Banjarmasin, 27 September 2026 – Sembilan hari setelah KM Virgo Transport 8 tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa, seorang nelayan menemukan sesosok jenazah laki-laki bersama sekoci penyelamat yang diduga milik kapal tersebut di perairan Kumai, Kalimantan Tengah. Temuan ini menambah panjang kisah tragis pencarian korban yang terus berlangsung.
Jenazah Ditemukan Bersama Sekoci Setelah Sembilan Hari
Peristiwa itu bermula ketika sekelompok Nelayan asal Kecamatan Kumai, Selasa (22/9/2026) siang, menemukan jenazah berjenis kelamin laki laki, dimana jenazah itu berada di dalam sekoci warna Orange dan hitam, jenazah diduga salah satu penumpang KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Masalembu Pulau Jawa pada tanggal 13 September 2026 dini hari.
Setelah didekati, benda tersebut ternyata merupakan sebuah sekoci penyelamat yang diduga berkaitan dengan KM Virgo Transport 8. Di lokasi yang sama dengan jarak berapa mil, nelayan menemukan seorang laki-laki dalam kondisi meninggal dunia.
Penemuan jenazah itu terekam dalam sebuah video, yang menayangkan perjuangan nelayan asal Kumai untuk mengevakuasi jenazah ke atas perahu mereka.
Dalam rekaman video itu, seorang nelayan menceritakan ditemukan satu orang jenazah di Perairan Tanjung Puting, dimana nelayan tersebut melaporkan situasi dilapangan, dengan gelondong tinggi, sehingga mereka kesulitan untuk mengangkat jenazah itu.
“Selamat siang komandan, kami menemukan satu orang jenazah sepertinya korban dari KM Virgo Transport 8 yang tenggelam itu komandan, ini berat sekali komandan , kami menanti kedatangan Tim Basarnas,” ucap salah seorang nelayan.
Dalam sebuah video, jenazah yang ada di dalam sekoci itu terbungkus rapat dalam plastik atau seperti aluminium foil, nampak sekoci telah mengempis, dan para nelayan itu menemukan bungkusan plastik yang di dalamnya berisikan obat obatan.
Kapolres Kotawaringin Barat AKBP Joko Handono membenarkan adanya penemuan tersebut. Ia mengatakan jenazah ditemukan sekitar pukul 15.56 WIB dan identitasnya ketika itu belum diketahui. Korban diketahui berjenis kelamin laki-laki dan saat ditemukan mengenakan baju lengan panjang serta celana panjang berwarna gelap.
“Terkait hal tersebut, kewenangan dari Basarnas, Pak. Kami dari Polairud dan Polsek Kumai hanya membantu untuk evakuasi. Sementara saat ini tim evakuasi belum sampai ke pelabuhan, masih dalam perjalanan,” kata Joko, melansir dari media lokal dayaknews dan tabengan.
Tim SAR gabungan kemudian bergerak melakukan evakuasi. Jenazah dibawa menuju Pelabuhan Pelindo Pangkalan Bun untuk selanjutnya menjalani penanganan dan proses identifikasi.
Temuan tersebut menjadi salah satu bagian paling menyayat dalam rangkaian pencarian KM Virgo Transport 8. Sebab, kapal tersebut tenggelam pada Minggu dini hari, 13 September 2026, sedangkan sekoci bersama jenazah baru ditemukan pada 22 September.
Dengan demikian, jarak waktu antara musibah dan penemuan mencapai sekitar sembilan hari. Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi yang memastikan berapa lama korban tersebut berada dalam sekoci dalam keadaan hidup ataupun memastikan penyebab kematiannya.
Sekoci yang Dimaksud Adalah Liferaft
Sekoci dalam konteks temuan tersebut merujuk pada liferaft, yaitu perahu / rakit penyelamat yang dirancang untuk digunakan ketika kapal mengalami keadaan darurat. Perangkat ini merupakan bagian dari perlengkapan keselamatan kapal dan dapat digunakan untuk membantu penumpang maupun awak kapal bertahan di laut setelah meninggalkan kapal utama.
