WBN, Bogor – Pro dan kontra terkait glow tak kunjung juga selesai, masa gabungan yang terdiri dari ormas, budayawan dan para aktivis tergabung Forum Peduli Kebun Raya Bogor (KRB) geruduk Balaikota Bogor dengan mengusung tema ‘Jumat Kramat Aksi Damai’ pada Jumat, 26 Agustus 2022.
Perwakilan Forum Peduli KRB, Shinta A Mayangsari mengatakan ratusan demonstran kecewa karena hanya diterima oleh Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim bukan Bima Arya Sugiarto sebagai Wali Kota Bogor.
“Ternyata Bima sedang menghadiri persiapan Munas PAN, dan Dedie mengakui telah menerima semua tuntutan dan menginginkan aksi yang cantik yang mencerminkan budaya Kota Bogor,” katanya melalui keterangan tertulisnya, Sabtu, 27 Agustus 2022.
Ia menambahkan, dirinya, Didik Ponidi dan Firman Hidayat senada mengemukakan Penolakan terkait wisata glow KRB.
“Karena wisata malam glow tidak punya manfaat bagi masyarakat. Ini kok KRB ada pergeseran ke dalam oligarki kapitalis. Dampak Lingkungan dengan adanya wisata malam ini akan bertambah urgent akibat binatang-binatang yang merupakan habitatnya merasa terganggu dengan hiruk pikuk nya pengunjung dan penerangan lampu,” ujarnya.
Shinta sebagai praktisi lingkungan mengkhawatirkan ular-ular jenis berbisa mengganggu masyarakat sekitar dan pengunjung karena mereka merasa terganggu.
“Saya merasa banyak kejanggalan kok bisa PT MNR yang cma PT penyelenggara EO bisa di percaya untuk mengelola KRB dan bingung pertunjukan lampu ini tidak ada unsur edukasinya. Apalagi wisata malamnya, edukasi apa yang didapat,” tegasnya
Menurutnya, peserta aksi merasa sudah hilang kepercayaan kepada PT MNR yang di anggap selama ini sudah banyak berbohong dengan berkedok riset masih menjual tiket.
“Semalam pun sangat janggal saat perwakilan aksi masuk sempat menemukan pengunjung yang katanya adalah undangan dari keluarga karyawan.
Untuk diketahui, pasca mengemukan 10 tuntutan rakyat yang diwakilkan oleh Didik Ponidi kepada Dedi es, orasi di lanjutkan BEM yang mewakili kaum milenial Rizki pun sempat memberikan kekecewaan pihaknya dan mengemukakan dugaan adanya kapitalis yang berkedok konservasi edukasi.
Tampak di akhir aksi pendemo sempat di cegat menuju KRB, walau dengan negosiasi yang alot akhirnya pendemo di izinkan untuk ke PT MNR. Meski di guyur hujan, namun semangat para peserta aksi tidak padam. (*)
Editor: Rieqhe
Seorang penulis yang gemar mengulas isu-isu politik, hukum, dan kehidupan sosial masyarakat. Menulis dengan gaya lugas, mudah dipahami, dan selalu berusaha menghadirkan informasi terbaru yang bermanfaat bagi pembaca
WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif : Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.
Diterbitkan pertama kali oleh rieke ferra Jam 23:19 Tanggal 27 Agustus 2022 di Warta Bela Negara - WBN.
DARI REDAKSI
Kegiatan jurnalistik mengacu pada UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, Berbadan Hukum : Pasal 1 angka 2, Pasal 9 ayat (2) , termasuk Pasal 4 ayat (3) kemerdekaan pers, Pasal 6 peranan pers, dan Pasal 8 perlindungan wartawan menjalankan tugas dan Peraturan Dewan Pers No. 5/Peraturan-DP/IV/2008 tentang Perlindungan Profesi Wartawan.
Catatan : Dalam Melaksanakan Tugas Wartawan Kami Dilengkapi ID Card Resmi dan memilki Barcode yang terhubung pada database atau teregistrasi di box redaksi
Tim Redaksi memeriksa setiap artikel yang dipublikasi sesuai : Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber.
SANGAHAN
Pembaca berhak memperoleh informasi yang tepat, akurat dan benar serta dapat menggunakan hak jika ada keberatan dan koreksi melalui : Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai ketentuan UU Pers dan mekanisme yang berlaku.
Penerbit
Warta Bela Negara - WBN
Situs: wartabelanegara.com
Legal
Danakirti Media News
Nomor: AHU-0017454.AH.01.01.
Bisnis
Danakirti Media Groups
Nomor: AHU-0005878.AH.01.01-2022
NIB: 2801220007313
NPWP: 63.108.079.3-002.000
KBLI: 58130, 63122, 63912
