Daerah

Sampah Garut menumpuk, warga terdampak asap, dan pembenahan sistem pengelolaan menjadi sorotan

Abah Rohman
11
×

Sampah Garut menumpuk, warga terdampak asap, dan pembenahan sistem pengelolaan menjadi sorotan

Sebarkan artikel ini

 

GARUT, 15 Oktober 2026 — Setelah kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Pasir Bajing di Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, berhasil ditangani hingga hampir 99 persen, pemerintah daerah mulai membuka kembali operasional lokasi tersebut sejak Rabu (14/10/2026).

Dibukanya kembali TPA Pasir Bajing menjadi angin segar bagi pelayanan kebersihan di Kabupaten Garut.

Kendaraan pengangkut sampah kini dapat kembali masuk ke lokasi pembuangan setelah sebelumnya operasional terganggu akibat kebakaran yang berlangsung sejak awal Oktober.
Namun, pemulihan tersebut belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan.

Tumpukan sampah yang sempat menggunung di sejumlah kawasan perkotaan, keluhan warga mengenai dampak asap, hingga kebutuhan pembenahan sistem pengelolaan sampah masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten Garut.

Kondisi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa persoalan sampah tidak cukup diselesaikan melalui pemadaman kebakaran dan pembukaan kembali tempat pembuangan. Diperlukan langkah berkelanjutan agar pelayanan persampahan kembali normal dan kejadian serupa tidak terulang.

Kebakaran Hampir Padam, Operasional TPA Kembali Berjalan
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyampaikan bahwa penanganan kebakaran di TPA Pasir Bajing telah mencapai hampir 99 persen. Pernyataan tersebut disampaikan pada Rabu (14/10/2026), ketika titik api dilaporkan telah jauh berkurang.

Informasi pembukaan kembali operasional TPA tersebut juga diberitakan pada Kamis (15/10/2026).

Kembalinya aktivitas pengangkutan diharapkan mempercepat proses pembersihan sampah yang tertahan selama masa penutupan. Meski demikian, pemerintah daerah tetap perlu memastikan kondisi kawasan aman dan proses pengangkutan berjalan secara bertahap.

Penanganan lanjutan juga diperlukan untuk mengantisipasi sisa titik panas, mengendalikan asap, serta mencegah munculnya kembali api di area tumpukan sampah.

Sampah Menumpuk, Aktivitas Warga Terganggu
Kebakaran TPA Pasir Bajing tidak hanya menghambat operasional tempat pemrosesan akhir, tetapi juga menimbulkan dampak berantai terhadap pelayanan kebersihan di sejumlah wilayah Garut.

Berdasarkan laporan pada 12 Oktober 2026, kebakaran mulai terjadi pada Kamis (8/10/2026). Penutupan sementara TPA menyebabkan armada pengangkut sampah tidak dapat menjalankan pelayanan sebagaimana biasanya.

Dampaknya terlihat di sejumlah titik perkotaan, antara lain Jalan Pembangunan, Jalan Cimanuk, dan Jalan Otto Iskandar Dinata. Tumpukan sampah juga dilaporkan berada di sejumlah tempat penampungan sementara di lingkungan permukiman.

Seorang pengurus RW bernama Andre, sebagaimana dikutip detikJabar, menyampaikan bahwa sampah di lingkungannya tidak diangkut sejak Rabu (7/10/2026).
Situasi tersebut memperlihatkan betapa pentingnya keberadaan sistem pengelolaan sampah yang berkesinambungan. Ketika satu fasilitas utama terganggu, pelayanan kebersihan di berbagai wilayah dapat ikut terdampak.

Tumpukan sampah yang dibiarkan terlalu lama berpotensi menimbulkan bau tidak sedap, mengganggu kenyamanan warga, dan memperburuk kondisi sanitasi lingkungan.

