GAZA, 1 Agustus 2026 – Israel menegaskan tidak akan menarik pasukannya dari Jalur Gaza sebelum Hamas melakukan perlucutan senjata secara sungguh-sungguh. Pernyataan tersebut muncul setelah Hamas menyatakan tidak akan memulai proses perlucutan senjata sebelum Israel terlebih dahulu menarik pasukannya dari wilayah Gaza, sehingga kembali memperlihatkan perbedaan sikap kedua pihak di tengah upaya mengakhiri perang.
Israel Tegaskan Penarikan Pasukan Bergantung pada Perlucutan Senjata Hamas
Israel menegaskan bahwa pasukannya akan tetap berada di Jalur Gaza hingga Hamas benar-benar melaksanakan perlucutan senjata. Pernyataan itu disampaikan oleh sumber politik Israel yang menegaskan bahwa tidak akan ada penarikan personel Angkatan Bersenjata Israel (IDF) dari garis demarkasi saat ini.
“Israel telah menegaskan kembali bahwa tidak akan ada penarikan pasukan IDF sama sekali dari ‘Garis Kuning’ saat ini, kecuali Hamas melakukan perlucutan senjata yang sungguh-sungguh,” ujar sumber politik Israel, Sabtu (1/8).
Garis Kuning yang dimaksud merupakan garis demarkasi yang memisahkan wilayah yang masih berada di bawah kendali Hamas dengan area yang dikuasai militer Israel di Jalur Gaza.
Hingga kini, pemerintah Israel belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai isi kesepakatan terbaru yang telah dikonfirmasi Hamas.
Hamas Setuju Akhiri Perang dengan Syarat Israel Mundur
Sebelumnya, Hamas pada Jumat (31/7) mengonfirmasi telah menyetujui sebuah kesepakatan yang bertujuan mengakhiri perang dengan Israel. Kesepakatan tersebut mencakup mekanisme perlucutan senjata kelompok Hamas serta penarikan pasukan Israel secara bertahap dari Jalur Gaza.
Namun, Hamas menegaskan proses perlucutan senjata tidak akan dimulai sebelum Israel memenuhi kewajibannya dalam kesepakatan, termasuk menarik seluruh pasukannya dari wilayah Gaza.
Anggota tim negosiasi Hamas, Ghazi Hamad, mengatakan kelompoknya telah memberikan sejumlah konsesi demi menghentikan penderitaan warga sipil di Gaza.
“Kami melakukan konsesi demi rakyat kami di Jalur Gaza, untuk menyelamatkan mereka dari pembunuhan dan pengungsian,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa Israel tidak akan memiliki kewenangan dalam proses perlucutan senjata Hamas.
Menurut Hamad, tugas tersebut akan dijalankan oleh Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG), yang bertanggung jawab mengelola implementasi kesepakatan.
Trump Umumkan Kesepakatan Perlucutan Senjata Total Hamas
Perkembangan ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis (30/7) mengumumkan telah tercapai kesepakatan mengenai “perlucutan senjata total” Hamas.
Trump menyebut langkah tersebut sebagai bagian penting dalam pembentukan pemerintahan Palestina yang baru di Jalur Gaza setelah konflik berakhir.
Sejumlah pejabat Hamas juga menyatakan bahwa proses penyimpanan senjata kelompok tersebut nantinya akan diawasi oleh sebuah komite yang dibentuk Dewan Perdamaian (Board of Peace) bentukan Trump untuk mengelola Gaza pada masa transisi.
Meski demikian, Hamas berharap para mediator internasional dan Dewan Perdamaian memastikan Israel mematuhi seluruh poin kesepakatan, terutama terkait penarikan pasukan dari Jalur Gaza.
Perlucutan Senjata Masih Menjadi Hambatan Utama
Isu perlucutan senjata Hamas masih menjadi salah satu kendala terbesar dalam proses implementasi kesepakatan gencatan senjata yang telah berlangsung sejak Oktober 2025.
Perbedaan sikap kedua pihak menunjukkan bahwa meskipun terdapat kemajuan dalam pembicaraan, implementasi kesepakatan masih menghadapi tantangan besar. Israel menginginkan perlucutan senjata dilakukan lebih dahulu sebagai jaminan keamanan, sementara Hamas bersikeras penarikan pasukan Israel dan dimulainya rekonstruksi Gaza harus menjadi langkah awal sebelum menyerahkan persenjataan mereka.
Situasi tersebut membuat masa depan implementasi kesepakatan damai masih bergantung pada kemampuan para mediator internasional untuk menjembatani perbedaan posisi kedua belah pihak.
Penulis : Amanda
WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif : Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.
Israel Tolak Tarik Pasukan dari Gaza, Tunggu Hamas Lucuti Senjata
Dibuat oleh Amanda pada 21:35 WIB, 1 Agustus 2026
Konten artikel berita ini telah melalui proses verifikasi sesuai standar jurnalistik oleh Tim Redaksi untuk memastikan informasi yang akurat dan berimbang.
INFORMASI HUKUM & ETIKA JURNALISTIK:
Karya jurnalistik ini diproduksi dengan tunduk pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dan Pedoman Pemberitaan Media Siber.




