GARUT.(24 agustus 2026), Menghadirkan proses pembelajaran yang relevan dengan generasi masa kini menuntut guru untuk terus berinovasi dan adaptif terhadap teknologi. Semangat itulah yang dibawa oleh mahasiswa Program Studi Magister (S-2) Pendidikan Matematika Pascasarjana Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut saat menggelar lokakarya di SMK Fauzaniyyah Sukaresmi, Kamis (20/8/2026).
Melalui program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) bertema “SMART EDUCATION: Integrasi Smart Learning & Smart Module Design Berbasis Artificial Intelligence untuk Pembelajaran yang Interaktif, Bermakna, dan Berdampak”, kampus merangkul puluhan guru untuk mempraktikkan langsung strategi pengajaran mutakhir.
Sebanyak 51 pendidik antusias memadati ruangan, terdiri atas 27 guru Sekolah Dasar (SD) perwakilan dari 20 sekolah di Kecamatan Sukaresmi, serta 24 guru SMP dan SMA/SMK sederajat dari Kecamatan Sukaresmi dan Bayongbong.
Acara ini turut dihadiri Wakil Direktur I Pascasarjana IPI Garut Dr. Dian Rahadian, M.Pd., Wakil Direktur II Dr. Jamilah, M.Pd., Ketua Prodi Pendidikan Matematika Dr. Rostina Sundayana, M.Pd., Ketua PGRI Sukaresmi Tatang Rahmat, S.Pd., M.Pd., Sekretaris Yayasan Al Fauzaniyyah Saepulloh, M.Pd., serta Kepala SMK Fauzaniyyah Lutfi Muhammad, S.Pd.Gr.
Ketua Pelaksana, Jakaria, S.Pd.Gr., menuturkan bahwa workshop ini menjadi jembatan praktis agar materi pelatihan bisa diterapkan langsung di sekolah masing-masing, bukan berhenti sebagai teori semata. Sinergi antara kampus dan organisasi guru pun diperkuat demi menghadirkan iklim belajar yang bermakna bagi siswa.
Untuk menyentuh kebutuhan spesifik peserta, pelatihan dirancang ke dalam dua bilik fokus: perancangan modul berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bagi guru sekolah menengah, dan penguatan alat peraga konkret bagi guru sekolah dasar.
Di bilik guru SMP/SMA/SMK, pemateri Wirda Hasanah Waridah, S.Pd., Gr. memandu penyusunan instruksi (prompt) AI yang terstruktur untuk menyusun Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM). Sesi berlanjut ke perancangan media digital visual Genially bersama Senja Ayu Adzani, S.Pd., Gr., yang mendorong siswa aktif berinteraksi saat jam pelajaran.
Pada sesi asesmen, Dr. Rostina Sundayana mengingatkan bahwa kemudahan akses AI oleh siswa harus dijawab guru dengan mengubah format penilaian. Menurutnya, evaluasi kelas kini harus menitikberatkan pada proses bernalar autentik dan penguasaan konsep, bukan sekadar kecepatan menemukan hasil akhir hitungan.
Di bilik terpisah, para pendidik sekolah dasar menyelami metode pengajaran matematika yang ramah anak bersama Dr. Sundayana, Euis Sumiati, S.Pd.Gr., dan Eva Nurfarida, S.Pd.Gr. Pembelajaran di jenjang SD ditegaskan harus menjembatani konsep abstrak melalui benda-benda fisik manipulatif di kehidupan sehari-hari.
Suasana ruangan tampak hidup saat para guru SD mempraktikkan langsung instrumen peraga seperti domino matematika, alat pembuktian sudut, dan papan garis bilangan yang memudahkan pemahaman materi hitung dasar.
Rangkaian acara ditutup dengan apresiasi pemberian buku karya mahasiswa kepada peserta paling interaktif, serta penyaluran hibah alat peraga konkret kepada 20 SD mitra. Langkah ini diharapkan dapat memacu semangat para guru di Garut dalam menciptakan pembelajaran matematika yang membahagiakan dan bermakna bagi generasi penerus bangsa.(opx)
WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif : Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.
Smart Education IPI Garut: Puluhan Guru Sukaresmi Diperkuat Teknologi AI dan Media Pembelajaran
Dibuat oleh Taufik Hidayat pada 00:10 WIB, 25 Agustus 2026
Konten artikel berita ini telah melalui proses verifikasi sesuai standar jurnalistik oleh Tim Redaksi untuk memastikan informasi yang akurat dan berimbang.
INFORMASI HUKUM & ETIKA JURNALISTIK:
Karya jurnalistik ini diproduksi dengan tunduk pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dan Pedoman Pemberitaan Media Siber.


