SARUtama

Evakuasi Korban Kapal Virgo, Daftar Nama Korban Meninggal Dunia Teridentifikasi

FAAL Redaksi
×

Evakuasi Korban Kapal Virgo, Daftar Nama Korban Meninggal Dunia Teridentifikasi

Sebarkan artikel ini
Evakuasi Korban Kapal Virgo, Daftar Nama Korban Meninggal
Evakuasi Korban Kapal Virgo, Daftar Nama Korban Meninggal

KM Virgo Transport 8: 28 Orang Tewas, 107 Masih Dicari, Ini Daftar Korban yang Teridentifikasi

BANJARMASIN — Operasi pencarian dan evakuasi korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa, kembali membuahkan hasil. Tim SAR gabungan menemukan sembilan jenazah dari dalam bangkai kapal pada Rabu (23/9/2026), sehingga jumlah korban meninggal yang telah ditemukan mencapai 28 orang.

Sebelumnya, pada Rabu pagi, jumlah korban meninggal yang ditemukan masih 19 orang. Tambahan sembilan jenazah yang ditemukan tim penyelam Basarnas Special Group (BSG) bersama TNI Angkatan Laut membuat angka tersebut meningkat menjadi 28 orang.

Berdasarkan pembaruan Basarnas pada Rabu malam, dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes KM Virgo Transport 8, sebanyak 108 orang berhasil diselamatkan, 28 orang meninggal dunia, dan 107 orang masih dalam pencarian.

Namun, angka 28 korban meninggal bukan berarti seluruh identitasnya sudah diketahui.

Hingga pembaruan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan bersama DVI Polri, baru 14 korban meninggal yang telah berhasil diidentifikasi dan diumumkan namanya.

Sementara korban meninggal lainnya masih menjalani proses identifikasi.

28 Korban Meninggal, 14 Sudah Teridentifikasi

Tim DVI melakukan identifikasi dengan mencocokkan data antemortem dari keluarga dengan data postmortem dari jenazah.

Pemeriksaan dapat mencakup sidik jari, ciri medis, data gigi, properti korban hingga pemeriksaan DNA apabila metode lain belum dapat memastikan identitas.

Berikut 14 korban meninggal KM Virgo Transport 8 yang telah berhasil diidentifikasi:

  1. Reyner Fausta Yosilianto, laki-laki, 22 tahun, asal Malang, Jawa Timur.
  2. Nurul Rian Hidayat, laki-laki, 33 tahun, asal Pamekasan, Jawa Timur.
  3. Deny Ridzal Saputra, laki-laki, 29 tahun, asal Kediri, Jawa Timur.
  4. Imam Soeparno, laki-laki, 66 tahun, asal Surabaya, Jawa Timur.
  5. Erick Maisul Latif, laki-laki, 37 tahun, asal Garut, Jawa Barat.
  6. Risyan Kurnia Putra, laki-laki, 28 tahun, asal Garut, Jawa Barat.
  7. Surya, laki-laki, 59 tahun, asal Tapin, Kalimantan Selatan.
  8. Yuli, perempuan, 29 tahun, asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
  9. Muhammad Abdiannoor, laki-laki, 30 tahun, asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
  10. Annas, laki-laki, 48 tahun, asal Bangkalan, Jawa Timur.
  11. Bagus Mahendra, laki-laki, 20 tahun, asal Klaten, Jawa Tengah.
  12. Aldo Nurrahmansyah, laki-laki, 19 tahun, asal Surakarta, Jawa Tengah.
  13. Jumbrik, laki-laki, 25 tahun, asal Lamongan, Jawa Timur.
  14. I Putu Angga Santyana, laki-laki, 21 tahun, asal Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Daftar tersebut dikonfirmasi oleh laporan media lokal mengenai 14 korban meninggal yang telah diidentifikasi DVI.

