WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif : Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.
GARUT.(25-April-2026).Di tengah hiruk-pikuk aktivitas warga di Jalan Patriot, Kelurahan Sukagalih, berdiri sebuah bangunan megah yang seharusnya menjadi pusat perhatian publik: Musium RAA Adiwijaya. Sayangnya, kemegahan gedung tersebut tidak sebanding dengan jumlah pengunjung yang datang. Bahkan pada hari-hari yang biasanya ramai seperti libur nasional maupun akhir pekan, suasana di sekitar musium justru tampak lengang dan nyaris tanpa aktivitas.
Pemandangan ini terlihat jelas pada hari Sabtu, ketika area musium tampak tertutup rapat. Pagar depan yang seharusnya terbuka untuk menyambut wisatawan justru terkunci, seolah menandakan bahwa tempat tersebut tidak siap menerima kunjungan. Lebih memprihatinkan lagi, lampu-lampu di luar gedung tetap menyala di siang hari. Kondisi ini bukan hanya menunjukkan pemborosan energi, tetapi juga menjadi indikasi kurangnya perawatan dan pengelolaan yang optimal.
Padahal, dari segi fisik, Musium RAA Adiwijaya memiliki potensi besar. Arsitekturnya yang megah dan nilai sejarah yang terkandung di dalamnya seharusnya mampu menarik minat masyarakat, baik dari dalam maupun luar daerah. Namun tanpa pengelolaan yang baik, potensi tersebut menjadi sia-sia.
Ade Sawali, seorang pemerhati kebijakan pemerintah, turut menyoroti kondisi ini. Dalam wawancara yang dilakukan di Jalan Patriot, tepat di depan musium, ia menyampaikan keprihatinannya terhadap minimnya perhatian dari pihak terkait.
Menurut Ade Sawali, dinas pariwisata dan kebudayaan perlu segera melakukan evaluasi dan pembenahan. Ia menyarankan agar pihak terkait bercermin pada kota-kota lain yang berhasil mengelola destinasi wisata sejarah menjadi daya tarik utama daerahnya. Dengan strategi promosi yang tepat serta perawatan yang berkelanjutan, sebuah musium tidak hanya menjadi tempat penyimpanan sejarah, tetapi juga sumber pendapatan asli daerah (PAD).
“Gedungnya sudah megah, tinggal bagaimana pengelolaannya. Jangan sampai potensi besar ini terabaikan. Kalau dikelola dengan baik, musium ini bisa menjadi kebanggaan sekaligus sumber pemasukan bagi daerah,” tutur Ade Sawali.
Kondisi Musium RAA Adiwijaya saat ini menjadi pengingat bahwa pembangunan fisik saja tidak cukup. Diperlukan komitmen, strategi promosi, serta manajemen yang profesional agar sebuah fasilitas publik benar-benar memberikan manfaat. Tanpa itu, bangunan megah hanya akan menjadi simbol kosong indah dipandang, namun kehilangan fungsi dan maknanya.(opx)
Informasi Terkait: Baca rangkuman berita Nasional, Daerah, dan Internasional terbaru secara lengkap di halaman Berita Terkini Wartabelanegara .
📢 INFO TERKINI:
Dapatkan informasi lebih lengkap dan update setiap hari mengenai isu yang terjadi melalui halaman:
Berita Terbaru Warta Bela Negara
Musium RAA Adiwijaya di Jalan Patriot: Megah Namun Sepi, Cermin Kurangnya Perawatan dan Promosi
Diterbitkan pertama kali oleh Taufik Hidayat pada 13:37 WIB, 25 April 2026
Seluruh konten di portal Warta Bela Negara telah melalui proses verifikasi fakta dan penyuntingan sesuai standar operasional prosedur oleh Tim Dewan Redaksi untuk memastikan informasi yang akurat dan berimbang.
INFORMASI HUKUM & ETIKA JURNALISTIK:
Karya jurnalistik ini diproduksi dengan tunduk pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dan Pedoman Pemberitaan Media Siber.
Kami menjamin perlindungan Hak Cipta atas seluruh materi yang dipublikasikan. Penyalinan tanpa izin atau pelanggaran hak intelektual akan ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum.







