“KM Virgo: Jejak Penemuan 80 Korban, dari Bangkai Kapal hingga Pesisir Kalteng”
BANJARMASIN, 3 OKTOBER 2026 — Sebanyak 80 korban meninggal KM Virgo Transport 8 telah ditemukan hingga hari ke-20 operasi SAR. Lokasi penemuan tersebar mulai dari bangkai kapal di dasar Laut Jawa, perairan sekitar lokasi kecelakaan, hingga pesisir Kalimantan Tengah yang berjarak jauh dari titik tenggelamnya kapal.
80 Korban Meninggal Telah Ditemukan
Operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 terus berlangsung setelah kapal tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa.
Hingga Jumat, 2 Oktober 2026, Basarnas mencatat 80 korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara itu, 108 orang ditemukan selamat dan 55 korban lainnya masih dalam pencarian dari total 243 orang dalam manifes kapal.
Dari 80 korban meninggal tersebut, lokasi penemuannya tidak hanya berada di bangkai KM Virgo. Sebagian ditemukan oleh penyelam dari badan kapal yang berada di dasar laut, sedangkan korban lainnya ditemukan melalui penyisiran permukaan laut dan wilayah pesisir Kalimantan Tengah.
Basarnas belum menerbitkan satu rekap resmi yang membagi seluruh 80 korban secara kumulatif berdasarkan tiga kategori, yakni dalam bangkai kapal, di tengah laut, dan di pantai.
Karena itu, lokasi berikut disusun berdasarkan laporan penemuan yang secara eksplisit disebutkan oleh Basarnas dan unsur SAR gabungan.
Penemuan Korban dari Bangkai KM Virgo
Bangkai KM Virgo menjadi salah satu lokasi utama pencarian korban. Kapal yang tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa, berada di dasar laut dan menjadi lokasi penyelaman tim SAR gabungan.
Dalam beberapa tahap operasi, penyelam berhasil menemukan sejumlah korban dari bagian dalam badan kapal.
Pada Jumat, 25 September 2026, misalnya, lima korban berhasil dievakuasi penyelam gabungan dari bangkai kapal. Kelima jenazah kemudian dibawa ke KN SAR Kamajaya dan KRI Gusti Ngurah Rai. Selanjutnya, jenazah direncanakan dievakuasi melalui udara menggunakan Helikopter HR-3601 menuju Lanud Syamsudin Noor.
Temuan dari bangkai kapal terus bertambah dalam operasi penyelaman berikutnya.
Berdasarkan rangkaian laporan penemuan yang secara eksplisit menyebut korban ditemukan dari dalam badan atau bangkai kapal, terdapat sedikitnya 37 jenazah yang dapat ditelusuri berasal dari lokasi bangkai kapal.
Namun, angka tersebut perlu dipahami sebagai akumulasi temuan yang disebut secara eksplisit dalam laporan operasi, bukan angka rekap lokasi resmi yang diterbitkan Basarnas untuk seluruh 80 korban.
Jalur Evakuasi dari Bangkai Kapal
Korban yang ditemukan penyelam dari bangkai kapal tidak langsung dibawa semuanya ke rumah sakit.
Dalam beberapa operasi, jenazah terlebih dahulu dibawa ke kapal SAR atau kapal TNI AL yang berada di sekitar lokasi pencarian.
Salah satu pola evakuasinya adalah:
Bangkai KM Virgo → KN SAR Kamajaya/KRI → helikopter → Lanud Syamsudin Noor → RS Bhayangkara Banjarmasin.
Pola tersebut digunakan untuk mempercepat pemindahan jenazah dari lokasi kecelakaan yang berada jauh di laut menuju pusat penanganan korban di Banjarmasin.
Korban Juga Ditemukan di Perairan Kalimantan Tengah
Selain penyelaman di lokasi bangkai kapal, operasi SAR diperluas ke perairan Kalimantan Tengah.
Perluasan wilayah pencarian dilakukan setelah sejumlah korban ditemukan jauh dari titik tenggelamnya KM Virgo.
Pada 25 September, misalnya, lima korban ditemukan di Kalimantan Tengah. Tiga korban ditemukan di sekitar Sungai Cabang PT Kumai Sentosa, Kabupaten Sukamara, sedangkan dua lainnya ditemukan di Sandurian, Kabupaten Seruyan.
Korban dari wilayah tersebut kemudian dievakuasi menuju RSUD Sukamara dan selanjutnya direncanakan dibawa ke RS Bhayangkara Banjarmasin.
Sukamara Menjadi Salah Satu Wilayah Temuan Penting
Kabupaten Sukamara menjadi salah satu wilayah yang beberapa kali melaporkan penemuan korban.
Pada 26 September, tujuh jenazah ditemukan dari wilayah perairan Kalimantan Tengah. Rinciannya terdiri atas empat korban di Kabupaten Sukamara, dua di Kabupaten Seruyan, dan satu di Kabupaten Kotawaringin Barat.
