LONDON, 20 Juni 2026 – Harga minyak dunia naik pada perdagangan Jumat setelah pembicaraan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran batal berlangsung. Di saat yang sama, meningkatnya serangan Israel ke Lebanon memicu kekhawatiran baru terhadap pasokan energi global dan mendorong investor kembali memburu aset komoditas.
Harga Minyak Dunia Naik di Tengah Ketidakpastian Timur Tengah
Harga minyak dunia naik cukup kuat pada perdagangan Jumat (19/6/2026). Kondisi ini terjadi setelah pasar kembali mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah.
Minyak mentah Brent naik 51 sen atau 0,64 persen. Harga Brent kini berada di level US$80,36 per barel.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat melonjak US$1,28 atau 1,7 persen. Harga WTI tercatat mencapai US$77,88 per barel.
Kenaikan tersebut membalikkan tren pelemahan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Harapan Perdamaian Sempat Menekan Harga Minyak
Sebelum mengalami penguatan, harga minyak dunia sempat turun tajam. Bahkan, Brent dan WTI menyentuh level terendah sejak awal Maret 2026.
Penurunan itu dipicu oleh optimisme pasar terhadap proses perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran. Investor menilai kesepakatan kedua negara dapat memperlancar pasokan minyak global.
Selain itu, sejumlah kapal tanker kembali melintasi Selat Hormuz tanpa gangguan berarti. Jalur tersebut merupakan salah satu rute perdagangan energi paling penting di dunia.
Kapal Tanker Kembali Melintas Selat Hormuz
Beberapa kapal tanker berhasil melewati Selat Hormuz. Tiga di antaranya merupakan kapal berbendera Arab Saudi yang mengangkut sekitar 6 juta barel minyak mentah.
Peristiwa itu terjadi hanya beberapa jam setelah pemimpin Iran dan Amerika Serikat menandatangani kesepakatan sementara untuk mengurangi ketegangan.
Karena itu, pasar sempat memperkirakan risiko gangguan pasokan minyak akan berkurang.
Pasokan Global Berpotensi Bertambah
Analis memperkirakan lebih dari 85 juta barel minyak yang tertahan di kawasan Teluk dapat kembali masuk ke pasar global.
Selain itu, pencabutan sebagian sanksi terhadap ekspor minyak Iran juga berpotensi meningkatkan pasokan dunia.
Jika skenario tersebut berjalan lancar, harga minyak diperkirakan akan mendapat tekanan dalam jangka pendek.
Serangan Israel ke Lebanon Ubah Sentimen Pasar
Namun, optimisme tersebut tidak bertahan lama. Situasi berubah setelah Israel meningkatkan serangan ke Lebanon.
Langkah itu kembali memicu kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah. Padahal wilayah tersebut menjadi pusat produksi dan distribusi energi dunia.
Investor pun kembali memperhitungkan risiko geopolitik. Akibatnya, harga minyak dunia naik karena pasar mengantisipasi kemungkinan gangguan pasokan.
Pembicaraan AS-Iran Tidak Jadi Digelar
Ketidakpastian semakin besar setelah pembicaraan lanjutan antara Amerika Serikat dan Iran tidak jadi berlangsung pada Jumat (19/6).
Laporan terbaru menyebutkan Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, membatalkan agenda perjalanannya. Keputusan itu membuat negosiasi yang dinantikan pasar kembali tertunda.
Akibatnya, pelaku pasar mulai meragukan kecepatan proses normalisasi hubungan kedua negara.
Analis Prediksi Volatilitas Harga Minyak Masih Tinggi
Kepala Analis Pasar KCM, Tim Waterer, mengatakan pelaku pasar masih menunggu bukti bahwa lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz benar-benar normal.
Menurutnya, investor belum sepenuhnya yakin untuk melanjutkan aksi jual minyak sebelum melihat perkembangan terbaru di lapangan.
Di sisi lain, Pendiri Vanda Insights, Vandana Hari, menilai harga minyak kemungkinan telah menemukan titik terendah sementara.
Meski demikian, volatilitas diperkirakan tetap tinggi. Pasalnya, muncul tanda-tanda keretakan dalam nota kesepahaman yang sebelumnya menjadi dasar optimisme pasar.
Dampak Kenaikan Harga Minyak Dunia
Kenaikan harga minyak dunia dapat memberikan tekanan baru terhadap ekonomi global. Biaya energi yang lebih tinggi berpotensi meningkatkan inflasi di berbagai negara.
Selain itu, sektor transportasi dan industri juga dapat menghadapi kenaikan biaya operasional.
Karena itu, investor kini fokus memantau perkembangan konflik Timur Tengah, kelanjutan negosiasi AS-Iran, dan keamanan Selat Hormuz.
Ketiga faktor tersebut diperkirakan akan menjadi penentu utama arah harga minyak dunia dalam beberapa pekan ke depan.
Penulis : Amanda
WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif : Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.
Damai AS-Iran Terancam, Harga Minyak Dunia Kembali Melonjak
Dibuat oleh Amanda pada 19:13 WIB, 20 Juni 2026
Konten artikel berita ini telah melalui proses verifikasi sesuai standar jurnalistik oleh Tim Redaksi untuk memastikan informasi yang akurat dan berimbang.
INFORMASI HUKUM & ETIKA JURNALISTIK:
Karya jurnalistik ini diproduksi dengan tunduk pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dan Pedoman Pemberitaan Media Siber.




