NasionalOlahraga

Achmad Resal Kena Sanksi Berlapis, Total Denda Komdis PSSI Capai Rp537,5 Juta

Ano Bano
2
×

Achmad Resal Kena Sanksi Berlapis, Total Denda Komdis PSSI Capai Rp537,5 Juta

Sebarkan artikel ini
Achmad Resal Didenda, Komdis PSSI Jatuhkan Sanksi Baru
Achmad Resal Didenda, Komdis PSSI Jatuhkan Sanksi Baru (Ilustrasi)

JAKARTA, Sabtu, 17 Oktober 2026 — Direktur Teknik Java United FC, Achmad Resal Octavian, kembali dijatuhi sanksi oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI setelah tercatat melanggar larangan memasuki stadion dalam tiga pertandingan Elite Pro Academy (EPA) ONE 2026/2027 pada 3–4 Oktober 2026.

Setiap pelanggaran berujung teguran keras dan denda Rp12,5 juta, sehingga sanksi tambahan mencapai Rp37,5 juta. Jika digabungkan dengan hukuman awal akibat tindakan diskriminatif terhadap jajaran Persija Jakarta, total denda personal Achmad Resal mencapai Rp537,5 juta, disertai skorsing 10 pertandingan yang harus dijalani.

Achmad Resal Kembali Disanksi Komdis PSSI

Sanksi tambahan terhadap Achmad Resal dijatuhkan setelah laporan pertandingan mencatat kehadirannya di area terlarang ketika menjalani masa hukuman dari Komdis PSSI.

Pelanggaran tersebut terjadi dalam kompetisi kelompok umur yang diikuti tim Java United FC, yakni EPA ONE U-20, U-16, dan U-18. Ketiga kejadian berlangsung pada 3 dan 4 Oktober 2026.

Dalam keputusan disiplin yang dipublikasikan pada Oktober 2026, Komdis PSSI menjatuhkan teguran keras dan denda Rp12,5 juta untuk masing-masing pelanggaran.

Dengan demikian, hukuman tambahan yang harus ditanggung Achmad Resal mencapai Rp37,5 juta. Angka tersebut menambah denda Rp500 juta yang sebelumnya dijatuhkan akibat tindakan diskriminatif dalam pertandingan Java United FC melawan Persija Jakarta pada 19 September 2026.

Kasus ini menjadi perhatian karena pelanggaran lanjutan berkaitan dengan ketidakpatuhan terhadap keputusan disiplin yang telah dijatuhkan sebelumnya.

Kronologi Kasus Awal Diskriminasi terhadap Persija Jakarta

Kasus yang menjerat Achmad Resal bermula dalam pertandingan pekan ketiga kompetisi Super League 2026/2027 antara Persija Jakarta dan Java United FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Sabtu, 19 September 2026.

Persija Jakarta memenangi pertandingan dengan skor 1-0. Namun, pertandingan tersebut juga diwarnai ketegangan di sekitar bangku cadangan kedua tim.

Achmad Resal, yang menjabat Direktur Teknik Java United FC, terekam mendekati bangku cadangan Persija Jakarta dan melontarkan ucapan yang merujuk pada status pihak lawan sebagai pendatang.

Ucapan yang terdengar dalam rekaman tersebut berbunyi, “Kamu di sini itu pendatang! Ini daerah saya.”

Perkataan tersebut memicu dugaan tindakan diskriminatif terhadap pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, yang berasal dari Korea Selatan. Persoalan itu kemudian dilaporkan untuk diproses melalui mekanisme disiplin PSSI.

Komdis PSSI menjatuhkan denda Rp500 juta

Pada 24 September 2026, Komdis PSSI menjatuhkan sanksi kepada Achmad Resal berdasarkan Pasal 60 ayat (1) huruf a dan b Kode Disiplin PSSI Tahun 2025.

Sanksi awal tersebut terdiri atas:

– Skorsing selama 10 pertandingan, berupa larangan mendampingi tim.
– Larangan memasuki stadion selama satu pertandingan resmi.
– Denda finansial sebesar Rp500 juta.

Keputusan itu berkaitan dengan tindakan diskriminatif yang dinilai melanggar ketentuan mengenai penghormatan terhadap ras, bangsa, bahasa, dan asal-usul seseorang.