Polda Kalsel kemudian menyiagakan pengawalan khusus untuk kendaraan yang membawa jenazah dari Kalimantan Tengah menuju Banjarmasin.
Jenazah dibawa melalui jalur darat melewati Palangka Raya, kemudian memasuki Kalimantan Selatan melalui Kabupaten Barito Kuala dan selanjutnya menuju RS Bhayangkara Banjarmasin.
Penemuan Korban di Pesisir Kalimantan Tengah
Seiring berjalannya operasi SAR, pencarian juga dilakukan di sepanjang pesisir Kalimantan Tengah.
Wilayah yang menjadi lokasi penemuan meliputi Sukamara, Seruyan, dan Kotawaringin Barat.
Pada 30 September, tim SAR darat menemukan empat jenazah di wilayah Kalimantan Tengah.
Salah satunya ditemukan di Pantai Lunci, Kabupaten Sukamara, pada pukul 02.07 WITA. Jenazah tersebut kemudian dibawa ke RSUD Kabupaten Sukamara untuk penanganan dan identifikasi lebih lanjut.
Tim SAR selanjutnya memperkuat penyisiran di sekitar lokasi penemuan tersebut.
Seruyan hingga Tanjung Puting
Pada 1 Oktober, pencarian kembali menghasilkan temuan di wilayah perairan Tanjung Puting hingga Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan.
Lima jenazah ditemukan di sejumlah titik. Dua di antaranya sebelumnya telah ditemukan dan dibungkus menggunakan kantung jenazah oleh Tim SAR Kabupaten Seruyan.
Tim gabungan kemudian melakukan evakuasi menggunakan Rigid Buoyant Boat atau RBB milik Pos Basarnas Pangkalan Bun.
Kelima jenazah dibawa dari lokasi penemuan menuju Pelabuhan Panglima Utar Kumai, Kotawaringin Barat. Tim bertolak dari lokasi sekitar pukul 16.00 WIB.
Setelah tiba di Kumai, jenazah diserahkan untuk penanganan lebih lanjut dan direncanakan dibawa menuju Pos Induk SAR di Banjarmasin.
6 Jenazah Dievakuasi dari Pangkalan Bun ke Banjarmasin
Pada 2 Oktober, enam jenazah yang diduga merupakan korban KM Virgo kembali dievakuasi dari Kalimantan Tengah.
Lima jenazah ditemukan di kawasan pantai Tanjung Puting, Kabupaten Kotawaringin Barat, sedangkan satu jenazah lainnya ditemukan di pantai Kabupaten Sukamara.
Keenam jenazah tersebut kemudian dibawa ke wilayah Pangkalan Bun.
Sebelum diterbangkan ke Banjarmasin, jenazah menjalani penanganan awal di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun dan ditempatkan di fasilitas pendingin.
Selanjutnya, keenam jenazah dibawa menuju Lanud Iskandar di Pangkalan Bun.
Dari Lanud Iskandar, Basarnas menggunakan helikopter untuk menerbangkan keenam jenazah menuju Banjarmasinuntuk diserahkan kepada Polda Kalimantan Selatan dan menjalani proses identifikasi lebih lanjut.
Mengapa Korban Bisa Ditemukan Jauh dari Lokasi Kapal?
Penemuan korban hingga wilayah pesisir Kalimantan Tengah menunjukkan bahwa pencarian tidak dapat hanya berfokus pada titik tenggelamnya kapal.
Komandan Lanud Iskandar Letkol Pnb Nugroho Tri Widyanto menjelaskan bahwa jarak lokasi temuan dengan titik kejadian diduga berkaitan dengan arus laut.
Menurut keterangannya, arus dari arah tenggara bergerak menuju wilayah pesisir Kalimantan Tengah. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat korban dapat ditemukan jauh dari lokasi tenggelamnya KM Virgo di perairan Masalembo.
Karena itu, wilayah operasi SAR kemudian mencakup laut, perairan sekitar Kalimantan Tengah, hingga garis pantai.
Peta Jalur Penemuan dan Evakuasi Korban
Jika disederhanakan berdasarkan rangkaian laporan operasi, terdapat beberapa jalur utama penemuan dan evakuasi.
Jalur 1: Bangkai Kapal
Bangkai KM Virgo di Laut Jawa → kapal SAR/TNI AL → helikopter → Lanud Syamsudin Noor → Banjarmasin.
Jalur ini digunakan untuk korban yang ditemukan penyelam dari bangkai kapal.
Jalur 2: Perairan Kalimantan Tengah
Lokasi temuan di perairan Kalteng → kapal/RBB atau unsur SAR → Pelabuhan Panglima Utar Kumai atau fasilitas kesehatan setempat → Banjarmasin.
Jalur tersebut digunakan dalam sejumlah penemuan di wilayah Sukamara, Seruyan dan sekitarnya.
