JAKARTA, 2 OKTOBER 2026 — Jenderal Suyudi Ario Seto resmi menjadi Kapolri setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Kamis (1/10/2026). Di balik jabatan tersebut, terdapat kisah masa muda yang kembali viral, ketika Suyudi tercatat sebagai semifinalis Cover Boy ’88 Majalah MODE.
Presiden Prabowo Lantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri
Perjalanan Suyudi Ario Seto mencapai puncak karier di Korps Bhayangkara ditandai dengan pelantikan sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Presiden Prabowo Subianto melantik Suyudi bersama Komisaris Jenderal Polisi Wahyu Hadiningrat yang dipercaya sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri). Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta.
Sebelum pelantikan, Suyudi terlebih dahulu mendapatkan persetujuan DPR RI setelah menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR. Dalam Rapat Paripurna ke-8 DPR Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027, pengangkatannya sebagai Kapolri disetujui secara aklamasi.
Dengan keputusan tersebut, Suyudi menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai orang nomor satu di institusi Polri.
Sisi Lain Suyudi Ario Seto: Pernah Jadi Semifinalis Cover Boy
Jauh sebelum mengenakan seragam kepolisian dan menyandang pangkat jenderal, nama Suyudi Ario Seto ternyata pernah muncul dalam sebuah ajang pencarian Cover Boy pada era 1980-an.
Jejak tersebut kembali menjadi perhatian publik setelah arsip Majalah MODE edisi 30 Mei 1988 beredar di media sosial. Dalam halaman kompetisi Cover Boy ’88, nama Suyudi Ario Seto tercatat sebagai salah satu peserta yang berhasil masuk jajaran semifinalis.
Arsip tersebut menyebut redaksi menerima sebanyak 8.345 pelamar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 60 peserta kemudian dipilih sebagai semifinalis Cover Boy ’88.

Foto hitam-putih yang memperlihatkan sosok Suyudi saat masih remaja itu kembali viral di media sosial setelah namanya resmi menjadi Kapolri. Warganet menyoroti perubahan penampilannya dari peserta ajang Cover Boy era 1980-an hingga kini menjadi jenderal polisi bintang empat.
Dalam arsip tersebut, Suyudi tercatat sebagai peserta nomor 22. Foto masa mudanya kemudian menjadi salah satu potongan perjalanan hidup yang ikut mengiringi pemberitaan mengenai pelantikannya sebagai Kapolri pada 1 Oktober 2026.
Nama Suyudi tercantum sebagai peserta nomor 22. Pada saat itu, ia masih berstatus sebagai pelajar SMP Negeri 70 Jakarta. Data yang tercetak dalam arsip majalah juga mencantumkan tinggi badan 171 sentimeter dan berat 52 kilogram.
Foto lawas tersebut kemudian kembali viral bersamaan dengan pelantikan Suyudi sebagai Kapolri. Perjalanan puluhan tahun membuat publik membandingkan sosok remaja dalam majalah era 1980-an dengan jenderal polisi yang kini memegang tongkat komando tertinggi Polri.
Bukan Pemenang, Melainkan Semifinalis
Informasi mengenai posisi Suyudi dalam ajang tersebut penting diluruskan. Arsip Majalah MODE yang dikutip sejumlah media menyebut Suyudi sebagai salah satu dari 60 semifinalis Cover Boy ’88.
Dengan demikian, penyebutan Suyudi sebagai “pemenang Cover Boy” atau “juara Cover Boy 1988” tidak sesuai dengan keterangan arsip yang beredar. Istilah yang lebih tepat adalah semifinalis Cover Boy ’88.
Foto Lawas Mempertemukan Suyudi dengan Candy Satrio
Hal lain yang membuat arsip tersebut semakin menarik adalah keberadaan aktor Candy Satrio dalam halaman yang sama.
Candy Satrio merupakan salah satu peserta yang juga terpilih dalam ajang Cover Boy MODE 1988. Puluhan tahun kemudian, setelah Suyudi dilantik sebagai Kapolri, Candy mengunggah kembali kenangan tersebut melalui media sosial.
Dalam unggahannya, Candy menyampaikan ucapan selamat kepada Suyudi dan mengenang bahwa mereka pernah berada dalam satu angkatan Cover Boy.
“Satu angkatan. 35 tahun yang lalu. Selamat pak jenderal,” tulis Candy dalam unggahan yang kemudian diberitakan media.
Foto tersebut memberikan gambaran berbeda mengenai sosok Suyudi sebelum perjalanan panjangnya di institusi kepolisian. Namun, setelah masa remaja itu, jalur kariernya justru berbelok ke dunia kepolisian.
Dari Akpol 1994 hingga Dunia Reserse
Suyudi Ario Seto lahir di Pandeglang, Banten, pada 14 Juli 1973. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1994.
Setelah menyelesaikan pendidikan kepolisian, perjalanan karier Suyudi banyak bersinggungan dengan fungsi reserse dan kriminal. Ia juga menempuh pendidikan lanjutan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 2003 dan Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri pada 2018.
Sejumlah jabatan operasional kemudian dijalaninya, termasuk di lingkungan Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri.
Dalam perjalanan kariernya, Suyudi pernah dipercaya menjadi Kapolres Majalengka pada 2014, Kapolres Bogor pada 2015, serta Kapolres Metro Jakarta Pusat pada 2017.
Kariernya kemudian berkembang ke tingkat yang lebih tinggi. Ia pernah menduduki posisi strategis di bidang reserse, termasuk Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
Pada 2023, Suyudi dipercaya menjadi Wakapolda Metro Jaya. Setahun kemudian, ia ditunjuk sebagai Kapolda Banten.