Dalam sejumlah laporan mengenai kecelakaan KM Virgo Transport 8, beberapa liferaft juga ditemukan terpisah dari bangkai kapal. Sebagian ditemukan dalam keadaan kosong, sedangkan pada sejumlah lokasi lain ditemukan jenazah yang diduga berkaitan dengan kecelakaan tersebut.
Temuan di Kumai menjadi berbeda karena seorang nelayan menemukan sekoci yang diduga berkaitan dengan KM Virgo sekaligus menemukan jasad laki-laki di lokasi tersebut.
Identitas Korban Belum Diketahui Saat Ditemukan
Hal penting lainnya adalah identitas korban yang ditemukan di sekoci tersebut tidak langsung diketahui.
Otoritas setempat menyatakan jenazah harus dibawa ke fasilitas kesehatan untuk menjalani pemeriksaan dan proses identifikasi. Karena itu, berbagai informasi mengenai nama korban maupun hubungan keluarga dengan penumpang KM Virgo harus menunggu hasil pemeriksaan resmi.
Dugaan bahwa korban meninggal akibat dehidrasi, kelaparan, kelelahan atau kondisi lainnya membutuhkan pembuktian melalui pemeriksaan medis dan forensik.
Hal yang telah terkonfirmasi adalah adanya penemuan jenazah laki-laki bersama sekoci yang diduga berkaitan dengan KM Virgo Transport 8 di perairan Kumai pada 22 September 2026.
Jejak Korban KM Virgo Tidak Hanya Ditemukan di Bangkai Kapal
Temuan di Kumai bukan satu-satunya gambaran mengenai luasnya wilayah pencarian. Seiring berjalannya operasi SAR, sejumlah jenazah juga ditemukan jauh dari titik utama tenggelamnya KM Virgo Transport 8.
Arus laut membawa sebagian korban menuju wilayah perairan Kalimantan Tengah. Jejak penemuan kemudian muncul di sejumlah kawasan pesisir, pantai dan perairan terbuka.
Pesisir Seruyan Menjadi Salah Satu Lokasi Penemuan
Di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, sejumlah jenazah ditemukan di kawasan pesisir Desa Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir.
Pada 20 September, salah satu jenazah ditemukan di Pantai Sungai Rambai. Di sekitar lokasi tersebut juga ditemukan sebuah liferaft dalam kondisi terbalik. Jenazah tersebut berjenis kelamin laki-laki.
Pada hari berikutnya, tim kembali menemukan jenazah di kawasan Sungai Gantingan. Proses pencarian kemudian terus meluas ke sejumlah titik pesisir lainnya.
Medan yang sulit juga menjadi tantangan tersendiri. Dalam evakuasi dua jenazah yang ditemukan di pesisir Seruyan pada 24 September, petugas bahkan harus berjalan kaki sekitar 10 kilometer karena kendaraan tidak dapat menjangkau lokasi akibat kondisi berlumpur dan adanya aliran sungai.
Pada 25 September, tiga jenazah kembali ditemukan di kawasan pesisir Desa Sungai Perlu. Dengan temuan tersebut, jumlah jenazah yang ditemukan di wilayah tersebut dilaporkan mencapai tujuh orang pada saat itu.
Perkembangan berikutnya pada 27 September juga melaporkan dua jenazah kembali dievakuasi dari kawasan pesisir Sungai Rambai. Dengan tambahan tersebut, laporan lokal menyebut total sembilan jenazah yang diduga berkaitan dengan kecelakaan KM Virgo telah ditemukan di kawasan Seruyan.
Tujuh Jenazah Ditemukan di Kalimantan Tengah pada Hari Ke-14
Pada operasi SAR hari ke-14, Sabtu, 26 September 2026, Basarnas melaporkan tujuh jenazah ditemukan di wilayah kerja Kantor SAR Palangka Raya.
