BeritaBerita Utama

Walk Out Warnai Sidang Umum PBB ke-80 Saat Netanyahu Berpidato

Aninggell
×

Walk Out Warnai Sidang Umum PBB ke-80 Saat Netanyahu Berpidato

Sebarkan artikel ini
Walk Out Warnai Sidang Umum PBB ke-80 Saat Netanyahu Berpidato
Sumber Foto : CNBC

WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif :  Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.

UPDATE: Artikel ini telah diperbarui pada 15 Oktober 2025

Walk Out Warnai Sidang Umum PBB ke-80 Saat Netanyahu Berpidato

JAKARTA –  Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80 diwarnai aksi walk out ketika Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, naik ke podium untuk menyampaikan pidatonya. Puluhan delegasi dari negara anggota keluar ruangan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Israel di Palestina.

Puluhan Delegasi Tinggalkan Ruangan

Saat Netanyahu mulai berbicara, sejumlah kursi terlihat kosong karena ditinggalkan oleh delegasi dari Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Liga Arab, hingga Gerakan Non-Blok. Delegasi dari Indonesia, Pakistan, Malaysia, Iran, Kuba, dan Kuwait termasuk di antara yang melakukan aksi walk out.
Langkah ini merupakan bentuk solidaritas terhadap Palestina sekaligus penolakan atas narasi yang disampaikan Israel di forum internasional. Para diplomat menegaskan kehadiran Netanyahu di podium PBB tidak bisa diterima, mengingat ia menghadapi surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terkait dugaan kejahatan kemanusiaan di Gaza.

Simbol Isolasi Internasional Israel

Aksi walk out tersebut mencerminkan meningkatnya isolasi diplomatik Israel di mata komunitas global. Banyak negara menilai tindakan militer Israel di Gaza telah menimbulkan krisis kemanusiaan yang semakin parah.
Dalam pidatonya, Netanyahu tetap melanjutkan pernyataannya. Ia membela agresi Israel sebagai upaya membela diri, sekaligus menuding negara-negara yang mendukung Palestina sebagai pihak yang “membiarkan terorisme tumbuh”.

Jejak Walk Out di Sidang PBB

Protes walk out bukan hal baru dalam Sidang Umum PBB. Dalam sejarahnya, sejumlah pidato kontroversial juga memicu aksi serupa.

George W. Bush vs Kuba

Pada 2007, delegasi Kuba meninggalkan ruangan setelah Presiden AS George W. Bush menyebut Fidel Castro sebagai “diktator kejam”. Kuba menuding Bush tidak memiliki kredibilitas moral karena perang Irak yang menelan ratusan ribu korban sipil.

Pidato Ahmadinejad Picu Walk Out Massal

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad kerap memicu aksi keluar massal pada periode 2005–2012. Pada 2010, delegasi AS, Uni Eropa, dan sejumlah negara lain melakukan walk out serentak ketika Ahmadinejad menuduh AS dan Israel merekayasa serangan 11 September 2001 sebagai dalih menyerang Afghanistan dan Irak.
Setahun kemudian, pada 2011, delegasi 27 negara Uni Eropa kembali meninggalkan ruang sidang setelah Ahmadinejad menyinggung teori konspirasi 9/11 dan menyerang Israel sebagai “rezim Zionis”.

Walk Out Terbaru terhadap Rusia

Aksi serupa juga terjadi pada Sidang Umum PBB ke-79 tahun 2024, ketika delegasi Rusia meninggalkan ruangan saat Presiden Lithuania Gitanas Nausėda mengecam invasi Moskow ke Ukraina.

Makna Politik Walk Out

Di forum internasional, walk out dipandang sebagai bentuk protes politik paling keras tanpa harus menggunakan kata-kata. Langkah ini memperlihatkan sikap diplomatik tegas sekaligus menekan negara yang dianggap melanggar hukum internasional.
Aksi pada Sidang Umum PBB ke-80 ini mempertegas bahwa isolasi internasional terhadap Israel semakin menguat. Dukungan bagi Palestina kian terlihat nyata, bukan hanya melalui pernyataan diplomatik, tetapi juga lewat aksi nyata di panggung diplomasi dunia.


Presiden Prabowo Bertolak ke New York Hadiri Sidang Umum PBB

Walk Out Warnai Sidang Umum PBB ke-80 Saat Netanyahu Berpidato

Informasi Terkait: Baca rangkuman berita Nasional, Daerah, dan Internasional terbaru secara lengkap di halaman Berita Terkini Wartabelanegara .

Official Content: wartabelanegara.com | Hash: b1cdc98cedddb3a52f0ed83c714c1a06 | 2026

Walk Out Warnai Sidang Umum PBB ke-80 Saat Netanyahu Berpidato

Diterbitkan pertama kali oleh Aninggell pada 09:28 WIB, 27 September 2025

Seluruh konten di portal Warta Bela Negara telah melalui proses verifikasi fakta dan penyuntingan sesuai standar operasional prosedur oleh Tim Dewan Redaksi untuk memastikan informasi yang akurat dan berimbang.

INFORMASI HUKUM & ETIKA JURNALISTIK:

Karya jurnalistik ini diproduksi dengan tunduk pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dan Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Kami menjamin perlindungan Hak Cipta atas seluruh materi yang dipublikasikan. Penyalinan tanpa izin atau pelanggaran hak intelektual akan ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum.

Sesuai Pasal 1 butir 11 UU Pers, kami menyediakan ruang Hak Jawab bagi pihak yang merasa dirugikan.
Fingerprint: Warta Bela Negara - WBN-16526

WARTA BELA NEGARA
Penerbit: PT DANAKIRTI MEDIA NEWS
Manajemen Bisnis: PT DANAKIRTI MEDIA GROUPS
NIB: 2801220007313 | NPWP: 63.108.079.3-002.000
KBLI Utama: 58130 | No. Sertifikat: 28012200073130001
Seluruh kegiatan jurnalistik wartabelanegara.com berada di bawah naungan badan hukum resmi, patuh Sesuai UU Pers No. 40/1999