Bencana AlamBerita

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Risiko Gangguan Pernapasan

Amanda
1
×

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Risiko Gangguan Pernapasan

Sebarkan artikel ini
Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Risiko Gangguan Pernapasan
Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Risiko Gangguan Pernapasan

JAKARTA, 7 September 2026 – Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau mencapai sejumlah wilayah, termasuk Banten, Jawa Barat, dan Jakarta. Paparan abu vulkanik dapat menimbulkan gangguan kesehatan sehingga masyarakat di area terdampak diminta meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan perlindungan diri.

Abu Vulkanik Berbeda dari Debu Biasa

Anggota Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI) Dr. Daryono menjelaskan, abu vulkanik memiliki karakteristik yang berbeda dari debu biasa. Material tersebut terdiri atas pecahan kaca silika dan batuan berukuran sangat kecil.

Partikel abu vulkanik dapat berukuran kurang dari 2 milimeter. Karena ukurannya sangat kecil, material tersebut berpotensi masuk ke saluran pernapasan ketika terhirup.

“Berbeda dari debu biasa yang lunak dan mudah disaring, partikel abu vulkanik merupakan pecahan kaca silika dan batuan berukuran mikroskopis,” kata Daryono, Minggu (6/9).

Dampak Paparan Abu Vulkanik bagi Kesehatan

Paparan abu vulkanik dalam jangka pendek dapat memicu sejumlah keluhan kesehatan. Gangguan tersebut terutama berkaitan dengan sistem pernapasan dan organ penglihatan.

Gangguan Pernapasan

Partikel abu yang terhirup dapat mengiritasi saluran pernapasan. Keluhan yang muncul dapat berupa batuk, tenggorokan terasa tidak nyaman, hingga gangguan pernapasan, terutama pada masyarakat yang berada dekat dengan sumber atau wilayah yang mengalami paparan abu cukup tinggi.

Iritasi Mata

Selain masuk ke saluran pernapasan, abu vulkanik juga dapat mengenai mata. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan iritasi dan membuat mata terasa tidak nyaman.

Masyarakat Diminta Menggunakan Perlindungan Diri

Masyarakat yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik perlu meningkatkan kewaspadaan. Penggunaan perlindungan diri dapat membantu mengurangi paparan partikel vulkanik saat beraktivitas di luar ruangan.

Warga juga perlu memperhatikan informasi resmi mengenai perkembangan erupsi dan sebaran abu vulkanik. Langkah tersebut penting untuk menentukan aktivitas yang aman, terutama ketika konsentrasi abu meningkat.

Sejumlah Gunung Api Juga Mengalami Erupsi

Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terjadi di tengah aktivitas vulkanik sejumlah gunung api di Indonesia dalam sepekan terakhir. Kondisi tersebut membuat masyarakat di wilayah sekitar gunung api perlu mengikuti perkembangan informasi dari otoritas terkait.

Kewaspadaan menjadi penting karena karakter dan sebaran material vulkanik dapat berbeda pada setiap erupsi. Masyarakat di daerah terdampak sebaiknya tidak mengabaikan keluhan kesehatan yang muncul setelah terpapar abu vulkanik.

Keluhan Apa yang Dialami Warga?

Bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak sebaran abu vulkanik, keluhan kesehatan dapat menjadi indikator penting untuk mengetahui dampak paparan di lapangan.

Keluhan seperti gangguan pernapasan maupun iritasi mata perlu menjadi perhatian. Jika mengalami gangguan kesehatan yang berat atau memburuk, masyarakat sebaiknya mendapatkan penanganan medis.

Penulis : Amanda

WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif :  Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.

Diterbitkan pertama kali oleh Amanda pukul 19:56, tanggal 07 September 2026 di Warta Bela Negara - WBN.

CATATAN REDAKSI

Pemberitaan dilaksanakan dengan mengacu pada UU Pers, kaidah jurnalistik, Kode Etik Jurnalistik, dan Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Apabila terdapat kekeliruan atau keberatan atas pemberitaan, pembaca dapat mengajukan hak jawab dan koreksi sesuai ketentuan yang berlaku.

PENERBIT

Warta Bela Negara - WBN (wartabelanegara.com)

Legalitas oleh PT Danakirti Media Groups. NIB: 2801220007313 · KBLI: 58130, 63122, 63912.

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas SiliwangiJenderal Suyudi Ario Seto - Menjadi Polisi Adalah Kehormatan