Berita Daerah

Program “Makan Bergizi Gratis” DI Desa Karyajaya Disorot, Warga Terima Menu Diduga Tak Layak, Telur Bau Berujung Dibuang

×

Program “Makan Bergizi Gratis” DI Desa Karyajaya Disorot, Warga Terima Menu Diduga Tak Layak, Telur Bau Berujung Dibuang

Sebarkan artikel ini

WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif :  Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.

 

Garut, 23 April 2026
Gelombang keluhan warga mencuat dari Desa Karyajaya, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kategori 3B (Balita) yang seharusnya menjadi solusi pemenuhan gizi anak, justru menuai kritik tajam dari para penerima manfaat.

Pasalnya, paket makanan yang dibagikan untuk jatah tiga hari dinilai jauh dari standar gizi yang layak, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Berdasarkan keterangan warga, isi paket hanya berupa nasi, tahu, satu porsi oseng sederhana berisi sekitar empat potong wortel dan empat potong buncis, serta satu potong telur. Sementara untuk pelengkap, diberikan empat butir anggur, satu buah apel, dan dua kotak susu.

Kondisi ini memicu tanda tanya besar di kalangan warga. Program yang mengusung nama “makan bergizi” justru dianggap tidak mencerminkan nilai gizi yang memadai bagi balita yang menjadi sasaran utama.

Lebih memprihatinkan lagi, sejumlah warga mengaku menemukan telur dalam kondisi tidak layak konsumsi. Bau menyengat yang tercium membuat makanan tersebut tidak mungkin dikonsumsi, sehingga akhirnya dibuang.

“Ini untuk balita, tapi telurnya sudah bau. Tidak mungkin dimakan, akhirnya dibuang. Kalau seperti ini, bukan bergizi, tapi mubazir,” ungkap salah satu warga dengan nada kecewa.

Tak hanya soal kualitas, warga juga menyoroti aspek anggaran. Mereka mempertanyakan kesesuaian antara menu yang diterima dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang seharusnya dihitung berdasarkan porsi per anak. Menurut mereka, isi paket yang diterima tidak mencerminkan nilai anggaran yang semestinya, sehingga memunculkan dugaan adanya ketidaksesuaian dalam pelaksanaan program.

Situasi ini memperkuat kekhawatiran masyarakat bahwa implementasi program MBG di lapangan belum berjalan optimal. Alih-alih memberikan manfaat nyata, program ini dinilai berpotensi menimbulkan pemborosan, bahkan mengancam kesehatan jika kualitas makanan tidak terjaga.

Warga pun mendesak adanya evaluasi menyeluruh dari pihak terkait, mulai dari proses pengadaan, distribusi, hingga pengawasan kualitas makanan. Mereka berharap program yang seharusnya menjadi penopang gizi generasi masa depan tidak justru menjadi sumber kekecewaan.

“Kalau namanya program untuk balita, seharusnya yang diberikan benar-benar layak dan bergizi. Jangan sampai program bagus di atas kertas, tapi mengecewakan di lapangan,” tambah warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu respons dan langkah konkret dari pihak pelaksana maupun instansi terkait untuk menindaklanjuti keluhan tersebut.

Jika tidak segera dibenahi, dikhawatirkan program Makan Bergizi Gratis akan kehilangan kepercayaan publik dan gagal mencapai tujuan utamanya dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

(A.suhaya)

Informasi Terkait: Baca rangkuman berita Nasional, Daerah, dan Internasional terbaru secara lengkap di halaman Berita Terkini Wartabelanegara .

Official Content: wartabelanegara.com | Hash: 7ee9fac4fc4b63e2a6b8172d384e697c | 2026

Program “Makan Bergizi Gratis” DI Desa Karyajaya Disorot, Warga Terima Menu Diduga Tak Layak, Telur Bau Berujung Dibuang

Diterbitkan pertama kali oleh Abah Rohman pada 21:30 WIB, 23 April 2026

Seluruh konten di portal Warta Bela Negara telah melalui proses verifikasi fakta dan penyuntingan sesuai standar operasional prosedur oleh Tim Dewan Redaksi untuk memastikan informasi yang akurat dan berimbang.

INFORMASI HUKUM & ETIKA JURNALISTIK:

Karya jurnalistik ini diproduksi dengan tunduk pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dan Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Kami menjamin perlindungan Hak Cipta atas seluruh materi yang dipublikasikan. Penyalinan tanpa izin atau pelanggaran hak intelektual akan ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum.

Sesuai Pasal 1 butir 11 UU Pers, kami menyediakan ruang Hak Jawab bagi pihak yang merasa dirugikan.
Fingerprint: Warta Bela Negara - WBN-37886

WARTA BELA NEGARA
Pengelola Redaksi: PT DANAKIRTI MEDIA NEWS
Penerbit & Manajemen Bisnis: PT DANAKIRTI MEDIA GROUPS
NIB: 2801220007313 | NPWP: 63.108.079.3-002.000
KBLI Utama: 58130 | No. Sertifikat: 28012200073130001
Seluruh kegiatan jurnalistik wartabelanegara.com berada di bawah naungan badan hukum resmi, patuh Sesuai UU Pers No. 40/1999