN yang Gugur
Pemerintah menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya empat orang dalam tragedi karhutla Bromo. Perhatian khusus diberikan kepada dua ASN yang gugur saat menjalankan tugas di lingkungan BBTNBTS.
Kepala Badan Kepegawaian Negara, Zudan Arif Fakrulloh, menyampaikan bahwa kedua ASN tersebut mendapatkan hak kepegawaian sesuai ketentuan yang berlaku.
Hak yang disiapkan bagi keluarga korban meliputi:
– Kenaikan pangkat anumerta setingkat lebih tinggi.
– Hak pensiun janda atau duda bagi yang memenuhi persyaratan.
– Santunan kematian akibat kecelakaan kerja.
– Uang duka tewas.
– Biaya pemakaman.
– Bantuan beasiswa bagi ahli waris sesuai ketentuan.
Pemberian hak tersebut merupakan bentuk penghargaan negara atas pengabdian aparatur yang meninggal dunia ketika menjalankan tugas.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Probolinggo menyatakan akan memberikan perhatian terhadap penanganan medis korban yang selamat. Dukungan tersebut ditujukan agar para korban mendapatkan perawatan yang dibutuhkan.
Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Bromo
Kepolisian Daerah Jawa Timur bersama jajaran Polres Probolinggo melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kebakaran dan kronologi yang mengakibatkan empat orang meninggal dunia.
Penyelidikan mencakup pengumpulan bukti serta pemeriksaan terhadap saksi, termasuk korban yang selamat. Polisi juga mendalami keadaan yang menyebabkan sejumlah personel terjebak ketika kobaran api membesar.
Penyidik turut menelusuri kemungkinan adanya unsur kelalaian atau pelanggaran hukum dalam peristiwa tersebut.
Namun, hingga perkembangan terakhir yang terkonfirmasi pada 16 Oktober 2026, belum ada kesimpulan resmi mengenai penyebab pasti kebakaran maupun penetapan pihak yang bertanggung jawab atas kematian para korban.
Karena itu, penyebab awal api dan kemungkinan adanya pelanggaran prosedur keselamatan masih menjadi bagian dari proses penyelidikan.
Kementerian Kehutanan Perkuat Operasi Penanganan Karhutla
Kementerian Kehutanan menyampaikan duka cita atas meninggalnya empat petugas dan relawan dalam upaya pemadaman di kawasan Bromo. Tragedi tersebut sekaligus menjadi pengingat mengenai tingginya risiko operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan.
Pemerintah menekankan pentingnya keselamatan personel dalam setiap kegiatan penanganan karhutla. Faktor yang perlu diperhatikan meliputi perkembangan arah dan kecepatan angin, kondisi vegetasi, jalur evakuasi, komunikasi antarpersonel, serta penilaian risiko sebelum dan selama operasi berlangsung.
Penguatan operasi penanganan karhutla juga menjadi perhatian agar upaya pemadaman dapat berjalan dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan keselamatan petugas.
Dalam situasi kebakaran yang melibatkan angin kencang serta medan pegunungan, perubahan arah api dapat meningkatkan risiko bagi personel yang berada di dekat titik kebakaran. Karena itu, pemantauan kondisi lapangan dan kesiapan evakuasi menjadi bagian penting dalam operasi pemadaman.
Tragedi Bromo Menjadi Pengingat Risiko Pemadaman Karhutla
Kebakaran di kawasan TNBTS memperlihatkan bahwa operasi pemadaman karhutla memiliki risiko tinggi, terutama ketika api bergerak cepat di tengah vegetasi kering dan kondisi cuaca yang tidak mendukung.
Selain menimbulkan korban jiwa, kebakaran hutan juga berpotensi merusak vegetasi dan ekosistem kawasan konservasi. Upaya penanganan tidak hanya membutuhkan personel yang memadai, tetapi juga koordinasi, peralatan, pemantauan perkembangan api, dan jalur penyelamatan yang dapat digunakan dalam keadaan darurat.
Tragedi yang menewaskan empat orang ini menempatkan keselamatan petugas dan relawan sebagai salah satu persoalan penting dalam penanganan kebakaran hutan.
Hingga 17 Oktober 2026, perkembangan yang telah terkonfirmasi mencakup empat korban meninggal dunia, dua korban luka bakar serius yang menjalani perawatan di Surabaya, pemenuhan hak kepegawaian bagi dua ASN yang gugur, serta penyelidikan kepolisian terhadap penyebab kebakaran.
Masyarakat masih menunggu hasil penyelidikan untuk mengetahui secara pasti bagaimana kebakaran bermula, mengapa api dapat mengepung tim pemadam, dan apakah terdapat pelanggaran prosedur yang berkontribusi terhadap jatuhnya korban jiwa.

Ano Bano merupakan jurnalis investigasi yang fokus pada isu hukum, hankamtibmas, dan keterbukaan informasi publik. Memiliki sertifikasi Kompetensi Wartawan Dewan Pers, Investigasi Tempo Institue. Berkomitmen menyajikan karya jurnalisme Profesional
WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif : Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.
Diterbitkan pertama kali oleh Ano Bano pukul 13:52, tanggal 17 Oktober 2026 di Warta Bela Negara - WBN.
CATATAN REDAKSI
Pemberitaan dilaksanakan dengan mengacu pada UU Pers, kaidah jurnalistik, Kode Etik Jurnalistik, dan Pedoman Pemberitaan Media Siber.
Apabila terdapat kekeliruan atau keberatan atas pemberitaan, pembaca dapat mengajukan hak jawab dan koreksi sesuai ketentuan yang berlaku.
PENERBIT
Warta Bela Negara - WBN (wartabelanegara.com)
Legalitas oleh PT Danakirti Media Groups. NIB: 2801220007313 · KBLI: 58130, 63122, 63912.