Terdapat beberapa perbedaan penulisan nama maupun usia dalam pemberitaan, sehingga untuk kepentingan identifikasi resmi, data DVI menjadi acuan utama.

Para 14 Korban Meninggal Lainnya Masih Dalam Proses Identifikasi

Dari total 28 korban meninggal yang telah ditemukan, belum seluruh identitasnya diumumkan kepada publik.

Sebelum sembilan jenazah baru ditemukan pada 23 September, DVI telah menerima 18 jenazah di RS Bhayangkara Banjarmasin.

Dari 18 jenazah tersebut, 14 telah teridentifikasi, sedangkan empat lainnya masih menunggu pemeriksaan DNA.

Setelah itu, pada Rabu (23/9), tim penyelam menemukan sembilan jenazah tambahan dari dalam bangkai kapal.

Karena proses identifikasi terhadap jenazah baru tersebut masih berlangsung, belum terdapat daftar resmi 14 nama tambahan yang dapat dipublikasikan sebagai korban meninggal.

Dengan demikian, kondisi identifikasi harus dibedakan sebagai berikut:

  • 28 orang: jumlah korban meninggal yang telah ditemukan.
  • 14 orang: identitas korban meninggal yang sudah diumumkan.
  • 14 orang lainnya: belum seluruhnya diumumkan identitasnya secara resmi.

Kronologi Penemuan Korban Meninggal Sejak Hari Pertama

Penemuan korban KM Virgo Transport 8 berlangsung secara bertahap sejak kapal mengalami kecelakaan pada 13 September 2026.

13 September: Enam Korban Meninggal Ditemukan

KM Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu, 13 September 2026.

Kapal tersebut sebelumnya berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin dengan total 243 orang dalam manifes.

Pada tahap awal operasi SAR, Basarnas melaporkan enam korban meninggal dunia dan 108 orang selamat. Sebanyak 129 orang masih dinyatakan hilang pada saat itu.

Kondisi cuaca buruk, gelombang tinggi dan arus laut menyulitkan proses pencarian.

14–15 September: Enam Korban Pertama Teridentifikasi

Proses identifikasi kemudian dilakukan oleh Tim DVI Polda Kalsel bersama DVI Polri.

Pada 14 September, Reyner Fausta Yosilianto berhasil diidentifikasi.

Sehari kemudian, lima korban lainnya berhasil diidentifikasi, yakni:

  1. Nurul Rian Hidayat.
  2. Deny Ridzal Saputra.
  3. Imam Soeparno.
  4. Erick Maisul Latif.
  5. Risyan Kurnia Putra.

Dengan demikian, enam korban yang ditemukan pada tahap awal operasi kemudian diketahui identitasnya.

18 September: Tiga Jenazah Ditemukan dari Dalam Kapal

Perkembangan berikutnya terjadi pada Jumat, 18 September 2026.

Tim penyelam gabungan berhasil menemukan tiga jenazah dari dalam badan KM Virgo Transport 8.

Ketiga korban terdiri atas dua laki-laki dan satu perempuan.

Jenazah kemudian dievakuasi dan dibawa menuju Banjarmasin untuk menjalani pemeriksaan DVI.

Ketiga korban tersebut kemudian diketahui sebagai:

  1. Surya.
  2. Yuli.
  3. Muhammad Abdiannoor.

Ketiganya diketahui berasal dari wilayah Kalimantan Selatan.

Penemuan tiga jenazah tersebut membuat jumlah korban meninggal yang ditemukan menjadi sembilan orang.

20 September: Dua Jenazah Ditemukan di Seruyan

Pada Minggu, 20 September 2026, dua jasad ditemukan di wilayah pesisir Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

Kedua jasad ditemukan menggunakan perlengkapan keselamatan yang memiliki keterkaitan dengan KM Virgo Transport 8.

Basarnas kemudian melakukan pemeriksaan dan memastikan kedua jasad tersebut merupakan korban kecelakaan KM Virgo Transport 8.