Dari Kapolda Banten ke Kepala BNN
Babak penting lainnya dalam karier Suyudi terjadi ketika ia meninggalkan jabatan Kapolda Banten dan dipercaya memimpin Badan Narkotika Nasional (BNN).
Suyudi menjabat Kepala BNN sejak 25 Agustus 2025. Penugasan tersebut memperluas pengalaman Suyudi dari penanganan perkara kriminal dan kepolisian kewilayahan ke bidang pemberantasan peredaran narkotika.
Salah satu perkara besar yang ditangani BNN pada masa kepemimpinannya adalah pengungkapan penyelundupan sekitar dua ton sabu dari kapal Sea Dragon Tarawa di perairan Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, pada Mei 2025.
Dalam laporan akhir tahun BNN, pengungkapan tersebut disebut sebagai salah satu kasus penyitaan narkotika terbesar dalam sejarah pemberantasan narkoba di Indonesia. BNN juga mencatat penangkapan sejumlah buronan yang berkaitan dengan jaringan peredaran narkotika internasional.
Suyudi Juga Menyandang Gelar Doktor Honoris Causa
Selain perjalanan panjang di kepolisian, Suyudi memperoleh gelar Doktor Honoris Causa bidang Ilmu Hukum dari Universitas Tarumanagara pada 31 Januari 2026.
Penganugerahan tersebut diberikan dalam sidang terbuka senat universitas. Universitas Tarumanagara menyebut penghargaan itu berkaitan dengan kontribusi Suyudi dalam bidang penegakan hukum, pengabdian kepada masyarakat, serta upaya pemberantasan narkotika.
Gelar tersebut melengkapi pendidikan formal yang telah ditempuh Suyudi, termasuk gelar S.I.K., S.H., dan M.Si.
Perjalanan 38 Tahun dari Majalah MODE ke Istana Negara
Arsip Cover Boy ’88 memberikan potongan kecil dari kehidupan Suyudi ketika masih menjadi pelajar. Namun, karier setelahnya menunjukkan jalur yang berbeda sama sekali.
Dari peserta semifinalis ajang majalah remaja, Suyudi kemudian memasuki Akademi Kepolisian, menjalani berbagai penugasan reserse, memimpin sejumlah kepolisian resor, menduduki jabatan di Polda Metro Jaya dan Polda Banten, kemudian dipercaya memimpin BNN.
Pada 1 Oktober 2026, perjalanan tersebut sampai pada jabatan tertinggi di institusi Polri setelah Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Kapolri.
Dalam keterangan setelah mendapat persetujuan DPR, Suyudi menyampaikan terima kasih kepada Presiden, pimpinan DPR, Komisi III, masyarakat dan seluruh anggota Polri. Ia juga menyatakan pentingnya membangun sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pers, untuk menyampaikan informasi yang jernih kepada masyarakat.
Presiden Prabowo kemudian menyebut langkah awal Suyudi sebagai Kapolri akan mencakup konsolidasi internal sekaligus evaluasi terhadap berbagai program yang telah berjalan. Suyudi juga menyampaikan prioritas mengenai pelayanan publik, penegakan hukum yang adil dan kedekatan dengan masyarakat.
Dari Cover Boy ke Tongkat Komando Polri
Kisah Suyudi Ario Seto menunjukkan adanya dua potongan kehidupan yang terpaut hampir empat dekade. Pada 1988, namanya tercatat dalam arsip kompetisi Cover Boy MODE sebagai salah satu semifinalis. Pada 2026, namanya tercatat dalam sejarah institusi kepolisian sebagai Kapolri.
Foto hitam-putih dari majalah lama tersebut kini menjadi bagian menarik dari perjalanan publik seorang perwira tinggi Polri. Di balik seragam dan pangkat jenderal, arsip itu memperlihatkan bahwa Suyudi pernah menjalani masa remaja seperti peserta lain dalam kompetisi majalah sebelum akhirnya memilih jalur pengabdian di kepolisian. (FAAL)
WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif : Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.
Diterbitkan pertama kali oleh Fahria Alfiano Jam 09:27 Tanggal 02 Oktober 2026 di Warta Bela Negara - WBN.
DARI REDAKSI
Kegiatan jurnalistik mengacu pada UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, Berbadan Hukum : Pasal 1 angka 2, Pasal 9 ayat (2) , termasuk Pasal 4 ayat (3) kemerdekaan pers, Pasal 6 peranan pers, dan Pasal 8 perlindungan wartawan menjalankan tugas dan Peraturan Dewan Pers No. 5/Peraturan-DP/IV/2008 tentang Perlindungan Profesi Wartawan.
Catatan : Dalam Melaksanakan Tugas Wartawan Kami Dilengkapi ID Card Resmi dan memilki Barcode yang terhubung pada database atau teregistrasi di box redaksi
Tim Redaksi memeriksa setiap artikel yang dipublikasi sesuai : Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber.
SANGAHAN
Pembaca berhak memperoleh informasi yang tepat, akurat dan benar serta dapat menggunakan hak jika ada keberatan dan koreksi melalui : Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai ketentuan UU Pers dan mekanisme yang berlaku.
Penerbit
Warta Bela Negara - WBN
Situs: wartabelanegara.com
Legal
PT Danakirti Media News
Nomor: AHU-0017454.AH.01.01.
Bisnis
PT Danakirti Media Groups
Nomor: AHU-0005878.AH.01.01-2022
NIB: 2801220007313
NPWP: 63.108.079.3-002.000
KBLI: 58130, 63122, 63912



