Daerah

Kawasan Gazebo Terancam kehilangan mata Pencaharian,Mereka benar benah berharap Pemerintah hadir Membawa Solusi

Abah Rohman
0
×

Kawasan Gazebo Terancam kehilangan mata Pencaharian,Mereka benar benah berharap Pemerintah hadir Membawa Solusi

Sebarkan artikel ini

 

Garut-26 September 2025 –
Kondisi para pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Gazebo saat ini kian memprihatinkan. Sejumlah pedagang mengeluhkan penurunan pendapatan drastis sejak adanya relokasi.

Amang, pedagang mie ayam yang sudah lama berjualan di sekitar kawasan Gedung Sate, mengaku usahanya makin sepi.
“Kalau dulu masih di bawah, lumayan lah. Sehari bisa dapat 300 ribu, apalagi kalau Sabtu-Minggu bisa sampai 500 ribu. Tapi sejak dipindahkan ke jalur atas Gazebo, dagangan jadi sepi. Sekarang mah paling cuma satu dua mangkok yang laku,” tuturnya dengan nada lelah.

Keluhan serupa disampaikan Pak Ali, pedagang air mineral. Ia mengaku kesulitan bertahan di tengah sepinya pembeli dan tingginya kebutuhan rumah tangga. Yang paling ia khawatirkan adalah masa depan pendidikan anak-anaknya.
“Saya takut anak-anak putus sekolah. Sekarang dagangan sepi, pemasukan jauh dari dulu,” ujarnya lirih.

Kini, para pedagang Gazebo hanya bisa berharap pada kebijakan pemerintah. Mereka menilai perlunya solusi nyata agar usaha kecil tetap bertahan—baik berupa lokasi berdagang yang lebih strategis maupun dukungan langsung terhadap keberlangsungan usaha.

“Buat saya, jualan ini bukan cuma cari untung, tapi satu-satunya profesi yang saya bisa. Ini sumber hidup saya dan keluarga,” kata Amang.

Menanggapi keluhan para pedagang, pihak Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) menjelaskan bahwa relokasi PKL dilakukan sebagai bagian dari penataan kawasan demi kenyamanan bersama.
“Prinsipnya pemerintah tidak ingin mematikan usaha kecil. Relokasi dilakukan untuk menjaga ketertiban, tapi kami tetap membuka ruang dialog dan mencari solusi agar para PKL bisa tetap berusaha,” kata salah satu pejabat Dinas KUKM.

Pemerintah juga menyebut sedang menyiapkan program pendampingan dan alternatif lokasi berjualan yang dinilai lebih strategis.
“Kami berkomitmen agar ekonomi warga, khususnya PKL, tetap berjalan. Dukungan akan terus diberikan supaya para pedagang tidak kehilangan mata pencaharian,” tambahnya.

Para pedagang kecil seperti Amang dan Pak Ali berharap janji pemerintah tersebut benar-benar terealisasi, agar mereka bisa kembali berjualan di tempat yang layak, dengan penghasilan cukup untuk menyambung hidup sekaligus menjamin masa depan anak-anak mereka.

(irawan Gunawan)

WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif :  Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.

Diterbitkan pertama kali oleh Abah Rohman pukul 16:06, tanggal 26 September 2025 di Warta Bela Negara - WBN.

CATATAN REDAKSI

Pemberitaan dilaksanakan dengan mengacu pada UU Pers, kaidah jurnalistik, Kode Etik Jurnalistik, dan Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Apabila terdapat kekeliruan atau keberatan atas pemberitaan, pembaca dapat mengajukan hak jawab dan koreksi sesuai ketentuan yang berlaku.

PENERBIT

Warta Bela Negara - WBN (wartabelanegara.com)

Legalitas oleh PT Danakirti Media Groups. NIB: 2801220007313 · KBLI: 58130, 63122, 63912.

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas SiliwangiJenderal Suyudi Ario Seto - Menjadi Polisi Adalah Kehormatan