Pada periode tersebut, pencarian juga terus dilakukan di sekitar lokasi tenggelamnya kapal.

21 September: Penyelam Menemukan Korban di Bangkai Kapal

Pada Senin, 21 September 2026, tim penyelam kembali menemukan korban di dalam badan kapal.

Penyelam BSG melakukan penyisiran terhadap bagian kapal yang berada dalam kondisi terbalik.

Operasi bawah air dilakukan dengan menghadapi arus kuat dan jarak pandang yang sangat terbatas.

Penemuan tersebut membuat jumlah korban meninggal yang ditemukan terus bertambah.

22 September: Lima Korban Berhasil Diidentifikasi

Pada Selasa (22/9), Tim DVI mengumumkan identitas lima korban dari sembilan jenazah yang ditemukan sejak 20 September.

Kelima korban tersebut adalah:

  1. Annas, 48 tahun, Bangkalan, Jawa Timur.
  2. Bagus Mahendra, 20 tahun, Klaten, Jawa Tengah.
  3. Aldo Nurrahmansyah, 19 tahun, Surakarta, Jawa Tengah.
  4. Jumbrik, 25 tahun, Lamongan, Jawa Timur.
  5. I Putu Angga Santyana, 21 tahun, Mataram, Nusa Tenggara Barat.

ANTARA melaporkan lima jenazah tersebut berhasil diidentifikasi oleh Tim DVI pada Selasa malam.

Pada saat itu, total 14 dari 18 jenazah yang telah diterima DVI sudah berhasil diidentifikasi. Empat lainnya masih menunggu pemeriksaan DNA.

23 September: Satu Korban Ditemukan Nelayan

Pada Selasa sore (22/9), seorang nelayan menemukan jasad berjenis kelamin laki-laki di sekitar perairan lokasi pencarian.

Korban kemudian dievakuasi dan diproses oleh tim SAR.

ANTARA melaporkan penemuan korban tersebut pada Rabu (23/9), dengan posisi penemuan sekitar koordinat 3°33’6.34″ LS dan 111°41’33.69″ BT.

Penemuan tersebut membuat jumlah korban meninggal yang ditemukan menjadi 19 orang.

23 September: Sembilan Jenazah Ditemukan di Dalam Bangkai Kapal

Pada hari yang sama, operasi SAR memasuki hari ke-11.

Tim penyelam Basarnas Special Group (BSG) bersama TNI AL kembali melakukan penyelaman ke dalam bangkai kapal.

Setelah menghadapi arus bawah laut dan jarak pandang yang terbatas, penyelam berhasil menemukan sembilan jenazah.

Kesembilan korban ditemukan di bagian dalam bangkai KM Virgo Transport 8, termasuk di area ruang buritan.

Para korban kemudian dievakuasi ke KN SAR Pacitan.

Selanjutnya, korban diterbangkan menggunakan Helikopter Basarnas HR-3601 menuju Banjarmasin untuk menjalani proses identifikasi di RS Bhayangkara.

Dengan tambahan sembilan korban tersebut, jumlah korban meninggal yang ditemukan meningkat:

19 + 9 = 28 orang.

Basarnas kemudian memperbarui data menjadi:

108 orang selamat, 28 orang meninggal dunia, dan 107 orang masih dalam pencarian.

Mengapa Identitas Korban Belum Semuanya Diketahui?

Proses identifikasi tidak dilakukan hanya berdasarkan kondisi fisik jenazah.

Tim DVI harus mencocokkan data korban dengan data antemortem yang diberikan keluarga.

Beberapa metode yang digunakan antara lain:

  1. Sidik jari.
  2. Data gigi.
  3. Ciri medis.
  4. Ciri fisik.
  5. Properti yang melekat pada korban.
  6. Pemeriksaan DNA.

Khusus untuk jenazah yang kondisi fisiknya sudah sulit dikenali atau sidik jarinya tidak dapat digunakan, pemeriksaan DNA menjadi salah satu metode penting.

