Sosial & Kemanusiaan

Empat Anak Yatim Piatu di Garut Terancam Kegilangan Tempat Tinggal?Pemerintah dan Masyarakat Bergerak

×

Empat Anak Yatim Piatu di Garut Terancam Kegilangan Tempat Tinggal?Pemerintah dan Masyarakat Bergerak

Sebarkan artikel ini

WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif :  Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.

UPDATE: Artikel ini telah diperbarui pada 8 April 2026
  Garut, 23 September 2025 – Kesedihan menyelimuti kehidupan empat anak yatim piatu di Kampung Cihuni, RT 02 RW 05, Desa Cihuni, Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut. Rumah peninggalan orang tuanya roboh akibat atap ambruk. Untuk
  Garut, 23 September 2025 – Kesedihan menyelimuti kehidupan empat anak yatim piatu di Kampung Cihuni, RT 02 RW 05, Desa Cihuni, Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut. Rumah peninggalan orang tuanya roboh akibat atap ambruk. Untuk

 

Garut, 23 September 2025 – Kesedihan menyelimuti kehidupan empat anak yatim piatu di Kampung Cihuni, RT 02 RW 05, Desa Cihuni, Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut. Rumah peninggalan orang tuanya roboh akibat atap ambruk. Untuk sementara waktu, mereka menumpang tinggal di rumah almarhum neneknya yang sejatinya merupakan warisan keluarga besar.

Mengetahui kabar tersebut, jajaran Pemerintahan Kecamatan Pangatikan bersama Pemerintah Desa Cihuni turun langsung meninjau kondisi rumah yang ambruk pada Selasa, 23 September 2025. Camat Pangatikan Ahmad Ramdani, S.Sos., Sekretaris Kecamatan Pangatikan Wilyanti Fitri, serta Kepala Desa Cihuni Firman Maulana hadir untuk memberikan perhatian sekaligus menyerahkan bantuan sembako dan santunan uang kepada salah satu anak, Fuji Rahmadani.

Baca juga: Berbagi di Bulan Ramadhan: Danakirti Media Groups Peduli Dhuafa

Dalam kesempatan itu, pihak kecamatan dan desa menyatakan akan berupaya membangun rumah baru bagi keempat anak yatim piatu tersebut. Rencananya, pembangunan akan menggunakan alokasi Dana Desa sebesar Rp8 juta serta dukungan sumber dana lainnya, termasuk gotong royong masyarakat.

Sekretaris Kecamatan Pangatikan, Wilyanti Fitri, juga menegaskan pihaknya akan mengajukan bantuan ke BAZNAS Garut. Sementara itu, Kades Cihuni, Firman Maulana, berencana menyusun proposal permohonan bantuan dana CSR dari BBB Garut.

Berita terkait: TIM UNO: Semangat Berbagi Tanpa Batas, Menebar Kebaikan Dari Safari Subuh Jumat Berkah Hingga Ramadan Berkah Bersatu Dalam Persaudaraan

Kepedulian pun datang dari berbagai pihak. Yudha Puja Turnawan bersama Camat Pangatikan dan Kades Cihuni turut menyalurkan bantuan berupa sembako dan santunan uang bagi anak-anak tersebut. Gerakan solidaritas ini diharapkan dapat menggerakkan lebih banyak pihak untuk ikut serta meringankan beban mereka.

Harapan besar kini tertuju pada kepedulian pemerintah, lembaga sosial, dunia usaha, dan masyarakat luas agar empat anak yatim piatu di Cihuni ini segera memiliki tempat tinggal yang layak.
(Undang wiga)

Simak juga: Santunan Anak Yatim 2026: Kolaborasi Bazar Ramadhan dan Forum Graha Kartika

Fingerprint: Warta Bela Negara - WBN-16342

WARTA BELA NEGARA
Pengelola Redaksi: PT DANAKIRTI MEDIA NEWS
Penerbit & Manajemen Bisnis: PT DANAKIRTI MEDIA GROUPS
NIB: 2801220007313 | NPWP: 63.108.079.3-002.000
KBLI Utama: 58130 | No. Sertifikat: 28012200073130001
Seluruh kegiatan jurnalistik wartabelanegara.com berada di bawah naungan badan hukum resmi, patuh Sesuai UU Pers No. 40/1999

  Garut, 23 September 2025 – Kesedihan menyelimuti kehidupan empat anak yatim piatu di Kampung Cihuni, RT 02 RW 05, Desa Cihuni, Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut. Rumah peninggalan orang tuanya roboh akibat atap ambruk. Untuk
  Garut, 23 September 2025 – Kesedihan menyelimuti kehidupan empat anak yatim piatu di Kampung Cihuni, RT 02 RW 05, Desa Cihuni, Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut. Rumah peninggalan orang tuanya roboh akibat atap ambruk. Untuk