Empat jenazah ditemukan di wilayah Kabupaten Sukamara, dua jenazah di Kabupaten Seruyan, dan satu jenazah lainnya ditemukan di Sungai Cabang, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat.
Seluruh jenazah tersebut kemudian diarahkan ke RS Bhayangkara Polda Kalimantan Selatan di Banjarmasin untuk menjalani proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification atau DVI.
Sukamara: Jenazah Terdampar di Pantai
Kabupaten Sukamara juga menjadi salah satu wilayah penting dalam pencarian korban.
Pada 25 September, seorang jenazah laki-laki ditemukan di wilayah RT 002, Desa Sungai Tabuk, Kecamatan Pantai Lunci. Korban ditemukan sekitar pukul 03.00 WIB dan diduga berkaitan dengan KM Virgo karena mengenakan kaus Virgo.
Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Sukamara untuk penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut. Identitasnya belum dapat dipastikan pada saat penemuan.
Sehari kemudian, kembali ditemukan sejumlah jenazah di wilayah Sukamara. Hingga 26 September, tujuh jenazah yang diduga korban KM Virgo dilaporkan ditemukan terdampar di sejumlah titik pesisir Kabupaten Sukamara, termasuk Kecamatan Pantai Lunci dan Desa Sungai Raja, Kecamatan Jelai.
Empat Korban Lain Ditemukan di Bangkai KM Virgo
Di saat sebagian korban ditemukan jauh dari lokasi kapal, pencarian di bangkai KM Virgo Transport 8 juga terus dilakukan.
Pada hari ke-14 operasi SAR, tim penyelam gabungan menemukan empat jenazah dari sekitar badan kapal yang berada di dasar Laut Jawa.
Operasi penyelaman dilakukan oleh Basarnas Special Group dengan dukungan TNI Angkatan Laut, termasuk unsur Kopaska dan Kopobal. Penyelaman berlangsung sejak pagi hingga sekitar pukul 16.30 WITA.
Empat temuan dari dalam badan kapal tersebut menambah jumlah korban meninggal yang berhasil dievakuasi. Pada saat yang sama, tujuh jenazah ditemukan di wilayah Kalimantan Tengah.
Dengan demikian, dalam satu hari operasi SAR, 11 korban meninggal kembali ditemukan: empat dari lokasi bangkai kapal dan tujuh dari wilayah perairan/pesisir Kalimantan Tengah.
Jejak Tragedi Membentang dari Laut Jawa hingga Kalimantan Tengah
Rangkaian penemuan tersebut memperlihatkan luasnya wilayah yang harus dijangkau tim SAR. Titik utama kecelakaan berada di perairan Laut Jawa sekitar Masalembo, tetapi korban kemudian ditemukan dalam kondisi dan lokasi yang berbeda-beda.
Ada korban yang ditemukan melalui penyelaman di sekitar badan kapal. Ada pula yang ditemukan di kawasan pesisir Seruyan, Sukamara, hingga wilayah Pangkalan Bun dan perairan Kumai.
Untuk korban yang ditemukan di Kalimantan Tengah, proses evakuasi juga tidak selalu mudah. Kabut asap bahkan sempat menghambat penggunaan helikopter sehingga sebagian jenazah harus dibawa melalui jalur darat menuju Banjarmasin. Perjalanan dari lokasi penemuan hingga RS Bhayangkara Banjarmasin dapat memakan waktu sekitar 16 jam.
Jenazah yang ditemukan di wilayah Kalimantan Tengah kemudian dibawa menuju RS Bhayangkara Banjarmasin sebagai pusat pemeriksaan dan identifikasi DVI.
Update Terbaru Korban KM Virgo per 27 September 2026
Hingga pembaruan resmi operasi SAR hari ke-14, Basarnas mencatat sebanyak 172 orang telah ditemukan dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes KM Virgo Transport 8.
Rinciannya adalah:
- 108 orang selamat.
