Berita Daerah

H. Agus Supriadi Ingatkan Pentingnya Penataan Ruang Garut: Jangan Biarkan Daerah Tumbuh Tanpa Arah

×

H. Agus Supriadi Ingatkan Pentingnya Penataan Ruang Garut: Jangan Biarkan Daerah Tumbuh Tanpa Arah

Sebarkan artikel ini

WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif :  Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.

Garut 9/12/2025.Mantan Bupati Garut, H. Agus Supriadi, S.H., kembali menyampaikan pandangan kritisnya mengenai arah pembangunan Kabupaten Garut. Ia menilai bahwa tata ruang wilayah Garut harus ditata lebih serius, dengan pendekatan yang terarah, terukur, dan terintegrasi
Garut 9/12/2025.Mantan Bupati Garut, H. Agus Supriadi, S.H., kembali menyampaikan pandangan kritisnya mengenai arah pembangunan Kabupaten Garut. Ia menilai bahwa tata ruang wilayah Garut harus ditata lebih serius, dengan pendekatan yang terarah, terukur, dan terintegrasi

Garut 9/12/2025.Mantan Bupati Garut, H. Agus Supriadi, S.H., kembali menyampaikan pandangan kritisnya mengenai arah pembangunan Kabupaten Garut. Ia menilai bahwa tata ruang wilayah Garut harus ditata lebih serius, dengan pendekatan yang terarah, terukur, dan terintegrasi di antara seluruh pemangku kebijakan.

Menurutnya, banyak persoalan yang muncul di Garut hari ini bukan disebabkan oleh kurangnya program, melainkan ketidakteraturan dalam pengelolaan ruang.

> “Garut tidak bisa dibiarkan tumbuh sendiri tanpa arah. Setiap jengkal ruang harus dipetakan dengan benar, difungsikan sesuai peruntukannya, dan dijaga untuk masa depan,” ujar Agus.

Tata Ruang Bukan Hanya Peta, Tapi Masa Depan Daerah

Agus menjelaskan bahwa tata ruang adalah “bahasa besar” yang menggambarkan bagaimana sebuah daerah ingin berkembang. Ia menekankan bahwa keputusan tata ruang akan menentukan:

kawasan mana yang aman untuk permukiman,

mana yang harus tetap menjadi lahan pertanian,

mana yang wajib dijaga sebagai ruang hijau,

dan mana yang boleh digunakan untuk industri atau pariwisata.

> “Kalau dasar ruangnya salah, maka bangunan, jalan, perumahan, semuanya akan ikut salah. Di sini letak pentingnya tata ruang yang disusun dengan benar,” tegasnya.

Banyaknya Konflik Lahan Menandakan Lemahnya Koordinasi

Dalam pandangannya, meningkatnya tumpang tindih kepemilikan tanah, sengketa batas, dan klaim aset pemerintah bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri.

Semua mengarah pada satu akar masalah: koordinasi lintas lembaga belum terintegrasi.

Agus menyoroti bahwa data antara:

Pemkab Garut,

BPN,

Pemerintah desa,

Pemerintah provinsi,

dan lembaga teknis seperti Tata Ruang dan BPKAD,
sering kali tidak sinkron.

> “Selama lembaga-lembaga tidak satu data, tidak satu pemahaman, maka perizinan dan pengendalian ruang akan selalu menyisakan masalah,” katanya.

Garut Harus Berbasis Mitigasi Bencana

Sebagai daerah dengan kontur pegunungan, sungai besar, patahan aktif, dan lereng yang curam, Garut menghadapi tantangan bencana yang serius.

Agus menilai bahwa pembangunan Garut harus tunduk pada aspek keselamatan.

> “Tidak boleh lagi ada pemukiman di sempadan sungai, di atas patahan, atau di jalur banjir bandang. Tata ruang harus melindungi masyarakat,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa setiap proyek pembangunan harus dilihat dari kacamata geologi dan mitigasi.

Lahan Pangan Garut Tidak Boleh Hilang

Agus juga menyoroti hilangnya lahan pertanian akibat alih fungsi yang tidak terkontrol.
Baginya, LP2B adalah jantung ketahanan pangan masyarakat Garut.

> “Sawah yang produktif adalah kekuatan ekonomi rakyat. Jika terus menyusut, maka Garut akan kehilangan identitas dan kemandiriannya,” ungkapnya.

Ajakan untuk Pemerintah Daerah: Tegakkan Aturan dan Bangun Integrasi

Menutup pernyataannya, Agus mengajak pemerintah daerah untuk melakukan pembenahan tata ruang secara menyeluruh, tidak hanya revisi RTRW, tetapi juga:

penguatan pengendalian,

keselarasan antar instansi,

pemutakhiran data pertanahan,

dan kepemimpinan yang konsisten dalam menegakkan aturan.

> “Garut butuh tata ruang yang berpihak kepada rakyat dan lingkungan. Kita harus menata ulang dengan keberanian, bukan sekadar administrasi,” pungkasnya.(***)

Informasi Terkait: Baca rangkuman berita Nasional, Daerah, dan Internasional terbaru secara lengkap di halaman Berita Terkini Wartabelanegara .

Fingerprint: Warta Bela Negara - WBN-28642
Official Content: wartabelanegara.com | Hash: 0cb77928cee9f0d570efcce194bf6159 | 2026

H. Agus Supriadi Ingatkan Pentingnya Penataan Ruang Garut: Jangan Biarkan Daerah Tumbuh Tanpa Arah

Diterbitkan pertama kali oleh Taufik Hidayat pada 16:12 WIB, 9 Desember 2025

Seluruh konten di portal Warta Bela Negara telah melalui proses verifikasi fakta dan penyuntingan sesuai standar operasional prosedur oleh Tim Dewan Redaksi untuk memastikan informasi yang akurat dan berimbang.

INFORMASI HUKUM & ETIKA JURNALISTIK:

Karya jurnalistik ini diproduksi dengan tunduk pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dan Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Kami menjamin perlindungan Hak Cipta atas seluruh materi yang dipublikasikan. Penyalinan tanpa izin atau pelanggaran hak intelektual akan ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum.

Sesuai Pasal 1 butir 11 UU Pers, kami menyediakan ruang Hak Jawab bagi pihak yang merasa dirugikan.

WARTA BELA NEGARA
Pengelola Redaksi: PT DANAKIRTI MEDIA NEWS
Penerbit & Manajemen Bisnis: PT DANAKIRTI MEDIA GROUPS
NIB: 2801220007313 | NPWP: 63.108.079.3-002.000
KBLI Utama: 58130 | No. Sertifikat: 28012200073130001
Seluruh kegiatan jurnalistik wartabelanegara.com berada di bawah naungan badan hukum resmi, patuh Sesuai UU Pers No. 40/1999

Garut 9/12/2025.Mantan Bupati Garut, H. Agus Supriadi, S.H., kembali menyampaikan pandangan kritisnya mengenai arah pembangunan Kabupaten Garut. Ia menilai bahwa tata ruang wilayah Garut harus ditata lebih serius, dengan pendekatan yang terarah, terukur, dan terintegrasi
Garut 9/12/2025.Mantan Bupati Garut, H. Agus Supriadi, S.H., kembali menyampaikan pandangan kritisnya mengenai arah pembangunan Kabupaten Garut. Ia menilai bahwa tata ruang wilayah Garut harus ditata lebih serius, dengan pendekatan yang terarah, terukur, dan terintegrasi