WASHINGTON, 16 Juli 2026 – Amerika Serikat kembali melancarkan gelombang serangan militer terhadap Iran pada Rabu (15/7) malam waktu setempat. Presiden Donald Trump juga mengeluarkan peringatan keras kepada Teheran agar segera kembali ke jalur diplomasi, sementara kedua negara terus saling meningkatkan aksi militer di sekitar Selat Hormuz. Serangan terbaru ini menandai eskalasi baru setelah gencatan senjata yang sempat disepakati kembali runtuh.
AS Sasar Kapabilitas Militer Iran di Selat Hormuz
Militer Amerika Serikat menyatakan operasi terbaru difokuskan pada fasilitas militer Iran yang dinilai digunakan untuk mengancam kapal-kapal komersial yang melintas di Selat Hormuz.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyebut operasi berlangsung sekitar 90 menit dengan sasaran sistem pertahanan pantai, lokasi penyimpanan rudal jelajah, serta fasilitas peluncuran rudal di Pulau Tunb Besar.
Selain serangan udara, militer AS juga mengaku menghentikan sebuah kapal yang diduga berusaha menembus blokade laut yang kembali diberlakukan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Trump Beri Ultimatum kepada Iran
Presiden Donald Trump kembali meningkatkan tekanan terhadap Teheran. Saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai kemungkinan tenggat waktu bagi Iran untuk berunding, Trump mengatakan pihaknya tidak ingin memberikan batas waktu, tetapi menegaskan Iran memahami konsekuensi yang akan dihadapi.
Ia juga menyampaikan bahwa Iran “lebih baik bersikap baik” jika ingin menghindari eskalasi lebih lanjut.
Sebelumnya, Trump telah mengancam akan memperluas sasaran serangan hingga infrastruktur strategis seperti pembangkit listrik dan jembatan apabila Iran tidak kembali ke meja perundingan dalam waktu dekat.
Iran Tegaskan Tetap Bertahan
Di sisi lain, Ketua Parlemen Iran sekaligus negosiator utama, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan negaranya tidak memiliki alasan untuk tetap mematuhi kesepakatan apabila tidak memperoleh manfaat yang dijanjikan.
Menurutnya, mempertahankan kendali dan keamanan di sekitar Selat Hormuz merupakan bagian penting dari strategi nasional Iran. Ia menambahkan bahwa diplomasi maupun operasi militer akan tetap menjadi bagian dari strategi Teheran dalam menghadapi tekanan Amerika Serikat.
Blokade Laut Kembali Berlaku
Amerika Serikat kembali memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran setelah kesepakatan sebelumnya gagal dipertahankan.
Blokade tersebut melarang kapal melakukan pelayaran menuju maupun keluar dari pelabuhan Iran. Sebagai respons, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memperingatkan bahwa pihaknya dapat mengambil langkah balasan terhadap jalur ekspor energi yang melayani kepentingan Amerika Serikat dan sekutunya.
Ketegangan ini membuat lalu lintas kapal di Selat Hormuz menurun tajam, sementara pelaku pasar terus memantau risiko gangguan terhadap pasokan energi global.
Harga Minyak dan Pelayaran Global Terdampak
Eskalasi konflik kembali mengguncang pasar energi dunia. Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz dilaporkan menurun karena meningkatnya risiko keamanan, meski pergerakan harga minyak masih berfluktuasi seiring pelaku pasar menilai dampak jangka panjang konflik tersebut.
Selat Hormuz merupakan jalur vital yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia, sehingga setiap peningkatan ketegangan di kawasan ini berpotensi memengaruhi pasokan energi internasional dan stabilitas ekonomi global.
Penulis : Amanda
WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif : Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.
AS Serang Iran Lagi, Trump Ancam Teheran
Dibuat oleh Amanda pada 15:18 WIB, 16 Juli 2026
Konten artikel berita ini telah melalui proses verifikasi sesuai standar jurnalistik oleh Tim Redaksi untuk memastikan informasi yang akurat dan berimbang.
INFORMASI HUKUM & ETIKA JURNALISTIK:
Karya jurnalistik ini diproduksi dengan tunduk pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dan Pedoman Pemberitaan Media Siber.




