Bencana AlamBerita

Semeru Erupsi 7 Kali, Kolom Abu Capai 1 Kilometer Hari Ini

Amanda
×

Semeru Erupsi 7 Kali, Kolom Abu Capai 1 Kilometer Hari Ini

Sebarkan artikel ini
Semeru Erupsi 7 Kali, Kolom Abu Capai 1 Kilometer Hari Ini
Semeru Erupsi 7 Kali, Kolom Abu Capai 1 Kilometer Hari Ini

LUMAJANG, 30 September 2026 – Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas erupsi pada Rabu (30/9). Hingga pagi hari, gunung api tersebut tercatat mengalami tujuh kali erupsi, dengan letusan terakhir pada pukul 08.02 WIB.

Gunung Semeru Erupsi Tujuh Kali

Rangkaian erupsi Gunung Semeru tercatat berlangsung sejak dini hari. Aktivitas tersebut terjadi pada pukul 00.15, 05.03, 05.21, 05.52, 05.58, 06.37, dan 08.02 WIB.

Data pemantauan yang dilaporkan menunjukkan erupsi terakhir pada pukul 08.02 WIB menjadi salah satu aktivitas yang teramati pada pagi tersebut. Rangkaian letusan ini berlangsung ketika aktivitas vulkanik Semeru masih berada pada tingkat yang perlu diwaspadai.

Sebelumnya, suara dentuman dari Gunung Semeru juga terdengar pada Senin (28/9) malam. BPBD Lumajang menyebut suara dentuman tersebut terdengar sekitar pukul 21.01 WIB dan terekam kamera pemantauan di Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo.

BPBD Lumajang mengimbau masyarakat tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas Gunung Semeru.

Kolom Abu Semeru Capai 1 Kilometer

Pada erupsi pukul 08.02 WIB, kolom abu dilaporkan mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak Mahameru atau sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan arah pergerakan menuju timur laut. Aktivitas letusan tersebut juga terekam pada seismograf.

Catatan seismogram menunjukkan amplitudo maksimum mencapai 22 milimeter dengan durasi gempa letusan sekitar 155 detik atau 2 menit 35 detik.

Aktivitas erupsi Semeru sebelumnya juga beberapa kali menghasilkan kolom abu dengan ketinggian hingga sekitar 1 kilometer. Pada 27 September 2026, misalnya, Semeru tercatat mengalami erupsi dengan kolom abu mencapai 1.300 meter di atas puncak.

Status Gunung Semeru Masih Level III

Gunung Semeru saat ini berada pada status aktivitas Level III atau Siaga. Status tersebut menjadi dasar bagi masyarakat dan pengunjung untuk mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan yang dikeluarkan otoritas terkait.

Badan Geologi sebelumnya menetapkan sejumlah wilayah yang perlu dihindari karena berpotensi terdampak material erupsi, awan panas, guguran lava maupun lahar.

Warga Diminta Menjauhi Besuk Kobokan

Masyarakat dan pengunjung diminta tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena kawasan tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar.

Potensi bahaya tersebut dapat menjangkau hingga sekitar 17 kilometer dari puncak, terutama ketika terjadi aliran material vulkanik melalui lembah sungai.

Radius 5 Kilometer dari Kawah Harus Dihindari

Selain kawasan Besuk Kobokan, masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru.

Area tersebut memiliki potensi bahaya lontaran batu pijar sehingga aktivitas masyarakat perlu dibatasi untuk mengurangi risiko akibat letusan.

Warga juga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang sungai atau lembah yang berhulu di puncak Semeru. Beberapa aliran sungai yang menjadi perhatian antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Aktivitas Semeru Masih Dipantau

Erupsi berulang menunjukkan aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih berlangsung sehingga kondisi gunung terus dipantau oleh petugas. Masyarakat di sekitar kawasan terdampak diimbau mengikuti informasi resmi dan tidak memasuki wilayah yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya.

Dengan status Level III, kewaspadaan terutama diperlukan terhadap potensi bahaya primer dari erupsi maupun bahaya sekunder seperti lahar yang dapat mengalir mengikuti sungai berhulu di kawasan puncak.

Informasi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Semeru dapat dipantau melalui kanal resmi Badan Geologi dan MAGMA Indonesia.

Penulis : Amanda

WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif :  Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.

Diterbitkan pertama kali oleh Amanda Jam 13:50 Tanggal 30 September 2026 di Warta Bela Negara - WBN.

DARI REDAKSI

Kegiatan jurnalistik mengacu pada UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, Berbadan Hukum : Pasal 1 angka 2, Pasal 9 ayat (2) , termasuk Pasal 4 ayat (3) kemerdekaan pers, Pasal 6 peranan pers, dan Pasal 8 perlindungan wartawan menjalankan tugas dan Peraturan Dewan Pers No. 5/Peraturan-DP/IV/2008 tentang Perlindungan Profesi Wartawan.

Catatan : Dalam Melaksanakan Tugas Wartawan Kami Dilengkapi ID Card Resmi dan memilki Barcode yang terhubung pada database atau teregistrasi di box redaksi

Tim Redaksi memeriksa setiap artikel yang dipublikasi sesuai : Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber.

SANGAHAN

Pembaca berhak memperoleh informasi yang tepat, akurat dan benar serta dapat menggunakan hak jika ada keberatan dan koreksi melalui : Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai ketentuan UU Pers dan mekanisme yang berlaku.

Penerbit

Warta Bela Negara - WBN
Situs: wartabelanegara.com

Legal

PT Danakirti Media News
Nomor: AHU-0017454.AH.01.01.

Bisnis

PT Danakirti Media Groups
Nomor: AHU-0005878.AH.01.01-2022
NIB: 2801220007313
NPWP: 63.108.079.3-002.000
KBLI: 58130, 63122, 63912