Bencana AlamBerita UtamaHeadline News

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali, Radius 3 Km Terlarang

Amanda
×

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali, Radius 3 Km Terlarang

Sebarkan artikel ini
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali, Radius 3 Km Terlarang
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali, Radius 3 Km Terlarang

SELAT SUNDA, 16 Agustus 2026Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi pada Minggu (16/8) pukul 17.06 WIB. Kolom abu tebal terlihat membubung dari kawah aktif. Kapal wisatawan yang berada di sekitar gunung diminta menjauh karena aktivitas vulkanik masih berlangsung.

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi

Erupsi Gunung Anak Krakatau terjadi ketika kondisi di sekitar gunung sebelumnya terpantau normal. Namun, pada pukul 17.06 WIB, kolom abu tiba-tiba keluar dari kawah dan membubung ke udara.

Kolom abu terlihat cukup tebal dan muntahan material vulkanik dilaporkan terjadi sebanyak dua kali. Setelah itu, aktivitas kolom abu masih terlihat, tetapi dengan intensitas yang lebih tipis.

Tidak terdengar suara letusan saat erupsi tersebut terjadi. Meski demikian, aktivitas vulkanik yang terlihat dari kawasan sekitar membuat kapal wisatawan diminta tidak mendekati gunung.

Wisatawan Diminta Menjauh

Kapal wisatawan yang berlayar di sekitar Gunung Anak Krakatau diimbau segera menjauh dari lokasi. Imbauan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bahaya akibat aktivitas erupsi.

BPBD Lampung juga mengingatkan masyarakat, pengunjung, wisatawan, serta pendaki untuk tidak mendekati kawasan gunung api tersebut.

Aktivitas masyarakat masih dibatasi dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau. Pembatasan tersebut berlaku karena status gunung masih berada pada level Siaga.

Gunung Anak Krakatau Erupsi Sejak Pagi

Erupsi pada Minggu sore bukan merupakan aktivitas erupsi pertama pada hari yang sama. Sebelumnya, Gunung Anak Krakatau tercatat mengalami erupsi pada pukul 09.12 WIB.

Analis Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Lampung, Faresha Revanza, mengatakan aktivitas tersebut terekam berdasarkan laporan pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Erupsi pukul 09.12 WIB menghasilkan kolom letusan setinggi sekitar 200 meter di atas puncak atau sekitar 357 meter di atas permukaan laut.

Berdasarkan pengamatan periode pukul 06.00–12.00 WIB, Gunung Anak Krakatau tercatat mengalami satu kali gempa letusan atau erupsi. Gempa tersebut memiliki amplitudo 43 milimeter dengan durasi 59 detik.

Aktivitas Gempa Didominasi Tremor

Selain gempa letusan, aktivitas kegempaan Gunung Anak Krakatau pada periode tersebut didominasi tremor menerus. Amplitudo tremor tercatat berkisar 5–30 milimeter dengan amplitudo dominan sekitar 10 milimeter.

Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih berlangsung. Karena itu, masyarakat dan wisatawan diminta mematuhi rekomendasi keselamatan yang berlaku.

Kolom Abu Bergerak ke Barat Daya dan Barat

Secara visual, Gunung Anak Krakatau sempat terlihat jelas sebelum tertutup kabut dengan intensitas 0–III. Asap kawah utama teramati berwarna putih, kelabu hingga hitam dengan intensitas tipis sampai tebal.

Asap kawah tercatat membubung sekitar 30–200 meter dari puncak. Sementara itu, kolom abu hasil erupsi berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas sedang sampai tebal.

Kolom abu tersebut teramati bergerak ke arah barat daya dan barat. Arah sebaran abu dapat berubah mengikuti kondisi angin di sekitar gunung.

Cuaca di Sekitar Gunung Terpantau Kondusif

Cuaca di sekitar Gunung Anak Krakatau pada periode pengamatan terpantau cerah hingga berawan. Angin bertiup lemah ke arah barat daya dan barat.

Suhu udara berada pada kisaran 27,6–31,3 derajat Celsius dengan kelembapan 68–82 persen. Kondisi ombak laut di sekitar Gunung Anak Krakatau juga dilaporkan tenang.

Status Gunung Anak Krakatau Masih Level III

Gunung Anak Krakatau hingga kini masih berstatus Level III atau Siaga. Dengan status tersebut, aktivitas masyarakat di sekitar kawah aktif tetap dibatasi demi keselamatan.

BPBD Lampung mengimbau masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki agar tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

Wisatawan yang berada di perairan sekitar kawasan tersebut juga diminta mengikuti arahan petugas dan segera menjauh apabila aktivitas erupsi kembali terjadi.

Erupsi Gunung Anak Krakatau pada Minggu (16/8) menjadi perhatian karena aktivitas vulkanik tercatat terjadi sejak pagi dan kembali muncul pada sore hari. Masyarakat diminta tetap waspada serta mengikuti informasi resmi dari PVMBG dan BPBD.

Penulis : Amanda

WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif :  Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.

Official Content: wartabelanegara.com | Hash: 93cea2f090eada94ab0dbf62500f0e11 | 2026

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali, Radius 3 Km Terlarang

Dibuat oleh Amanda pada 21:22 WIB, 16 Agustus 2026

Konten artikel berita ini telah melalui proses verifikasi sesuai standar jurnalistik oleh Tim Redaksi untuk memastikan informasi yang akurat dan berimbang.

INFORMASI HUKUM & ETIKA JURNALISTIK:

Karya jurnalistik ini diproduksi dengan tunduk pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dan Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Sesuai Pasal 1 butir 11 UU Pers, kami menyediakan ruang Hak Jawab bagi pihak yang merasa dirugikan.

WARTA BELA NEGARA
Penerbit: PT DANAKIRTI MEDIA NEWS
Manajemen Bisnis: PT DANAKIRTI MEDIA GROUPS
NIB: 2801220007313 | NPWP: 63.108.079.3-002.000
KBLI Utama: 58130 | No. Sertifikat: 28012200073130001
Seluruh kegiatan jurnalistik wartabelanegara.com berada di bawah naungan badan hukum resmi, patuh Sesuai UU Pers No. 40/1999