LABUAN BAJO, 27 Agustus 2026 – Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Polisi Rudi Darmoko meminta pengungsi dan warga terdampak gempa magnitudo 7,7 yang belum menerima bantuan logistik segera melapor kepada polisi terdekat. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh korban memperoleh kebutuhan dasar.
Kapolda NTT Minta Warga Laporkan Daerah yang Belum Terjangkau
Rudi menyampaikan permintaan tersebut saat melakukan kunjungan di Labuan Bajo, Kamis (27/8/2026). Ia mengatakan jajaran Polda NTT yang berada di Pulau Flores telah bergerak sejak hari pertama setelah gempa untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak.
Menurut Rudi, distribusi bantuan dilakukan melalui berbagai jalur. Polri menggunakan transportasi darat, laut, hingga udara untuk menjangkau wilayah yang terdampak gempa.
Karena itu, ia meminta masyarakat memberikan informasi apabila masih terdapat daerah yang belum mendapatkan bantuan.
“Saya juga memohon kepada masyarakat yang mungkin ada informasi, ada daerah-daerah yang belum tersentuh oleh kami, tolong segera informasikan kepada kami,” kata Rudi.
Polri Distribusikan Bantuan hingga Pulau-Pulau Kecil
Rudi menjelaskan bantuan yang berasal dari Mabes Polri maupun sejumlah Polda telah didistribusikan kepada korban gempa. Penyaluran tidak hanya menyasar wilayah yang mudah dijangkau, tetapi juga masyarakat terdampak di pulau-pulau kecil.
Untuk menjangkau wilayah kepulauan, Polri mengerahkan kapal patroli. Sementara itu, desa yang sulit diakses melalui jalur darat dijangkau menggunakan helikopter.
“Dengan menggunakan kapal-kapal patroli, kita sudah mengirim termasuk di pulau yang jauh. Kemudian, ada desa yang belum bisa kita tempuh melalui jalur darat, kita pakai helikopter. Jadi distribusi melalui udara,” ungkap Rudi.
Logistik Menjadi Kebutuhan Utama Korban Gempa
Bantuan yang disalurkan Polri mencakup sejumlah kebutuhan dasar masyarakat terdampak. Bantuan tersebut berupa logistik, makanan, minuman, obat-obatan, serta pakaian.
Rudi menegaskan salah satu fokus Polri saat ini adalah memastikan tidak ada pengungsi yang luput dari bantuan. Karena itu, informasi dari masyarakat dinilai penting untuk menemukan lokasi yang masih membutuhkan dukungan.
Polri Mulai Lakukan Trauma Healing di Pengungsian
Selain memenuhi kebutuhan logistik, Polri juga mulai meningkatkan kegiatan trauma healing bagi korban gempa yang berada di lokasi pengungsian.
Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari penanganan pascabencana. Korban tidak hanya membutuhkan makanan, minuman, obat-obatan, dan pakaian, tetapi juga pendampingan untuk membantu menghadapi dampak psikologis setelah gempa.
Dengan distribusi bantuan melalui jalur darat, laut, dan udara serta kegiatan pendampingan di pengungsian, Polri berupaya memperluas jangkauan penanganan terhadap masyarakat yang terdampak gempa magnitudo 7,7 di NTT.
Warga Diminta Aktif Sampaikan Informasi
Kapolda NTT kembali mengingatkan masyarakat agar segera menyampaikan informasi apabila mengetahui adanya pengungsi atau wilayah terdampak yang belum menerima bantuan.
Laporan tersebut dapat membantu petugas memetakan kebutuhan di lapangan dan menentukan jalur distribusi yang paling memungkinkan. Dengan kondisi geografis NTT yang terdiri atas banyak pulau, koordinasi antara masyarakat dan petugas menjadi bagian penting dalam mempercepat penyaluran bantuan.
Penulis : Amanda
WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif : Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.
Gempa NTT, Kapolda Buka Laporan bagi Pengungsi yang Belum Dapat Bantuan
Dibuat oleh Amanda pada 19:16 WIB, 27 Agustus 2026
Konten artikel berita ini telah melalui proses verifikasi sesuai standar jurnalistik oleh Tim Redaksi untuk memastikan informasi yang akurat dan berimbang.
INFORMASI HUKUM & ETIKA JURNALISTIK:
Karya jurnalistik ini diproduksi dengan tunduk pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dan Pedoman Pemberitaan Media Siber.




