Berita UtamaHeadline NewsPeristiwa

Penerbangan Jakarta Dialihkan ke Kertajati

FAAL Redaksi
×

Penerbangan Jakarta Dialihkan ke Kertajati

Sebarkan artikel ini
Penerbangan Jakarta Dialihkan ke Kertajati
Penerbangan Jakarta Dialihkan ke Kertajati

MAJALENGKA, 6 SEPTEMBER 2026 — Penerbangan menuju Jakarta dialihkan ke Bandara Kertajati, Majalengka, pada Minggu, 6 September 2026, setelah gangguan sebaran abu vulkanik memengaruhi operasional Bandara Soekarno-Hatta. Salah satunya Garuda Indonesia GIA961 dari Madinah yang mendarat di Kertajati pukul 14.15 WIB.

Penerbangan Jakarta Dialihkan ke Kertajati

Penerbangan menuju Jakarta mengalami perubahan tujuan pendaratan pada Minggu, 6 September 2026.

Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, digunakan sebagai salah satu lokasi pengalihan bagi pesawat yang semula dijadwalkan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta.

Situasi tersebut terjadi setelah sebaran abu vulkanik mengganggu operasional penerbangan menuju Jakarta.

Salah satu penerbangan yang terdampak adalah Garuda Indonesia GIA961. Pesawat yang melayani rute Madinah-Jakarta tersebut akhirnya dialihkan dan mendarat di Bandara Kertajati pada pukul 14.15 WIB.

Pendaratan ini memperkuat informasi sebelumnya mengenai pengalihan penerbangan dari Arab Saudi menuju Kertajati.

GIA961 dari Madinah Berubah Tujuan Pendaratan

GIA961 sebelumnya terjadwal membawa penumpang dari Madinah, Arab Saudi, menuju Jakarta.

Dalam kondisi normal, pesawat tersebut akan mengakhiri penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta.

Namun, kondisi operasional di sekitar Jakarta membuat rencana tersebut berubah.

Pesawat kemudian diarahkan menuju Kertajati sebagai bandara alternatif.

Berdasarkan pemantauan penerbangan, GIA961 berhasil mendarat di Kertajati pada pukul 14.15 WIB.

Dengan demikian, penerbangan yang sebelumnya memiliki tujuan akhir Jakarta tersebut akhirnya tiba di Jawa Barat melalui Bandara Kertajati.

Abu Vulkanik Ganggu Penerbangan Menuju Jakarta

Pengalihan penerbangan tersebut berkaitan dengan gangguan akibat sebaran abu vulkanik berpengaruh pada penerbangan menuju Jakarta.

Dalam dunia penerbangan, keberadaan abu vulkanik menjadi faktor yang sangat diperhatikan karena dapat membahayakan keselamatan pesawat.

Abu vulkanik dapat memengaruhi mesin pesawat, sistem navigasi, visibilitas dan sejumlah komponen lainnya.

Karena itu, ketika kondisi atmosfer di sekitar jalur penerbangan atau bandara tujuan dinilai tidak aman, otoritas penerbangan dapat mengambil langkah berupa penundaan, pembatalan, perubahan rute maupun pengalihan pendaratan.

Situasi tersebut kemudian membuat sejumlah penerbangan yang menuju Jakarta harus mendapatkan penyesuaian.

Kertajati Dipilih sebagai Bandara Alternatif

Kertajati menjadi salah satu pilihan untuk menangani penerbangan yang terdampak.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi sebelumnya menyampaikan bahwa berdasarkan pemeriksaan di lapangan, Bandara Kertajati belum terdampak sebaran abu vulkanik.

Kondisi tersebut memungkinkan bandara di Majalengka digunakan sebagai alternatif bagi pesawat yang tidak dapat mendarat di Soekarno-Hatta.

Pendaratan GIA961 pada pukul 14.15 WIB menjadi salah satu bukti pelaksanaan pengalihan tersebut.

Dua Penerbangan Garuda dari Arab Saudi Dialihkan

Sebelumnya, pemerintah menyampaikan terdapat dua penerbangan Garuda Indonesia dari Arab Saudi yang dialihkan dari rencana pendaratan di Soekarno-Hatta.

Kedua penerbangan tersebut berasal dari Madinah dan Jeddah.

GIA961 merupakan penerbangan Garuda Indonesia dari Madinah menuju Jakarta. Sementara GIA983 melayani rute Jeddah-Jakarta.

Keduanya menjadi perhatian dalam situasi pengalihan penerbangan akibat gangguan operasional di sekitar Jakarta.