Dengan kembali beroperasinya TPA Pasir Bajing, masyarakat berharap armada kebersihan segera mengangkut sampah yang tertinggal sehingga aktivitas sehari-hari dapat kembali berlangsung normal.

Warga Sekitar Mengeluhkan Dampak Asap Kebakaran
Di balik upaya pemulihan operasional TPA, perhatian terhadap kesehatan warga yang tinggal di sekitar lokasi juga menjadi hal penting.

Pada Selasa (13/10/2026), Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menggelar pertemuan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan menerima audiensi warga di kawasan TPA Pasir Bajing, Jalan Warung Peuteuy, Kecamatan Banyuresmi.
Pertemuan tersebut membahas penanganan kebakaran, keluhan masyarakat, serta kebutuhan penataan TPA untuk jangka panjang.

Pemerintah daerah menyampaikan komitmen untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat secara bertahap. Dalam penanganan dampak kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan juga diminta berperan aktif membantu warga yang membutuhkan pemeriksaan dan pengobatan.

Pemkab Garut menyatakan menyiapkan jaminan biaya pengobatan bagi warga terdampak selama masa tanggap darurat. Menurut keterangan Bupati, terdapat sekitar 500 kepala keluarga di lingkungan sekitar yang menjadi perhatian dalam penanganan dampak kebakaran.

Puskesmas, Dinas Kesehatan, dan rumah sakit diharapkan dapat memberikan pelayanan sesuai kebutuhan masyarakat.
Bagi warga yang bermukim di sekitar TPA, pemulihan tidak hanya berarti api berhasil dipadamkan. Kondisi udara, keamanan lingkungan, dan kepastian pelayanan kesehatan juga menjadi bagian penting yang harus diperhatikan.

Penyebab Kebakaran Masih Menunggu Kepastian
Salah satu persoalan yang masih perlu dijawab adalah penyebab kebakaran di TPA Pasir Bajing.

Bupati Garut sebelumnya menyebut puntung rokok sebagai salah satu kemungkinan sumber penyalaan yang perlu diwaspadai. Selain itu, gas metana yang terbentuk dari proses penguraian sampah organik juga dapat menimbulkan risiko kebakaran apabila bertemu sumber api dalam kondisi tertentu.

Meski demikian, kedua hal tersebut tidak dapat langsung dinyatakan sebagai penyebab pasti kebakaran yang terjadi.

Dalam keterangan Pemerintah Kabupaten Garut pada 13 Oktober 2026, Bupati menyampaikan bahwa belum ada investigasi khusus yang menyimpulkan penyebab kebakaran tersebut.

Pemerintah daerah juga mengajak masyarakat ikut menjaga keamanan kawasan TPA, termasuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi sumber api pada malam hari.

Penentuan penyebab kebakaran tetap memerlukan pemeriksaan yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan. Hasilnya penting sebagai dasar untuk menentukan langkah pencegahan yang tepat.

Anggaran Pengelolaan Sampah Rp17 Miliar Menjadi Sorotan
Kebakaran TPA Pasir Bajing turut membuka perhatian terhadap besarnya kebutuhan anggaran dan kemampuan pengelolaan sampah di Kabupaten Garut.
Dalam laporan Fokus Jabar pada 15 Oktober 2026, Bupati Abdusy Syakur Amin menyebut volume sampah yang masuk ke TPA Pasir Bajing mencapai sekitar 300 ton per hari.

Dari total anggaran Rp17 miliar yang dikelola Dinas Lingkungan Hidup, sekitar Rp5 miliar dialokasikan untuk pengelolaan TPA Pasir Bajing, sedangkan Rp12 miliar digunakan untuk biaya mobilisasi.

Besarnya volume sampah harian menunjukkan bahwa pengelolaan persampahan membutuhkan dukungan fasilitas, armada, tenaga operasional, dan perencanaan yang matang.

