Bencana AlamBerita

Gempa Flores Picu Krisis Air, Warga Manfaatkan Batang Pisang

Amanda
×

Gempa Flores Picu Krisis Air, Warga Manfaatkan Batang Pisang

Sebarkan artikel ini
Gempa Flores Picu Krisis Air, Warga Manfaatkan Batang Pisang
Gempa Flores Picu Krisis Air, Warga Manfaatkan Batang Pisang

SIKKA, 1 Oktober 2026 โ€“ Krisis air bersih masih menghantui warga Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, setelah gempa M 7,7 mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026. Di tengah keterbatasan sumber air, warga Desa Tuanggeo bahkan memanfaatkan air dari batang pisang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Warga Palue Andalkan Air dari Batang Pisang

Krisis air bersih dilaporkan telah berlangsung sekitar tiga pekan di Desa Tuanggeo, Kecamatan Palue. Kondisi tersebut membuat warga mencari sumber air alternatif karena pasokan air yang biasa digunakan tidak lagi mencukupi.

Salah seorang warga, Nestor Langga, mengatakan masyarakat memotong batang pisang dan memasang sebilah bambu pada bagian batang yang telah dipotong. Cairan yang keluar kemudian dialirkan ke wadah untuk dikumpulkan.

Dalam sehari, air yang diperoleh dari batang pisang hanya sekitar dua hingga tiga liter. Air tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga, termasuk mandi, mencuci dan memasak.

Menurut keterangan warga, air dari batang pisang memiliki rasa sepat dan agak pahit. Meski demikian, keterbatasan sumber air membuat cara tersebut tetap dilakukan.

Penampungan Air Rusak Pascagempa

Kondisi krisis air di Palue semakin berat setelah sejumlah fasilitas penampungan air hujan mengalami kerusakan akibat gempa Flores. Padahal, air hujan selama ini menjadi salah satu sumber utama kebutuhan masyarakat di pulau tersebut.

Pulau Palue memang memiliki tantangan tersendiri dalam penyediaan air. Sumber air tawar terbatas sehingga masyarakat selama bertahun-tahun mengandalkan penampungan air hujan serta sumber alternatif lainnya.

Selain air dari batang pisang, sebagian warga juga memanfaatkan air hasil penyulingan uap panas bumi dari kawasan Gunung Api Rokatenda. Praktik penyulingan uap panas bumi tersebut bukan hal baru bagi masyarakat Palue dan telah digunakan untuk memperoleh air bersih.

Air Laut untuk Mandi dan Mencuci

Dalam kondisi kekurangan air, sebagian warga juga terpaksa menggunakan air asin untuk kebutuhan tertentu seperti mandi dan mencuci. Sementara air yang tersedia diprioritaskan untuk kebutuhan memasak dan konsumsi.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan air di Palue bukan hanya muncul setelah gempa, tetapi menjadi semakin berat karena kerusakan fasilitas penampungan dan keterbatasan sumber air di tengah kondisi kering.

Pemerintah Siapkan Sumber Air Tambahan

Penanganan kebutuhan air bersih di wilayah terdampak gempa telah dilakukan pemerintah. Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara II sebelumnya mengirimkan empat unit tandon air ke Pulau Palue. Masing-masing tandon memiliki kapasitas 1.200 liter.

Kementerian PU juga meninjau sumur bor yang telah dibangun pada 2023 dan memiliki kapasitas sekitar 1,8 liter per detik. Sumur tersebut menjadi salah satu sumber layanan air bagi masyarakat Pulau Palue.

Selain distribusi air, BBWS Nusa Tenggara II menyiapkan survei geolistrik untuk memetakan potensi air tanah. Langkah tersebut ditujukan untuk menentukan lokasi sumber air baru yang dapat dikembangkan bagi masyarakat terdampak di Kabupaten Sikka.

Pemerintah menyebut pemetaan tersebut dipersiapkan untuk mendukung kebutuhan air sekitar 7.000 warga yang tersebar di delapan desa di Kabupaten Sikka.

Ribuan Warga Palue Masih Mengungsi

Persoalan air bersih berlangsung ketika masyarakat Palue masih menjalani masa pemulihan pascagempa. Data Pemerintah Kabupaten Sikka per 2 September 2026 mencatat sebanyak 3.340 warga Palue dari 892 kepala keluarga masih berada di sejumlah lokasi pengungsian.

Kondisi tersebut membuat ketersediaan air menjadi salah satu kebutuhan penting dalam proses pemulihan. Distribusi air, perbaikan fasilitas penampungan serta pencarian sumber air baru menjadi bagian penting untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

Gempa M 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 memang telah memasuki tahap pemulihan. Namun, bagi warga Palue, dampaknya masih terasa dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika mereka harus mencari air dari sumber yang tidak biasa demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Upaya Pemulihan Terus Dilakukan

Pemerintah Kabupaten Sikka telah memasuki fase transisi darurat menuju pemulihan sejak 12 September 2026. Tahap tersebut dijadwalkan berlangsung selama 90 hari hingga 10 Desember 2026.

Dalam masa pemulihan tersebut, kebutuhan air bersih menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Upaya menghadirkan sumber air baru diharapkan dapat mengurangi ketergantungan warga terhadap sumber alternatif seperti air batang pisang dan air asin.

Di sisi lain, kondisi warga Desa Tuanggeo memperlihatkan bahwa pemulihan pascagempa tidak hanya berkaitan dengan pembangunan kembali rumah dan infrastruktur. Pemenuhan kebutuhan dasar seperti air bersih juga menjadi bagian penting agar masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.

Penulis : Amanda

WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif : ย Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.

Diterbitkan pertama kali oleh Amanda Jam 21:57 Tanggal 01 Oktober 2026 di Warta Bela Negara - WBN.

DARI REDAKSI

Kegiatan jurnalistik mengacu pada UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, Berbadan Hukum : Pasal 1 angka 2, Pasal 9 ayat (2) , termasuk Pasal 4 ayat (3) kemerdekaan pers, Pasal 6 peranan pers, dan Pasal 8 perlindungan wartawan menjalankan tugas dan Peraturan Dewan Pers No. 5/Peraturan-DP/IV/2008 tentang Perlindungan Profesi Wartawan.

Catatan : Dalam Melaksanakan Tugas Wartawan Kami Dilengkapi ID Card Resmi dan memilki Barcode yang terhubung pada database atau teregistrasi di box redaksi

Tim Redaksi memeriksa setiap artikel yang dipublikasi sesuai : Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber.

SANGAHAN

Pembaca berhak memperoleh informasi yang tepat, akurat dan benar serta dapat menggunakan hak jika ada keberatan dan koreksi melalui : Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai ketentuan UU Pers dan mekanisme yang berlaku.

Penerbit

Warta Bela Negara - WBN
Situs: wartabelanegara.com

Legal

PT Danakirti Media News
Nomor: AHU-0017454.AH.01.01.

Bisnis

PT Danakirti Media Groups
Nomor: AHU-0005878.AH.01.01-2022
NIB: 2801220007313
NPWP: 63.108.079.3-002.000
KBLI: 58130, 63122, 63912

Penulis: Amanda Editor: Editor