Untuk GIA961, hasil pemantauan menunjukkan pesawat telah mendarat di Kertajati pada pukul 14.15 WIB.

Pengalihan Tidak Berarti Tujuan Penumpang Berubah

Pengalihan pendaratan tidak serta-merta berarti tujuan perjalanan penumpang berubah secara permanen.

Dalam situasi seperti ini, pesawat dapat mendarat di bandara alternatif demi keselamatan. Setelah berada di darat, maskapai dan pihak terkait kemudian melakukan pengaturan perjalanan penumpang menuju kota atau tujuan akhir mereka.

Karena itu, penumpang GIA961 yang sebelumnya memiliki tujuan Jakarta perlu memperoleh informasi lanjutan mengenai transportasi dari Kertajati menuju Jakarta.

Informasi mengenai penanganan penumpang setelah pendaratan menjadi bagian penting dalam situasi pengalihan penerbangan.

Kertajati Kembali Memiliki Peran Strategis

Pengalihan penerbangan menuju Kertajati menunjukkan pentingnya keberadaan bandara alternatif dalam sistem transportasi udara nasional.

Ketika bandara utama mengalami gangguan, bandara lain yang memenuhi persyaratan keselamatan dapat membantu menjaga kelangsungan operasional penerbangan.

Kertajati memiliki posisi strategis di Jawa Barat dan dapat menjadi alternatif bagi penerbangan yang semula menuju wilayah Jakarta.

Pendaratan pesawat Garuda Indonesia dari Madinah juga memperlihatkan bahwa Kertajati dapat digunakan untuk menangani penerbangan berbadan besar ketika terjadi gangguan pada bandara tujuan awal.

GIA961 Mendarat Pukul 14.15 WIB

Pendaratan GIA961 pada pukul 14.15 WIB menjadi perkembangan penting dalam rangkaian gangguan penerbangan pada Minggu ini.

Pesawat yang sebelumnya dipantau dalam perjalanan menuju Jakarta akhirnya mengubah tujuan pendaratan menuju Kertajati.

Perubahan tersebut sekaligus menjawab perkembangan yang sebelumnya masih berupa kemungkinan mengenai pengalihan penerbangan Garuda Indonesia dari Jakarta ke Jawa Barat.

Kini, setidaknya satu penerbangan Garuda Indonesia dari Arab Saudi telah terpantau benar-benar mendarat di Kertajati.

Penerbangan Menuju Jakarta Masih Dipantau

Situasi penerbangan menuju Jakarta masih menjadi perhatian karena keputusan mengenai rute dan pendaratan dapat berubah mengikuti kondisi abu vulkanik serta keputusan otoritas penerbangan.

Penerbangan lain yang semula menuju Soekarno-Hatta juga dapat mengalami penundaan, perubahan rute atau pengalihan apabila kondisi tidak memungkinkan untuk melakukan pendaratan.

Pendaratan GIA961 di Kertajati pada pukul 14.15 WIB menjadi salah satu perkembangan terbaru yang menunjukkan bagaimana sistem penerbangan merespons gangguan operasional tersebut.

Bagi Kertajati, peristiwa ini kembali menegaskan perannya sebagai salah satu bandara alternatif untuk menjaga konektivitas penerbangan ketika Bandara Soekarno-Hatta mengalami gangguan.

Sumber Berita:

* Kementerian Perhubungan Republik Indonesia
* Pemantauan penerbangan FlightRadar, Minggu 6 September 2026

WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif :  Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.

Official Content: wartabelanegara.com | Hash: 13810ce22f6ce8347df028ed240a77bb | 2026

Penerbangan Jakarta Dialihkan ke Kertajati

Dibuat oleh FAAL Redaksi pada 16:28 WIB, 6 September 2026

Konten artikel berita ini telah melalui proses verifikasi sesuai standar jurnalistik oleh Tim Redaksi untuk memastikan informasi yang akurat dan berimbang.

INFORMASI HUKUM & ETIKA JURNALISTIK:

Karya jurnalistik ini diproduksi dengan tunduk pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dan Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Sesuai Pasal 1 butir 11 UU Pers, kami menyediakan ruang Hak Jawab bagi pihak yang merasa dirugikan.
Bencana Alam

Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau semakin meluas. Pada Minggu (6/9/2026) pagi, laporan mengenai keberadaan abu vulkanik mulai muncul dari sejumlah wilayah Jabodetabek

Bencana Alam

Operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, dihentikan sementara pada Minggu (6/9/2026) akibat adanya indikasi sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.