Kepala Bidang Dokkes Polda Kalsel menyebut empat jenazah dari 18 jenazah yang telah diterima sebelumnya masih harus menjalani tes DNA karena sulit dikenali secara visual maupun melalui sidik jari.

107 Orang Masih Dalam Pencarian

Dengan pembaruan terakhir Basarnas pada Rabu malam, masih terdapat 107 orang yang belum ditemukan.

Tim SAR tidak hanya melakukan pencarian di permukaan laut, tetapi juga menyisir bagian dalam bangkai kapal.

Operasi penyelaman menjadi salah satu bagian paling berisiko karena bangkai kapal berada dalam kondisi terbalik, sementara arus bawah laut dan jarak pandang menyulitkan penyelam.

Penemuan sembilan jenazah pada 23 September menunjukkan masih adanya korban yang berada di bagian dalam kapal. Tim gabungan selanjutnya masih melakukan evaluasi terhadap bagian kapal yang dapat dimasuki penyelam.

Operasi SAR Terus Dilanjutkan

Operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 masih terus dilakukan.

Selain kapal-kapal SAR dan unsur TNI AL, Basarnas menyiagakan dukungan udara untuk membantu proses evakuasi korban.

Setiap jenazah yang ditemukan akan dibawa ke RS Bhayangkara Banjarmasin untuk menjalani proses identifikasi.

Keluarga korban yang masih belum mendapatkan kepastian identitas juga diminta memberikan data antemortem kepada Posko DVI.

Data keluarga menjadi bagian penting dalam proses pencocokan identitas korban.

Data Terakhir KM Virgo Transport 8

Berdasarkan pembaruan Basarnas pada Rabu, 23 September 2026, komposisi 243 orang dalam manifes adalah:

  1. 108 orang selamat.
  2. 28 orang meninggal dunia.
  3. 107 orang masih dalam pencarian.

Dari 28 korban meninggal tersebut, 14 orang telah berhasil diidentifikasi dan namanya telah diumumkan, sementara identitas korban lainnya masih dalam proses pemeriksaan.

Dengan demikian, angka 28 korban meninggal merupakan jumlah korban yang telah ditemukan dalam operasi SAR, bukan jumlah korban yang seluruhnya telah teridentifikasi.

Operasi pencarian dan proses identifikasi masih berlangsung.

WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif :  Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.

Diterbitkan pertama kali oleh FAAL Redaksi Jam 07:14 Tanggal 24 September 2026 di Warta Bela Negara - WBN.

DARI REDAKSI

Kegiatan jurnalistik mengacu pada UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, Berbadan Hukum : Pasal 1 angka 2, Pasal 9 ayat (2) , termasuk Pasal 4 ayat (3) kemerdekaan pers, Pasal 6 peranan pers, dan Pasal 8 perlindungan wartawan menjalankan tugas dan Peraturan Dewan Pers No. 5/Peraturan-DP/IV/2008 tentang Perlindungan Profesi Wartawan.

Catatan : Dalam Melaksanakan Tugas Wartawan Kami Dilengkapi ID Card Resmi dan memilki Barcode yang terhubung pada database atau teregistrasi di box redaksi

Tim Redaksi memeriksa setiap artikel yang dipublikasi sesuai : Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber.

SANGAHAN

Pembaca berhak memperoleh informasi yang tepat, akurat dan benar serta dapat menggunakan hak jika ada keberatan dan koreksi melalui : Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai ketentuan UU Pers dan mekanisme yang berlaku.

Penerbit

Warta Bela Negara - WBN
Situs: wartabelanegara.com

Legal

PT Danakirti Media News
Nomor: AHU-0017454.AH.01.01.

Bisnis

PT Danakirti Media Groups
Nomor: AHU-0005878.AH.01.01-2022
NIB: 2801220007313
NPWP: 63.108.079.3-002.000
KBLI: 58130, 63122, 63912