- 64 orang meninggal dunia.
- 71 orang masih dalam pencarian.
Angka tersebut berarti 172 orang telah ditemukan atau dievakuasi, sedangkan 71 orang lainnya masih belum ditemukan. Data tersebut dikonfirmasi Basarnas hingga Sabtu, 26 September 2026 pukul 20.00 WITA dan menjadi data terbaru yang digunakan dalam perkembangan operasi SAR memasuki 27 September.
Dari 11 jenazah yang ditemukan pada hari ke-14, empat berasal dari operasi penyelaman di sekitar bangkai kapal dan tujuh lainnya ditemukan di wilayah Kalimantan Tengah, masing-masing empat di Kabupaten Sukamara, dua di Kabupaten Seruyan, dan satu di Sungai Cabang, Pangkalan Bun.
Operasi SAR Diperpanjang Tujuh Hari
Dengan masih adanya 71 orang yang belum ditemukan, Basarnas memutuskan memperpanjang operasi pencarian dan pertolongan selama tujuh hari. Pelaksanaan operasi akan dievaluasi secara berkala setiap tiga hari untuk menentukan langkah berikutnya.
Perpanjangan tersebut menunjukkan bahwa pencarian korban KM Virgo Transport 8 belum berakhir. Tim SAR masih menghadapi kemungkinan adanya korban yang berada di sekitar bangkai kapal maupun terbawa arus ke wilayah perairan dan pesisir lainnya.
Di tengah pencarian yang belum selesai itu, penemuan seorang korban bersama sekoci sembilan hari setelah kapal tenggelam menjadi salah satu gambaran paling memilukan dari tragedi KM Virgo Transport 8.
Sebuah sekoci yang semestinya menjadi sarana keselamatan justru ditemukan bersama seorang manusia yang telah kehilangan nyawanya. Namun, siapa korban tersebut, berapa lama ia berada di sekoci, serta bagaimana tepatnya korban meninggal masih harus dijawab melalui proses identifikasi dan pemeriksaan resmi.
Yang pasti, tragedi KM Virgo belum selesai. Di dasar Laut Jawa masih ada ruang-ruang bangkai kapal yang terus diperiksa penyelam, sementara di pesisir Kalimantan Tengah pencarian korban terus berlanjut. Sebanyak 71 orang masih dinyatakan hilang hingga pembaruan terakhir.
WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif : Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.
Diterbitkan pertama kali oleh Fahria Alfiano Jam 00:36 Tanggal 28 September 2026 di Warta Bela Negara - WBN.
DARI REDAKSI
Kegiatan jurnalistik mengacu pada UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, Berbadan Hukum : Pasal 1 angka 2, Pasal 9 ayat (2) , termasuk Pasal 4 ayat (3) kemerdekaan pers, Pasal 6 peranan pers, dan Pasal 8 perlindungan wartawan menjalankan tugas dan Peraturan Dewan Pers No. 5/Peraturan-DP/IV/2008 tentang Perlindungan Profesi Wartawan.
Catatan : Dalam Melaksanakan Tugas Wartawan Kami Dilengkapi ID Card Resmi dan memilki Barcode yang terhubung pada database atau teregistrasi di box redaksi
Tim Redaksi memeriksa setiap artikel yang dipublikasi sesuai : Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber.
SANGAHAN
Pembaca berhak memperoleh informasi yang tepat, akurat dan benar serta dapat menggunakan hak jika ada keberatan dan koreksi melalui : Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai ketentuan UU Pers dan mekanisme yang berlaku.
Penerbit
Warta Bela Negara - WBN
Situs: wartabelanegara.com
Legal
PT Danakirti Media News
Nomor: AHU-0017454.AH.01.01.
Bisnis
PT Danakirti Media Groups
Nomor: AHU-0005878.AH.01.01-2022
NIB: 2801220007313
NPWP: 63.108.079.3-002.000
KBLI: 58130, 63122, 63912



