MAJALENGKA, 25 Juli 2026 – Nama Aninggelldivita kembali menjadi perhatian dalam pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan 77, 78, dan 79 yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jawa Barat di Majalengka pada 22–23 Juli 2026. Di usia 22 tahun, wartawan asal Kota Depok tersebut berhasil dinyatakan kompeten pada UKW tingkat Madya. Pencapaian itu melanjutkan prestasinya saat lulus UKW tingkat Muda pada usia 18 tahun, tepat setelah menyelesaikan pendidikan di bangku SMA.
Aninggelldivita Kembali Mencatat Prestasi di Uji Kompetensi Wartawan
Perjalanan kompetensi Aninggelldivita terbilang berbeda dibandingkan sebagian besar wartawan lainnya.
Saat banyak wartawan mengikuti UKW setelah memiliki pengalaman panjang di dunia jurnalistik, Aninggelldivita justru memulai langkah profesionalnya sejak usia yang sangat muda.
Pada usia 18 tahun, tepat setelah lulus sekolah menengah atas, ia mengikuti Uji Kompetensi Wartawan tingkat Muda dan berhasil dinyatakan kompeten. Saat itu, ia juga menjadi salah satu peserta termuda dalam pelaksanaan UKW.
Empat tahun kemudian, Aninggelldivita kembali mengikuti UKW tingkat Madya. Di usia 22 tahun, ia kembali menjadi peserta dengan usia paling muda di antara seluruh peserta yang mengikuti ujian kompetensi tersebut.
Keberhasilannya menyelesaikan UKW Madya pada usia yang relatif sangat muda menjadi bukti bahwa profesionalisme wartawan tidak semata-mata ditentukan oleh usia, melainkan oleh kemauan belajar, kemampuan, integritas, dan komitmen terhadap etika jurnalistik.
Digadang Menjadi Wartawan Kompeten Termuda di Indonesia
Rangkaian pencapaian tersebut membuat Aninggelldivita layak disebut sebagai salah satu, bahkan berpeluang menjadi wartawan kompeten termuda di Indonesia yang telah berhasil meraih kompetensi hingga jenjang Madya.
Hingga saat ini, sangat jarang wartawan yang telah menyelesaikan UKW tingkat Muda pada usia 18 tahun dan berhasil melanjutkan ke tingkat Madya pada usia 22 tahun.
Pencapaian tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa regenerasi insan pers profesional dapat dimulai sejak usia muda apabila dibarengi dengan komitmen untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas diri.
Keberhasilan Aninggelldivita juga menunjukkan bahwa ruang bagi generasi muda di dunia jurnalistik semakin terbuka untuk berkembang melalui peningkatan kompetensi yang terukur.
Sempat Minder Menghadapi Wartawan Senior
Meski telah memiliki pengalaman mengikuti UKW sebelumnya, Aninggelldivita mengaku tetap merasakan tantangan ketika mengikuti UKW tingkat Madya.
Sebagian besar peserta merupakan wartawan senior yang telah lama berkecimpung di dunia jurnalistik.
“Alhamdulillah saya bersyukur akhirnya bisa menyelesaikan Uji Kompetensi Wartawan tingkat Madya ini. Awalnya saya sempat merasa minder karena sebagian besar peserta merupakan senior-senior yang usianya terpaut cukup jauh dengan saya. Namun, saya menjadikan hal itu sebagai motivasi untuk belajar lebih banyak dan membuktikan bahwa usia muda bukan penghalang untuk terus meningkatkan kompetensi sebagai wartawan,” ujarnya.
Menurutnya, pengalaman tersebut justru menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas diri agar mampu memberikan karya jurnalistik yang profesional, akurat, dan bertanggung jawab.
Atal S. Depari: UKW Adalah Cermin Profesionalisme Wartawan
Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat sekaligus penguji UKW, Atal S. Depari, menegaskan bahwa tujuan utama Uji Kompetensi Wartawan bukan sekadar menentukan siapa yang lulus atau belum lulus.
Menurutnya, nilai utama UKW adalah keberanian seorang wartawan untuk mengukur kemampuan dirinya sendiri sebagai bentuk tanggung jawab terhadap profesi.
“Yang paling penting adalah keberanian menguji diri sendiri. Wartawan yang berani menguji dirinya sendiri berarti percaya terhadap profesinya. UKW bukan mencari siapa yang paling baik, tetapi menjadi cermin untuk mengetahui apa yang sudah baik dan apa yang masih harus diperbaiki,” ujar Atal.
Ia juga mengingatkan bahwa wartawan yang telah memperoleh predikat kompeten tidak boleh berhenti belajar.
“Yang tidak boleh hilang itu semangat belajar dan menjaga integritas. Jadilah wartawan yang tidak hanya pandai, tetapi juga mampu menjaga nama baik profesinya. Nama baik yang dijaga selama puluhan tahun bisa hancur hanya karena satu berita yang belum terverifikasi,” tegasnya.
Simbol Regenerasi Pers Indonesia
Keberhasilan Aninggelldivita melewati dua jenjang Uji Kompetensi Wartawan dalam rentang usia yang relatif muda menjadi contoh bahwa regenerasi pers Indonesia berjalan secara nyata.
Di tengah tuntutan dunia jurnalistik yang semakin kompleks, kehadiran wartawan muda yang memilih meningkatkan kompetensinya sejak awal karier menjadi sinyal positif bagi masa depan pers nasional.
Pencapaian tersebut bukan hanya menjadi prestasi pribadi, tetapi juga menunjukkan bahwa profesionalisme wartawan dibangun melalui proses pembelajaran, pengujian kompetensi, dan komitmen untuk menjaga integritas dalam setiap karya jurnalistik.
WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif : Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.
Konten artikel berita ini telah melalui proses verifikasi sesuai standar jurnalistik oleh Tim Redaksi untuk memastikan informasi yang akurat dan berimbang.
REGULASI & ETIKA JURNALISTIK:
Karya jurnalistik ini diproduksi dengan tunduk pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers : Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber



