Berita InternasionalHeadline NewsPertahanan Keamanan dan Ketertiban

Trump Ancam Serangan Baru, AS Bombardir Iran 9 Hari Beruntun

Amanda
×

Trump Ancam Serangan Baru, AS Bombardir Iran 9 Hari Beruntun

Sebarkan artikel ini
Trump Ancam Serangan Baru, AS Bombardir Iran 9 Hari Beruntun
Trump Ancam Serangan Baru, AS Bombardir Iran 9 Hari Beruntun

WASHINGTON DC, 20 Juli 2026 Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan baru terhadap Iran setelah militer AS menggempur sejumlah target di Teheran selama sembilan malam berturut-turut. Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah serta aksi saling serang antara Washington dan Teheran.

Trump Janjikan Serangan Baru terhadap Iran

Presiden AS Donald Trump menegaskan operasi militer terhadap Iran akan terus berlanjut sebagai respons atas gugurnya personel militer Amerika dalam konflik yang semakin memanas.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada wartawan saat tiba di Washington DC usai menghadiri final Piala Dunia. Menurutnya, serangan terbaru dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada tentara Amerika yang kehilangan nyawa dalam beberapa hari terakhir.

“Kita kembali menghantam mereka dengan sangat keras malam ini, dan kita melakukannya demi menghormati, mungkin ada tiga, tiga patriot hebat,” ujar Trump.

Trump kembali menegaskan bahwa operasi militer akan berlanjut.

“Kita akan kembali menyerang Iran malam ini untuk menghormati para tentara Amerika,” katanya.

Saat ditanya mengenai korban di pihak militer AS, Trump mengaku sangat terpukul. Namun, ia menegaskan para tentara tersebut berjuang demi mencegah Iran memiliki senjata nuklir.

AS Luncurkan Serangan Selama Sembilan Malam Berturut-turut

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa operasi militer terbaru terhadap Iran dimulai pada Minggu (19/7) pukul 19.00 waktu Eastern Time (ET).

Dalam pernyataan resminya, CENTCOM menyebut serangan tersebut merupakan gelombang operasi yang telah berlangsung selama sembilan malam berturut-turut.

Menurut CENTCOM, target operasi adalah fasilitas dan kemampuan militer Iran yang dinilai digunakan untuk mengancam kapal-kapal dagang dan pelaut sipil yang melintasi Selat Hormuz.

Selat Hormuz Kembali Menjadi Titik Panas Konflik

Selat Hormuz kembali menjadi pusat ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Jalur pelayaran strategis tersebut memiliki peran vital dalam distribusi energi dunia sehingga setiap eskalasi militer berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan maupun pasar global.

Dalam beberapa pekan terakhir, Washington menuduh Iran berada di balik serangkaian serangan terhadap kapal-kapal di kawasan tersebut. Sebagai balasan, militer AS menggempur sejumlah target Iran di daratan maupun wilayah laut.

Di sisi lain, Teheran merespons dengan melancarkan serangan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di sejumlah negara Teluk.

Upaya Gencatan Senjata Gagal Terwujud

Meningkatnya aksi saling serang antara kedua negara juga menggagalkan upaya gencatan senjata yang sebelumnya dimediasi Pakistan.

Hingga kini belum ada tanda-tanda kedua pihak akan meredakan konflik. Sebaliknya, pernyataan terbaru Presiden Trump menunjukkan operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran masih akan terus berlanjut apabila situasi di kawasan tidak berubah.

Eskalasi konflik tersebut terus menjadi perhatian dunia karena berpotensi memperluas ketidakstabilan di Timur Tengah serta memengaruhi keamanan jalur perdagangan internasional, khususnya di Selat Hormuz.

Penulis : Amanda

WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif :  Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.

Official Content: wartabelanegara.com | Hash: f542e3f7b83d94f1a1d17bedbe75b410 | 2026

Trump Ancam Serangan Baru, AS Bombardir Iran 9 Hari Beruntun

Dibuat oleh Amanda pada 21:58 WIB, 20 Juli 2026

Konten artikel berita ini telah melalui proses verifikasi sesuai standar jurnalistik oleh Tim Redaksi untuk memastikan informasi yang akurat dan berimbang.

INFORMASI HUKUM & ETIKA JURNALISTIK:

Karya jurnalistik ini diproduksi dengan tunduk pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dan Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Sesuai Pasal 1 butir 11 UU Pers, kami menyediakan ruang Hak Jawab bagi pihak yang merasa dirugikan.
Bencana Alam

Operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, dihentikan sementara pada Minggu (6/9/2026) akibat adanya indikasi sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.