Berita UtamaPertahanan Keamanan dan KetertibanTNI

Terbesar Sepanjang Sejarah, Latihan Super Garuda Shield 2023

Aninggell
×

Terbesar Sepanjang Sejarah, Latihan Super Garuda Shield 2023

Sebarkan artikel ini
logo warta bela negara

Terbesar Sepanjang Sejarah , Latihan Super Garuda Shield 2023

WARTA BELA NEGARA, Jawa Timur — Perhelatan Super Garuda Shield, sebuah ajang latihan bersama dengan skala cukup besar antara TNI dan militer negara-negara sahabat di kawasan Indo Pasifik.

Kembali digelar di Indonesia dan menjadi latihan multinasional terbesar yang diselenggarakan di Indonesia.

Dalam upacara pembukaan Super Garuda Shield 2023, bertindak sebagai inspektur upacara yaitu Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, S.E.,M.M. bersama I Corps Commanding General Lt Gen Brunson, dengan pasukan upacara yang terdiri dari TNI, USA, Australia, Singapura, dan Alat Utama Sistem persenjataan yaitu Astros & Himars, yang bertempat di Puslatpur 5 Marinir Baluran Jawa Timur, Kamis (31/8/2023).

[irp posts=”8133″ ]

Dalam sambutannya Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, S.E.,M.M., menyampaikan bahwa lebih dari 5.000 prajurit akan terlibat dari 17 negara, saling bahu membahu untuk meningkatkan kapabilitas dan juga kemitraan.

Baik itu sebagai peserta maupun pengamat, kehadiran setiap negara di tempat ini sangat berarti dan menunjukkan komitmen kita semua dalam mendukung perdamaian dan kerjasama.

[irp posts=”8137″ ]

Lebih dari itu kegiatan ini juga merupakan kesempatan yang baik untuk mengenal aneka produk tradisional Indonesia, budaya, adat istiadat dan keragaman yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia.

Super Garuda Shield mereplikasikan lingkungan pertahanan dan keamanan yang dinamis dimana seluruh prajurit yang berpartisipasi akan berlatih dan mengembangkan kemampuannya dalam merencanakan, memimpin, dan berkomunikasi dengan sesama rekannya dalam waktu yang singkat ini.

“Latihan tahun ini akan mempersiapkan kita untuk menghadapi spektrum tantangan yang kompleks, melalui agenda latihan darat dan maritim, dan juga operasi airborne. Saya berharap kita mampu meningkatkan kesiapan dan memperkuat kepabilitas pertahanan kita,” Jelas Laksamana TNI Yudo.

[irp posts=”7527″ ]

Tujuan dari Latma Super Garuda Shield ini diantaranya yaitu meningkatkan kerjasama bilateral Military To Military dan hubungan militer yang positif.

Mengembangkan dan meningkatkan kemampuan untuk melaksanakan fungsi gabungan (Joint Function) dan prosedur staf memanfaatkan kemampuan Kodal dari fungsi gabungan.

Mabes Angkatan Darat, Laut, Udara dan Koopssus TNI; Meningkatkan interoperability TNI dan U.S Indopacom dalam hal kapasitas untuk merencanakan operasi gabungan bersama.

Mengembangkan operasi Multilateral/ Combined pada level taktis dan memperkuat hubungan antara TNI dan U.S. Indopacom.

[irp posts=”7402″ ]

Latihan ini diselenggarakan di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) 5 Marinir Karang Tekok, Bandara Blimbingsari Banyuwangi, Lapangan Grati Banyuwangi, Lanud Juanda, Bengko Alas, Dodiklatpur Kodam V/Brawijaya, dan Desa Sumber Rejo. (Puspen TNI).

[irp posts=”7402″ ]

[irp posts=”8186″ ]

#Garuda_Shield #Latihan

Terbesar Sepanjang Sejarah / danakirtimedia
UPDATE: Artikel ini telah diperbarui pada 16 April 2026

WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif :  Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.

Official Content: wartabelanegara.com | Hash: 70d1839143692d5821c9bff90b945cf3 | 2026

Terbesar Sepanjang Sejarah, Latihan Super Garuda Shield 2023

Dibuat oleh Aninggell pada 22:09 WIB, 31 Agustus 2023

Konten artikel berita ini telah melalui proses verifikasi sesuai standar jurnalistik oleh Tim Redaksi untuk memastikan informasi yang akurat dan berimbang.

INFORMASI HUKUM & ETIKA JURNALISTIK:

Karya jurnalistik ini diproduksi dengan tunduk pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dan Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Sesuai Pasal 1 butir 11 UU Pers, kami menyediakan ruang Hak Jawab bagi pihak yang merasa dirugikan.
Bencana Alam

Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau semakin meluas. Pada Minggu (6/9/2026) pagi, laporan mengenai keberadaan abu vulkanik mulai muncul dari sejumlah wilayah Jabodetabek