Hukuman tersebut juga memuat peringatan bahwa pengulangan pelanggaran dapat berakibat pada sanksi yang lebih berat.

Tiga Pelanggaran Achmad Resal dalam EPA ONE 2026/2027

Setelah hukuman awal dijatuhkan, laporan pertandingan mencatat Achmad Resal kembali berada di area yang dibatasi selama masa sanksi. Tiga kejadian tersebut berlangsung dalam pertandingan kelompok umur pada 3 dan 4 Oktober 2026.

1. Sabtu, 3 Oktober 2026: Pertandingan EPA U-20

Dalam pertandingan EPA ONE U-20 2026/2027 antara Java United FC U-20 dan Bhayangkara Presisi Lampung FC U-20, Achmad Resal tercatat berada di area lapangan pertandingan.

Kehadirannya dinilai tidak mematuhi keputusan disiplin sebelumnya yang melarangnya memasuki stadion selama masa hukuman yang berlaku.

Atas pelanggaran tersebut, Komdis PSSI menjatuhkan teguran keras dan denda Rp12,5 juta.

2. Minggu, 4 Oktober 2026: Pertandingan EPA U-16

Pelanggaran berikutnya terjadi dalam pertandingan EPA ONE U-16 2026/2027 antara Java United FC U-16 dan Bhayangkara Presisi Lampung FC U-16.

Dalam laporan pertandingan, Achmad Resal disebut memasuki ruang ganti tim Java United U-16 dan berada di area pinggir lapangan saat pertandingan dimulai.

Tindakan tersebut dinilai melanggar larangan memasuki stadion yang sebelumnya telah dijatuhkan kepadanya.

Komdis PSSI kembali memberikan teguran keras dan menjatuhkan denda Rp12,5 juta.

3. Minggu, 4 Oktober 2026: Pertandingan EPA U-18

Pada hari yang sama, pelanggaran serupa kembali tercatat dalam pertandingan EPA ONE U-18 2026/2027 antara Java United FC U-18 dan Bhayangkara Presisi Lampung FC U-18.

Achmad Resal dilaporkan berada di area lapangan pertandingan meskipun masih menjalani hukuman disiplin.

Untuk kejadian ketiga ini, Komdis PSSI kembali menjatuhkan teguran keras dan denda Rp12,5 juta.

Dengan tiga keputusan tersebut, total denda tambahan mencapai Rp37,5 juta.

Rincian Akumulasi Denda dan Sanksi Achmad Resal

Akumulasi hukuman terhadap Achmad Resal terdiri atas sanksi awal terkait tindakan diskriminatif dan tiga sanksi tambahan akibat pelanggaran larangan memasuki stadion.

Jenis pelanggaranSanksiDenda
Tindakan diskriminatif dalam laga Persija vs Java United, 19 September 2026Skorsing 10 pertandingan dan larangan memasuki stadion selama 1 pertandinganRp500.000.000
Pelanggaran dalam EPA U-20, 3 Oktober 2026Teguran kerasRp12.500.000
Pelanggaran dalam EPA U-16, 4 Oktober 2026Teguran kerasRp12.500.000
Pelanggaran dalam EPA U-18, 4 Oktober 2026Teguran kerasRp12.500.000
TOTALSkorsing 10 pertandingan dan 3 teguran kerasRp537.500.000

Berdasarkan perhitungan tersebut, total denda personal Achmad Resal mencapai Rp537,5 juta. Nilai ini merupakan gabungan denda awal Rp500 juta dan tiga denda tambahan masing-masing Rp12,5 juta.

Perlu dibedakan bahwa total tersebut merupakan akumulasi sanksi terhadap Achmad Resal, bukan keseluruhan denda yang dibebankan kepada Java United FC dalam rangkaian kasus keributan pertandingan melawan Persija Jakarta.

Skorsing 10 Pertandingan Tetap Menjadi Kewajiban

Selain denda finansial, Achmad Resal tetap harus menjalani skorsing 10 pertandingan yang dijatuhkan dalam perkara awal.

