KebakaranUtama

Karhutla Gunung Kawi Capai 385 Hektare, Pipa Air Warga Putus

Amanda
×

Karhutla Gunung Kawi Capai 385 Hektare, Pipa Air Warga Putus

Sebarkan artikel ini
Karhutla Gunung Kawi Capai 385 Hektare, Pipa Air Warga Putus
Karhutla Gunung Kawi Capai 385 Hektare, Pipa Air Warga Putus

MALANG, 22 SEPTEMBER 2026 — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Kawi, Kabupaten Malang, berdampak pada sekitar 385 hektare lahan yang tersebar di tiga kecamatan. Kebakaran juga merusak jaringan pipanisasi air minum sehingga aliran air warga di Dusun Sumbersari terputus.

Karhutla Gunung Kawi Tersebar di Tiga Kecamatan

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan pendataan terbaru menunjukkan area terdampak karhutla paling luas berada di Kecamatan Wagir.

Rinciannya, sekitar 362 hektare berada di Kecamatan Wagir, kemudian 18 hektare di Kecamatan Ngajum dan 5 hektare di Kecamatan Wonosari.

Data tersebut merupakan area terdampak yang dipantau dari Pos Lapang Merkusi. Sebelumnya, laporan pada pertengahan September 2026 juga mencatat area terdampak yang lebih luas di kawasan Gunung Kawi, termasuk wilayah Pos Lapang Selorejo.

Pemantauan Karhutla Gunung Kawi Terus Dilakukan

Meski area terdampak mencapai ratusan hektare, pemantauan tim di sejumlah titik pada Senin (21/9) tidak menemukan nyala api besar maupun kepulan asap tebal.

Namun, kondisi tersebut belum membuat penanganan dihentikan. BPBD Kabupaten Malang tetap merekomendasikan observasi darat, pemadaman, serta pendinginan secara berkelanjutan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Petugas Pantau Titik Rawan

Seluruh pos lapang dan pos pantau di sekitar kawasan terdampak diminta terus melakukan pemantauan. Jika petugas menemukan api atau asap, penanganan akan dilakukan segera.

Beberapa kawasan yang masih menjadi fokus observasi antara lain Puncak Pitrang, Puncak Batu Tulis, Gunung Malang Kucur, serta kawasan timur Pos 3 jalur Buthak-Panderman.

Di sejumlah lokasi, bara pada pohon yang sebelumnya terbakar masih berpotensi menimbulkan asap sehingga pendinginan dan pemantauan tetap diperlukan.

BPBD Jatim Lakukan 12 Kali Water Bombing

Penanganan karhutla tidak hanya dilakukan melalui jalur darat. BPBD Provinsi Jawa Timur juga melakukan pemadaman dari udara menggunakan metode water bombing untuk menjangkau kawasan yang sulit diakses petugas.

Dalam laporan terbaru, tercatat sebanyak 12 kali water bombing dilakukan dengan sasaran Blok Pitrang Barat yang berada di wilayah Kabupaten Blitar.

Upaya dari udara tersebut dilakukan sebagai bagian dari pendinginan dan penanganan titik yang masih membutuhkan perhatian. Pemantauan dari darat tetap dilakukan oleh tim gabungan di sejumlah kawasan Gunung Kawi.

Pipa Air Minum Warga Ikut Terbakar

Karhutla Gunung Kawi tidak hanya berdampak terhadap kawasan hutan. Kebakaran juga merusak jaringan pipanisasi air minum masyarakat.

Sadono mengatakan informasi dari tim Merkusi Precet, Pos Pantau Dalisodo, dan Pos Pantau Kraton menunjukkan terdapat jaringan pipa air minum warga yang terbakar di jalur Gunung Gentong.

Kerusakan tersebut menyebabkan aliran air minum menuju warga Dusun Sumbersari, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, terputus.

BPBD Rekomendasikan Pendataan Jaringan Pipa

BPBD Kabupaten Malang merekomendasikan pendataan terhadap jaringan pipanisasi air minum masyarakat yang terdampak kebakaran.

Pendataan diperlukan untuk mengetahui bagian jaringan yang mengalami kerusakan sekaligus memastikan dampaknya terhadap kebutuhan air masyarakat.

Perbaikan jaringan juga menjadi bagian penting setelah kondisi kebakaran dinyatakan aman agar pelayanan air bagi warga dapat kembali berjalan.

Penanganan Melibatkan Banyak Unsur

Penanganan karhutla Gunung Kawi melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Malang, BPBD Kota Batu, TNI, Polri, Perhutani, pemerintah kecamatan dan desa, puskesmas, pengelola jalur pendakian, hingga relawan.

Koordinasi lintas unsur dilakukan untuk mendukung pemantauan, pemadaman, pendinginan, serta penanganan dampak kebakaran terhadap masyarakat.

Karhutla Gunung Kawi Masih Perlu Diwaspadai

Meskipun tidak ditemukan nyala api besar di sejumlah titik pemantauan, penanganan karhutla Gunung Kawi masih membutuhkan pengawasan. Bara pada vegetasi yang terbakar dapat menjadi perhatian petugas sehingga observasi dan pendinginan tetap dilakukan.

Selain menjaga kawasan terdampak, penanganan juga perlu memperhatikan dampak terhadap kebutuhan dasar masyarakat, termasuk jaringan air minum yang mengalami kerusakan akibat kebakaran.

BPBD Kabupaten Malang, keterangan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan, serta laporan perkembangan penanganan karhutla Gunung Kawi.

Penulis : Amanda

WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif :  Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.

Diterbitkan pertama kali oleh Amanda Jam 14:39 Tanggal 22 September 2026 di Warta Bela Negara - WBN.

DARI REDAKSI

Kegiatan jurnalistik mengacu pada UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, Berbadan Hukum : Pasal 1 angka 2, Pasal 9 ayat (2) , termasuk Pasal 4 ayat (3) kemerdekaan pers, Pasal 6 peranan pers, dan Pasal 8 perlindungan wartawan menjalankan tugas dan Peraturan Dewan Pers No. 5/Peraturan-DP/IV/2008 tentang Perlindungan Profesi Wartawan.

Catatan : Dalam Melaksanakan Tugas Wartawan Kami Dilengkapi ID Card Resmi dan memilki Barcode yang terhubung pada database atau teregistrasi di box redaksi

Tim Redaksi memeriksa setiap artikel yang dipublikasi sesuai : Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber.

SANGAHAN

Pembaca berhak memperoleh informasi yang tepat, akurat dan benar serta dapat menggunakan hak jika ada keberatan dan koreksi melalui : Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai ketentuan UU Pers dan mekanisme yang berlaku.

Penerbit

Warta Bela Negara - WBN
Situs: wartabelanegara.com

Legal

PT Danakirti Media News
Nomor: AHU-0017454.AH.01.01.

Bisnis

PT Danakirti Media Groups
Nomor: AHU-0005878.AH.01.01-2022
NIB: 2801220007313
NPWP: 63.108.079.3-002.000
KBLI: 58130, 63122, 63912