Kondisi tersebut juga menjadi bahan evaluasi agar penggunaan anggaran mampu memberikan dampak nyata terhadap kualitas pelayanan kebersihan, keselamatan operasional TPA, serta perlindungan masyarakat di sekitarnya.

Pemkab Garut merencanakan penambahan anggaran melalui anggaran perubahan dan peningkatan alokasi pada 2027. Selain itu, perluasan zona penyangga atau buffer zone turut menjadi salah satu rencana pembenahan kawasan.

Rencana tersebut perlu disertai perencanaan teknis, pelaksanaan yang terukur, dan pengawasan berkala agar pembenahan tidak berhenti sebatas wacana.

Sistem Sanitary Landfill Disiapkan untuk Pembenahan TPA
TPA Pasir Bajing memiliki luas sekitar 17 hektare. Berdasarkan keterangan Pemerintah Kabupaten Garut pada 13 Oktober 2026, titik kebakaran berada di area pembuangan pendamping.

Untuk jangka panjang, pemerintah daerah berencana mengoptimalkan penataan kawasan melalui pendekatan sanitary landfill, yakni sistem penimbunan sampah secara terencana dan terkendali.

Penerapan sistem tersebut memerlukan dukungan teknis yang memadai, mulai dari penataan sel penimbunan, pengendalian air lindi, pengelolaan gas, hingga ketersediaan sarana pendukung operasional.

Pasokan air dan pengawasan kawasan juga menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan dalam evaluasi pengelolaan TPA.

Pembenahan tersebut diharapkan dapat meningkatkan keamanan operasional sekaligus mengurangi risiko pencemaran dan gangguan terhadap masyarakat sekitar.

Selain memperbaiki fasilitas di lokasi pembuangan akhir, pemerintah daerah juga perlu mendorong pengurangan sampah dari sumbernya melalui pemilahan, penggunaan kembali, dan pengolahan sampah yang masih memiliki nilai manfaat.

Pemulihan Sampah Garut Menanti Langkah Nyata
Kembalinya operasional TPA Pasir Bajing menjadi langkah awal untuk memulihkan pelayanan persampahan di Kabupaten Garut.

Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan sampah yang tertinggal segera terangkut, kondisi lingkungan kembali bersih, dan warga terdampak memperoleh penanganan yang diperlukan.

Pemerintah daerah juga dituntut melakukan evaluasi menyeluruh terhadap fasilitas TPA, kebutuhan anggaran, sistem pengawasan, serta kesiapan menghadapi kondisi darurat.

Di sisi lain, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam mengurangi beban pengelolaan sampah. Kebiasaan memilah sampah, mengurangi penggunaan barang sekali pakai, dan mengolah sampah organik dapat membantu menekan volume sampah yang berakhir di TPA.

Krisis di Pasir Bajing menjadi momentum bagi Kabupaten Garut untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih tangguh, aman, dan berkelanjutan.

Masyarakat kini menanti langkah nyata pemerintah daerah, bukan hanya agar tumpukan sampah segera teratasi, tetapi juga agar keselamatan warga, kualitas lingkungan, dan keberlangsungan pelayanan kebersihan benar-benar terjamin.
(Red)

WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif :  Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.

Diterbitkan pertama kali oleh Abah Rohman pukul 19:10, tanggal 15 Oktober 2026 di Warta Bela Negara - WBN.

CATATAN REDAKSI

Pemberitaan dilaksanakan dengan mengacu pada UU Pers, kaidah jurnalistik, Kode Etik Jurnalistik, dan Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Apabila terdapat kekeliruan atau keberatan atas pemberitaan, pembaca dapat mengajukan hak jawab dan koreksi sesuai ketentuan yang berlaku.

PENERBIT

Warta Bela Negara - WBN (wartabelanegara.com)

Legalitas oleh PT Danakirti Media Groups. NIB: 2801220007313 · KBLI: 58130, 63122, 63912.

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas SiliwangiJenderal Suyudi Ario Seto - Menjadi Polisi Adalah Kehormatan