Skorsing tersebut membatasi keterlibatannya dalam mendampingi tim selama periode hukuman. Sementara itu, larangan memasuki stadion merupakan pembatasan tersendiri yang menjadi dasar penjatuhan sanksi tambahan dalam tiga pertandingan EPA.

Perbedaan kedua jenis hukuman ini penting karena larangan memasuki stadion tidak sama dengan larangan mendampingi tim dari area teknis. Dalam keputusan tambahan, Komdis PSSI secara khusus menyebut ketidakpatuhan terhadap larangan memasuki stadion.

Tiga sanksi baru tersebut juga memperlihatkan bahwa pelanggaran terhadap keputusan disiplin dapat diproses secara terpisah berdasarkan kejadian dan laporan pertandingan masing-masing.

Dampak Kasus terhadap Java United FC

Kasus Achmad Resal menambah persoalan disiplin yang dihadapi Java United FC setelah pertandingan melawan Persija Jakarta pada September 2026.

Dalam rangkaian keputusan sebelumnya, Java United FC juga menerima sejumlah sanksi atas insiden yang terjadi dalam pertandingan tersebut. Total denda terhadap klub dalam rangkaian kasus itu dilaporkan mencapai Rp760 juta, termasuk denda terhadap sejumlah ofisial dan sanksi lain yang dijatuhkan Komdis PSSI.

Namun, angka Rp760 juta tersebut berbeda dari akumulasi denda personal Achmad Resal sebesar Rp537,5 juta. Kedua nilai tersebut tidak boleh dijumlahkan begitu saja karena denda personal merupakan bagian dari rangkaian sanksi yang berkaitan dengan kasus pertandingan tersebut.

Perkara ini sekaligus menempatkan kepatuhan terhadap keputusan Komdis PSSI sebagai persoalan penting bagi ofisial klub. Keputusan disiplin tidak hanya berkaitan dengan tindakan ketika pertandingan berlangsung, tetapi juga kewajiban mematuhi pembatasan yang ditetapkan selama masa hukuman.

Bagaimana Status Sanksi Achmad Resal per 17 Oktober 2026?

Hingga Sabtu, 17 Oktober 2026, perkembangan yang terkonfirmasi dalam rangkaian keputusan disiplin tersebut mencakup tiga sanksi tambahan atas pelanggaran yang terjadi pada 3–4 Oktober 2026.

Rinciannya adalah tiga teguran keras dan total denda tambahan Rp37,5 juta. Jika digabungkan dengan denda awal Rp500 juta, akumulasi denda personal mencapai Rp537,5 juta.

Sementara itu, skorsing 10 pertandingan dari perkara awal tetap menjadi bagian dari hukuman yang harus dijalani.

Pelanggaran berulang ini berpotensi menjadi pertimbangan dalam penanganan disiplin berikutnya apabila terdapat kejadian serupa. Namun, ancaman hukuman tertentu, termasuk larangan beraktivitas seumur hidup, tidak dapat dinyatakan sebagai keputusan resmi tanpa adanya ketentuan atau putusan tertulis yang secara tegas menetapkannya.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa keputusan disiplin sepak bola harus dipatuhi oleh setiap pihak yang terikat di dalamnya. Selain konsekuensi finansial, ketidakpatuhan terhadap pembatasan yang telah ditetapkan dapat memunculkan perkara disiplin baru dan memperpanjang persoalan yang sebelumnya telah diputuskan.

WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif :  Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.

Diterbitkan pertama kali oleh Ano Bano pukul 13:26, tanggal 17 Oktober 2026 di Warta Bela Negara - WBN.

CATATAN REDAKSI

Pemberitaan dilaksanakan dengan mengacu pada UU Pers, kaidah jurnalistik, Kode Etik Jurnalistik, dan Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Apabila terdapat kekeliruan atau keberatan atas pemberitaan, pembaca dapat mengajukan hak jawab dan koreksi sesuai ketentuan yang berlaku.

PENERBIT

Warta Bela Negara - WBN (wartabelanegara.com)

Legalitas oleh PT Danakirti Media Groups. NIB: 2801220007313 · KBLI: 58130, 63122, 63912.

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas SiliwangiJenderal Suyudi Ario Seto - Menjadi Polisi Adalah Kehormatan