Berita UtamaKorupsi

Tersangka Korupsi BGN: Dari Akademisi, Jenderal Polisi hingga Purnawirawan TNI

Aninggell
×

Tersangka Korupsi BGN: Dari Akademisi, Jenderal Polisi hingga Purnawirawan TNI

Sebarkan artikel ini
Tersangka Korupsi BGN: Dari Akademisi, Jenderal Polisi hingga Purnawirawan TNI
Tersangka Korupsi BGN: Dari Akademisi, Jenderal Polisi hingga Purnawirawan TNI

JAKARTA, 3 JUNI 2026 – Penetapan tiga mantan petinggi Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) langsung menyita perhatian publik. Selain karena nilai program yang besar dan menjadi salah satu program prioritas pemerintah, latar belakang para tersangka juga menarik perhatian. Mereka berasal dari kalangan akademisi, kepolisian, hingga militer yang sebelumnya dipercaya memimpin dan mengawal pelaksanaan program strategis nasional tersebut.

Siapa Tiga Tersangka Korupsi BGN?

Kejaksaan Agung menetapkan tiga mantan pimpinan BGN sebagai tersangka, yakni Dadan Hindayana selaku mantan Kepala BGN, Sony Sonjaya selaku mantan Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, dan Lodewyk Pusung selaku mantan Wakil Kepala BGN Bidang Pengembangan Organisasi dan Dukungan Kelembagaan.

Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) menemukan alat bukti yang cukup terkait dugaan penyimpangan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis periode 2025–2026.

Profil Dadan Hindayana, Akademisi yang Menjadi Kepala BGN

Karier Akademik dan Pendidikan

Dadan Hindayana lahir di Garut, Jawa Barat, pada 10 Juli 1967. Ia dikenal sebagai akademisi dan ilmuwan di bidang pertanian, khususnya entomologi atau ilmu yang mempelajari serangga.

Karier akademiknya berkembang di Institut Pertanian Bogor (IPB), tempat ia mengabdikan diri sebagai dosen dan peneliti selama puluhan tahun. Dadan menempuh pendidikan tinggi hingga meraih gelar doktor di bidang Entomologi dari Leibniz Universität Hannover, Jerman.

Sebelum masuk ke lingkaran pemerintahan, Dadan dikenal aktif dalam berbagai penelitian dan pengembangan ilmu pertanian serta ketahanan pangan.

Dipercaya Memimpin Badan Gizi Nasional

Ketika pemerintah membentuk Badan Gizi Nasional sebagai lembaga yang bertanggung jawab menjalankan Program Makan Bergizi Gratis, Dadan dipercaya menjadi salah satu tokoh utama yang memimpin lembaga tersebut.

Sebagai Kepala BGN, ia menjadi figur yang paling sering muncul di hadapan publik untuk menjelaskan perkembangan Program MBG, target penerima manfaat, pembangunan dapur gizi, hingga strategi distribusi makanan bergizi ke berbagai daerah.

Dalam berbagai kesempatan, Dadan juga menjadi juru bicara utama pemerintah terkait implementasi Program Makan Bergizi Gratis.

Dicopot Sehari Sebelum Menjadi Tersangka

Pada 2 Juni 2026, Presiden Prabowo Subianto melakukan pergantian pimpinan BGN. Dadan termasuk pejabat yang diberhentikan dari jabatannya.

Kurang dari 24 jam kemudian, Kejaksaan Agung menetapkannya sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi tata kelola Program MBG.

Profil Sony Sonjaya, Purnawirawan Jenderal Polisi

Berkarier Puluhan Tahun di Polri

Sony Sonjaya merupakan purnawirawan perwira tinggi Kepolisian Republik Indonesia dengan pangkat terakhir Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol).

Pria kelahiran Bandung tersebut merupakan lulusan Akademi Kepolisian yang memiliki pengalaman panjang di bidang penegakan hukum dan manajemen organisasi.

Selama berkarier di Polri, Sony pernah menduduki sejumlah posisi strategis di tingkat daerah maupun pusat sebelum memasuki masa purnatugas.

Menangani Operasional Program MBG

Setelah bergabung dengan Badan Gizi Nasional, Sony dipercaya mengisi posisi Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi.

Tugas utamanya adalah mengawasi pelaksanaan teknis Program Makan Bergizi Gratis di lapangan, termasuk distribusi makanan, koordinasi dengan daerah, serta pengawasan pelaksanaan program di berbagai wilayah Indonesia.