Jalur 3: Pesisir Kalimantan Tengah
Pantai/pesisir → tim SAR darat/laut → RSUD setempat atau Pelabuhan Kumai → Pangkalan Bun → Banjarmasin.
Jalur ini terlihat pada penemuan korban di Pantai Lunci, Tanjung Puting dan wilayah pesisir lainnya.
RS Bhayangkara Banjarmasin Menjadi Pusat Identifikasi
Setelah melalui berbagai jalur evakuasi, Banjarmasin menjadi salah satu pusat penanganan korban.
Jenazah yang telah dievakuasi kemudian menjalani proses identifikasi oleh Tim DVI Polda Kalimantan Selatan bersama Mabes Polri.
Pada 2 Oktober 2026, DVI kembali mengidentifikasi 12 korban, sehingga total korban meninggal yang telah teridentifikasi mencapai 63 orang. Dengan 80 korban meninggal yang ditemukan, masih terdapat 17 jenazah yang belum teridentifikasi.
<h2>Data Penemuan Korban KM Virgo per 3 Oktober 2026</h2>
| Status | Jumlah |
|---|---|
| Total manifes | 243 orang |
| Ditemukan selamat | 108 orang |
| Ditemukan meninggal | 80 orang |
| Total telah ditemukan | 188 orang |
| Jenazah telah teridentifikasi | 63 orang |
| Jenazah belum teridentifikasi | 17 orang |
| Masih dalam pencarian | 55 orang |
Data tersebut merupakan perkembangan operasi SAR hingga hari ke-20, Jumat, 2 Oktober 2026.
Lokasi Penemuan Korban KM Virgo yang Tercatat
Berdasarkan laporan operasi SAR yang telah dipublikasikan, lokasi penemuan korban mencakup:
Lokasi kecelakaan dan bangkai kapal
- Perairan Masalembo, Laut Jawa
- Bangkai KM Virgo di dasar laut
Wilayah perairan Kalimantan Tengah
- Kabupaten Sukamara
- Kabupaten Seruyan
- Kabupaten Kotawaringin Barat
Wilayah pesisir
- Pantai Lunci, Sukamara
- Desa Sungai Tabuk, Sukamara
- Desa Sungai Raja, Kecamatan Jelai, Sukamara
- Sungai Cabang PT Kumai Sentosa, Sukamara
- Sandurian, Seruyan
- Sungai Teruntum, Seruyan
- Tanjung Puting
- Sungai Perlu dan wilayah sekitarnya.
Evakuasi Masih Berlanjut
Meskipun 80 korban meninggal telah ditemukan, operasi SAR belum selesai. Basarnas masih melakukan penyisiran di laut dan pesisir Kalimantan Tengah untuk mencari 55 korban yang belum ditemukan.
Pada saat yang sama, proses identifikasi terhadap 17 jenazah yang belum diketahui identitasnya masih dilakukan oleh Tim DVI.
Dengan demikian, operasi KM Virgo kini berjalan dalam dua jalur utama: pencarian korban yang masih hilang serta identifikasi dan penanganan jenazah yang telah ditemukan.
Penyebaran lokasi temuan dari bangkai kapal di Laut Jawa hingga pesisir Kalimantan Tengah juga membuat proses evakuasi melibatkan banyak unsur, mulai dari penyelam, kapal SAR, TNI AL, Polairud, tim SAR darat, rumah sakit daerah, hingga dukungan helikopter Basarnas.
WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif : Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.
Diterbitkan pertama kali oleh Fahria Alfiano Jam 01:35 Tanggal 03 Oktober 2026 di Warta Bela Negara - WBN.
DARI REDAKSI
Kegiatan jurnalistik mengacu pada UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, Berbadan Hukum : Pasal 1 angka 2, Pasal 9 ayat (2) , termasuk Pasal 4 ayat (3) kemerdekaan pers, Pasal 6 peranan pers, dan Pasal 8 perlindungan wartawan menjalankan tugas dan Peraturan Dewan Pers No. 5/Peraturan-DP/IV/2008 tentang Perlindungan Profesi Wartawan.
Catatan : Dalam Melaksanakan Tugas Wartawan Kami Dilengkapi ID Card Resmi dan memilki Barcode yang terhubung pada database atau teregistrasi di box redaksi
Tim Redaksi memeriksa setiap artikel yang dipublikasi sesuai : Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber.
SANGAHAN
Pembaca berhak memperoleh informasi yang tepat, akurat dan benar serta dapat menggunakan hak jika ada keberatan dan koreksi melalui : Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai ketentuan UU Pers dan mekanisme yang berlaku.
Penerbit
Warta Bela Negara - WBN
Situs: wartabelanegara.com
Legal
PT Danakirti Media News
Nomor: AHU-0017454.AH.01.01.
Bisnis
PT Danakirti Media Groups
Nomor: AHU-0005878.AH.01.01-2022
NIB: 2801220007313
NPWP: 63.108.079.3-002.000
KBLI: 58130, 63122, 63912



