WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif : Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.
Wartabelanegara.com,Sumenep – Minimnya penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang Jalan Baban, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, khususnya di area jembatan baru Desa Baban, menuai sorotan tajam. Kondisi gelap gulita di jalur tersebut dinilai menjadi pemicu meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas), sekaligus mencerminkan lemahnya perhatian pemerintah daerah terhadap keselamatan pengguna jalan, Kamis, (09/04/2026).
Sejumlah warga mengungkapkan, kondisi jalan yang nyaris tanpa penerangan saat malam hari membuat pengendara kesulitan melihat kondisi sekitar, terlebih di area jembatan yang rawan. Situasi ini diperparah dengan minimnya rambu-rambu peringatan dan pengawasan dari pihak terkait.
“Kalau malam benar-benar gelap. Sudah sering terjadi kecelakaan, tapi sampai sekarang belum ada tindakan serius,” ujar salah satu warga setempat dengan nada kecewa.
Baca juga: PAW Periode 2026-2029 Desa Keresek Kecamatan Cibatu Berlangsung Lancar Dan Sukses
Ironisnya, hingga kini belum terlihat langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Sumenep maupun Dinas Perhubungan setempat untuk mengatasi persoalan tersebut. Padahal, keberadaan lampu penerangan jalan bukan sekadar fasilitas pelengkap, melainkan kebutuhan mendasar untuk menjamin keselamatan publik.
Pengamat kebijakan publik menilai, pembiaran kondisi ini berpotensi mengindikasikan kelalaian pemerintah dalam menjalankan tanggung jawabnya. Infrastruktur yang dibangun tanpa didukung sistem keselamatan memadai justru berisiko menjadi ancaman bagi masyarakat.
Berita terkait: Diterjang Hujan Deras, Jembatan Ciwarunga Putus—Akses Antar Desa Lumpuh, Polisi & Tim Gabungan Bergerak Cepat
“Ini bukan sekadar soal lampu jalan, tapi soal nyawa. Jika terus dibiarkan, maka patut dipertanyakan komitmen pemerintah daerah dalam melindungi warganya,” tegasnya.
Desakan pun menguat agar Pemerintah Kabupaten Sumenep segera mengambil langkah cepat dan terukur. Mulai dari pemasangan PJU di titik-titik rawan, hingga evaluasi menyeluruh terhadap infrastruktur jalan yang berpotensi membahayakan pengguna.
Kondisi gelap di jembatan baru Desa Baban seharusnya menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah. Jangan sampai, jatuhnya korban demi korban menjadi harga mahal dari kelalaian yang terus dibiarkan.
Simak juga: Wakapolda Sulsel Buka Audit Kinerja Itwasda Tahap I 2026, Perkuat Akuntabilitas dan Kinerja Organisasi