Karena posisinya tersebut, Sony menjadi salah satu pejabat yang memiliki peran penting dalam memastikan program berjalan sesuai target pemerintah.

Kini Menjadi Salah Satu Tersangka

Dalam pengembangan perkara yang dilakukan Kejaksaan Agung, Sony Sonjaya ditetapkan sebagai tersangka bersama dua mantan pimpinan BGN lainnya.

Status tersebut menjadikan mantan jenderal polisi itu sebagai salah satu figur yang paling banyak disorot dalam kasus yang sedang berkembang ini.

Profil Lodewyk Pusung, Purnawirawan Jenderal TNI

Latar Belakang Militer

Lodewyk Pusung merupakan purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Darat dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal (Letjen).

Ia memiliki pengalaman panjang di lingkungan TNI dan pernah menduduki berbagai jabatan strategis selama masa dinasnya.

Karier militernya mencakup posisi penting di bidang operasi, pembinaan organisasi, hingga komando kewilayahan.

Berperan dalam Pengembangan Organisasi BGN

Di Badan Gizi Nasional, Lodewyk menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Pengembangan Organisasi dan Dukungan Kelembagaan.

Posisi tersebut membuatnya terlibat dalam penguatan struktur organisasi, pengembangan sistem kelembagaan, serta koordinasi antarinstansi yang mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Sebagai salah satu pejabat senior di lingkungan BGN, Lodewyk turut berperan dalam membangun fondasi organisasi sejak program mulai dijalankan secara nasional.

Masuk Dalam Daftar Tersangka Kejagung

Kejaksaan Agung menetapkan Lodewyk sebagai tersangka bersama Dadan Hindayana dan Sony Sonjaya.

Penyidik menduga ketiganya memiliki keterkaitan dengan dugaan penyimpangan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis yang kini tengah diusut secara mendalam.

Dari Dunia Akademik, Kepolisian hingga Militer

Kasus yang menjerat tiga mantan pimpinan BGN ini menjadi perhatian karena mempertemukan tokoh-tokoh dengan latar belakang yang berbeda dalam satu perkara hukum.

Dadan Hindayana dikenal sebagai akademisi dan ilmuwan. Sony Sonjaya berasal dari institusi Kepolisian Republik Indonesia. Sementara Lodewyk Pusung merupakan purnawirawan jenderal TNI yang memiliki pengalaman panjang dalam organisasi dan manajemen strategis.

Ketiganya sebelumnya dipercaya mengelola dan mengawasi salah satu program prioritas nasional yang menyangkut kebutuhan gizi masyarakat Indonesia.

Penyidikan Masih Berjalan

Hingga saat ini Kejaksaan Agung masih terus mengembangkan penyidikan perkara dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis.

Penyidik mendalami berbagai aspek, mulai dari tata kelola SPPG, dugaan penggunaan yayasan terafiliasi, hingga pengadaan barang dan jasa yang diduga menimbulkan kerugian negara.

Dengan status hukum yang telah ditetapkan, ketiga tersangka korupsi BGN tersebut kini menjadi pusat perhatian publik, sementara masyarakat menunggu hasil penyidikan lebih lanjut untuk mengungkap secara lengkap konstruksi perkara yang sedang ditangani Kejaksaan Agung.

Pewarta : Aninggell

Informasi Terkait: Baca rangkuman berita Nasional, Daerah, dan Internasional terbaru secara lengkap di halaman Berita Terkini Wartabelanegara .

WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif :  Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.

Official Content: wartabelanegara.com | Hash: 6682901ce5a833a14a7c3b7d7d911343 | 2026

Tersangka Korupsi BGN: Dari Akademisi, Jenderal Polisi hingga Purnawirawan TNI

Diterbitkan pertama kali oleh Aninggell pada 22:42 WIB, 3 Juni 2026

Seluruh konten di portal Warta Bela Negara telah melalui proses verifikasi fakta dan penyuntingan sesuai standar operasional prosedur oleh Tim Dewan Redaksi untuk memastikan informasi yang akurat dan berimbang.

INFORMASI HUKUM & ETIKA JURNALISTIK:

Karya jurnalistik ini diproduksi dengan tunduk pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dan Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Kami menjamin perlindungan Hak Cipta atas seluruh materi yang dipublikasikan. Penyalinan tanpa izin atau pelanggaran hak intelektual akan ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum.

Sesuai Pasal 1 butir 11 UU Pers, kami menyediakan ruang Hak Jawab bagi pihak yang merasa dirugikan.
Fingerprint: Warta Bela Negara - WBN-39580