Bukan Sekadar Lomba Lari! Minang Geopark Run 2026 , Pemulihan Wisata Sumatera Barat
Bukittinggi, 31 Oktober 2026 — Acara Minang Geopark Run 2026 siap dilaksanakan pada tanggal 1 November 2026, diikuti oleh 3.800 peserta yang terbagi dalam tiga kategori lari yaitu 5K, 10K, dan 21K. Memasuki tahun kesembilan penyelenggaraan, kegiatan ini bukan hanya sekadar ajang perlombaan lari, melainkan upaya besar untuk meningkatkan popularitas kawasan geopark di Sumatera Barat, sekaligus mendukung proses pengajuan pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark.
Idris Saputra, salah satu penggagas acara, menjelaskan bahwa ide kegiatan ini sudah dirancang sejak tahun 2018 bersama Ramlan Nurmartias. Ia menegaskan Minang Geopark Run tidak berorientasi untuk mencari keuntungan semata, melainkan merupakan misi sosial yang bertujuan menjaga kelestarian alam dan meningkatkan kesejahteraan penduduk sekitar kawasan geopark.
“Dari delapan provinsi di Indonesia yang sedang mengembangkan kawasan geopark, Sumatera Barat adalah wilayah yang sudah memenuhi sejumlah persyaratan tingkat nasional dan syarat pengajuan UNESCO. Meski begitu, upaya untuk mengenalkan geopark kepada masyarakat luas masih perlu ditingkatkan,” tutur Idris.
Ia juga membandingkan keunggulan sekaligus tantangan yang dihadapi Sumatera Barat. Berbeda dengan Belitung yang hanya memiliki satu kawasan geopark, Sumatera Barat memiliki tiga lokasi unggulan yaitu Maninjau, Pandai Sikek, dan Ngarai Sianok. Meskipun daerah seperti Banyuwangi dan Bondowoso lebih aktif melakukan promosi, Bukittinggi memiliki kelebihan berupa ketersediaan akomodasi hotel yang cukup untuk menampung wisatawan. Idris berharap dukungan penuh dari pimpinan daerah dan bupati untuk mengatasi hambatan seperti risiko bencana alam serta dampak pandemi COVID‑19 yang sempat menurunkan kunjungan wisata geopark. Acara ini mengusung prinsip memuliakan bumi, menyejahterakan masyarakat, dan menjaga kelestarian alam, dengan melibatkan warga secara langsung agar penduduk dapat merasakan manfaat ekonomi dan lingkungan dari kawasan geopark.
Perlombaan lari utama akan dimulai pukul 06.30 WIB untuk kategori 21K, dilanjutkan dengan kategori 10K, dan akan dihadiri oleh Bima Arya sebagai tamu undangan. Panitia juga menyiapkan langkah antisipasi terhadap perubahan cuaca, serta berusaha menjaring sponsor tambahan seperti BNI dan Bimanta guna memenuhi biaya operasional sekitar 325 juta rupiah.
Lutfi, Sekretaris Daerah Agam yang hadir mewakili Bupati Agam yang tidak dapat hadir, menambahkan kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus memberdayakan masyarakat melalui program tanggung jawab sosial. Manfaat positif dari acara ini dirasakan oleh wilayah Bukittinggi dan Agam yang berbatasan langsung. Pada tahun 2025, jumlah wisatawan menurun akibat bencana alam dan gangguan akses jalan, sehingga perbaikan infrastruktur menjadi prioritas utama. Melalui Minang Geopark Run, wisatawan dapat mengunjungi berbagai destinasi wisata, mencicipi kuliner lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi pelaku UMKM, sektor transportasi, dan perhotelan.
Pada sesi konferensi pers, Ramlan Nurmartias menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat mulai dari panitia, sponsor, pemerintah daerah, hingga masyarakat pendukung. “Alhamdulillah, setelah bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, kami berharap kegiatan esok hari dapat berjalan dengan lancar,” ujar Ramlan. Ia menjelaskan dua tujuan utama acara ini yaitu menumbuhkan rasa cinta masyarakat terhadap alam serta memperkenalkan potensi wisata Bukittinggi, yang diperkirakan memberikan dampak ekonomi besar melalui peningkatan hunian hotel. Selain perlombaan utama, panitia juga menyelenggarakan fun run mengelilingi Jam Gadang sebagai rangkaian peringatan hari jadi ikon bersejarah Bukittinggi tersebut.
Di sisi lain, terdapat masukan positif dari peserta yang berasal dari luar Sumatera Barat. Peserta tersebut merasa kurang nyaman karena harus menunggu dalam antrean yang panjang, dan meminta panitia pada penyelenggaraan mendatang untuk menyusun sistem pelayanan yang lebih seimbang, misalnya dengan memanfaatkan teknologi atau mengoptimalkan sumber daya yang tersedia agar kegiatan berjalan lebih cepat dan teratur.
Baik Idris Saputra maupun Ramlan Nurmartias sepakat bahwa Minang Geopark Run menggabungkan unsur olahraga, promosi pariwisata, pelestarian geopark, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kegiatan ini diharapkan menjadi titik balik pemulihan sektor wisata Sumatera Barat, sekaligus menjadi langkah nyata untuk memperkuat status geopark menuju jaringan UNESCO Global Geopark, dengan terus memperbaiki kekurangan layanan agar peserta merasa lebih nyaman pada acara‑acara selanjutnya.
(YamanLbs)
Andrie Sikumbang Redaksi Sumbar adalah jurnalis wilayah sumatera di wartabelanegara.com dengan pengalaman di industri media. Sebelum bergabung dengan kami, ia aktif meliput isu-isu publik yang ada dimasyarakat. Ia memiliki ketertarikan besar pada jurnalisme investigatif dan penulisan mendalam (feature). Saat tidak menulis, Andrie gemar menulis dan berdiskusi di komunitas literasi.
WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif : Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.
Diterbitkan pertama kali oleh Andrie Sikumbang pukul 23:53, tanggal 31 Oktober 2026 di Warta Bela Negara - WBN.
CATATAN REDAKSI
Pemberitaan dilaksanakan dengan mengacu pada UU Pers, kaidah jurnalistik, Kode Etik Jurnalistik, dan Pedoman Pemberitaan Media Siber.
Apabila terdapat kekeliruan atau keberatan atas pemberitaan, pembaca dapat mengajukan hak jawab dan koreksi sesuai ketentuan yang berlaku.
PENERBIT
Warta Bela Negara - WBN (wartabelanegara.com)
Penerbit PT Danakirti Media Groups. NIB: 2801220007313 · KBLI: 58130, 63122, 63912.


