Polsek Tilatang Kamang Bersama Puskesmas Bedah Tiga Ancaman Krusial Generasi Muda
TILATANG KAMANG – Suasana penuh semangat dan kekeluargaan menyelimuti kegiatan sosialsasi dan edukasi bertajuk “Pemahaman dan Penanganan Perundungan, LGBT, serta Bahaya NAPZA”. Kegiatan yang dihadiri pelajar, tenaga pendidik, serta tokoh masyarakat ini menjadi bukti nyata kepedulian bersama menjaga masa depan generasi penerus di wilayah Tilatang Kamang yang digelar di PPTI Gobah V Surau, Rabu (15 Juli 2026).
Hadir sebagai narasumber , Aipda Hendri didampingi mitra kerjanya dari Polsek Tilatang Kamang tampil memukau dengan gaya penyampaian interaktif yang langsung menyita perhatian seluruh peserta. Bersama perwakilan dari Puskesmas Tilatang Kamang, beliau membuka wawasan mendalam mengenai isu tersebut yang kini menjadi “bayang-bayang gelap” mengancam ketenangan keluarga, keharmonisan lingkungan, dan masa depan anak-anak kita.
Aipda Hendri, Dalam penyampaiannya yang penuh ketegasan namun tetap menyentuh hati mengupas tuntas persoalan yang kerap terjadi di tengah masyarakat:
1. Perundungan Fisik
Merupakan tindakan kekerasan yang secara langsung menyentuh tubuh orang lain atau merusak barang miliknya.
Contoh: Memukul, menendang, mendorong, mencubit, meludahi seseorang, hingga merusak atau mencuri barang milik orang lain.
2. Perundungan Verbal
Bentuk perundungan yang menggunakan kata-kata kasar, tajam, atau menyakitkan guna merendahkan dan menyakiti hati orang lain.
Contoh: Mengejek nama, bentuk fisik, suku, agama, atau kondisi ekonomi keluarga; memaki, mengancam, serta memanggil dengan sebutan yang menghina.
3. Perundungan Sosial (Relasional)
Tindakan yang bertujuan merusak nama baik seseorang, mengucilkannya dari lingkungan pertemanan, atau merusak hubungan sosialnya.
Contoh: Melarang teman lain bergaul dengan korban, menyebarkan berita bohong, membuat orang lain tidak percaya pada korban, hingga menyembunyikan catatan atau tugas milik korban.
4. Perundungan Elektronik (Cyberbullying)
Perundungan yang dilakukan dengan memanfaatkan media sosial, pesan singkat, atau sarana internet lainnya.
Contoh: Menyebarkan foto atau video tanpa izin yang mempermalukan, membuat akun palsu untuk menghina, mengirim pesan ancaman, hingga menuliskan komentar kebencian di ruang publik media sosial.
Serta Perundungan Psikologis serangan ditujukan pada perasaan dan mental seseorang tanpa disertai kekerasan fisik secara langsung.
Contoh: Menatap dengan sinis, mengintimidasi lewat gerak-gerik, menyebarkan rahasia pribadi orang lain, serta meremehkan kemampuan diri seseorang.
Hendri menegaskan, segala bentuk perundungan tidak dibenarkan oleh nilai moral, etika, adab,agama, maupun budaya bangsa. Tindakan ini meninggalkan dampak buruk yang mendalam: mulai dari trauma berkepanjangan, hilangnya rasa percaya diri, gangguan kesehatan jiwa, hingga risiko tindakan yang membahayakan nyawa.
Menurut Hendri, Upaya Pencegahan bisa dilakukan:
1. Tanamkan sejak dini rasa empati, saling menghargai perbedaan, dan cinta damai sesuai nilai agama serta budaya.
2. Bangun komunikasi yang terbuka dan hangat di lingkungan keluarga maupun sekolah, sehingga anak berani bercerita jika menghadapi masalah.
3. Berikan pemahaman bahwa kekerasan—baik fisik maupun kata-kata—bukanlah cara menyelesaikan perselisihan.
4. Awasi penggunaan gawai dan media sosial anak, serta berikan pengawasan yang tepat tanpa membatasi ruang gerak secara berlebihan.
Sementara Cara Penanganan Jika Terjadi
1. Bagi Korban: Tetap tenang, tinggalkan lokasi kejadian, dan segera ceritakan kepada orang yang dipercaya. Jangan membalas kekerasan dengan kekerasan lain, dan simpan segala bukti kejadian.
2. Bagi Saksi: Jangan ikut tertawa atau mendukung tindakan pelaku. Bantu korban, dan sampaikan kejadian kepada pihak berwenang.
3. Bagi Pihak Terkait: Dengarkan keluh kesah korban tanpa menyalahkan, selidiki fakta dengan adil, berikan bimbingan kepada pelaku agar menyadari kesalahannya, serta laporkan ke pihak berwenang jika tindakan sudah mengancam keselamatan.
Materi selanjutnya Bahaya NAPZA: Satu Kali Coba, Bisa Hancur Masa Depan
Personel Polsek ini juga mengingatkan betapa mengerikannya jeratan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif. Mulai dari jenis yang sering disalahgunakan, dampak kerusakan otak dan fisik, hingga perbuatan melanggar hukum.
Hendri menegaskan Banyak kasus jeratan narkoba diawali dan bermula dari kebiasaan merokok:
– Mulai dari iseng mencoba rokok, lalu terbiasa melanggar larangan
– Tubuh mulai mencari sensasi yang lebih kuat dari sekadar rokok
– Mudah diajak teman mencoba zat lain yang lebih berbahaya
– Menganggap “sama saja, sama-sama hisap” tanpa sadar bahayanya berkali lipat
Hendri berpesan kepada para murid, Rokok adalah langkah pertama yang sering menuntun ke arah yang lebih gelap. Jangan biarkan kebiasaan kecil menghancurkan masa depan.
Tak hanya itu, Aipda Hendri juga menyentuh poin tata tertib lalu lintas yang marak dilakukan pelajar. Mulai dari mengendarai kendaraan tanpa SIM, membawa penumpang berlebih, kenalpot nrong, hingga melanggar rambu lalu lintas. Beliau mengajak seluruh peserta menjadi pelopor keselamatan, demi melindungi nyawa diri sendiri maupun orang lain.
Kegiatan berlangsung hangat ini ditutup dengan harapan agar ilmu yang didapat tidak berhenti di ruangan ini saja, melainkan diamalkan dan disebarkan kepada keluarga serta teman sebaya.
Baginya Semua ini melanggar agama, norma, dan budaya kita, serta merusak kehidupan korban selamanya.
Dari pihak puskesmas memberikan Pemahaman Terkait LGBT menjelaskan dengan bijak tentang pandangan agama serta norma sosial dan budaya Minangkabau yang menjunjung tinggi kesucian keluarga.
Pesan yang disampaikan bukan untuk menghakimi sembarangan, melainkan agar kita semua lebih peka: mengenali tanda-tanda sejak dini, memberikan bimbingan yang tepat, dan melindungi anak-anak dari pengaruh yang menyimpang.
Ibu Pit ,Koordinator kegiatan menyampaikan rasa hormat kepada narasumber dan para undangan karena sangat interaktif dan memukau audien
Kegiatan ini mendapatkan apresiasi dari tokoh masyarakat maupun dunia pendididikan serta aktivis sosial, karena kegiatan yang digelar sangat aktual dan kontekstual.
(YamanLbs)
WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif : Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.
Polsek Tilatang Kamang Bersama Puskesmas Bedah Tiga Ancaman Krusial Generasi Muda
Dibuat oleh Andrie Sikumbang pada 21:46 WIB, 15 Juli 2026
Konten artikel berita ini telah melalui proses verifikasi sesuai standar jurnalistik oleh Tim Redaksi untuk memastikan informasi yang akurat dan berimbang.
INFORMASI HUKUM & ETIKA JURNALISTIK:
Karya jurnalistik ini diproduksi dengan tunduk pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dan Pedoman Pemberitaan Media Siber.




