BeritaKebakaran

Karhutla Kalimantan Picu Polusi Udara Berbahaya, Hotspot Naik

Amanda
×

Karhutla Kalimantan Picu Polusi Udara Berbahaya, Hotspot Naik

Sebarkan artikel ini
Karhutla Kalimantan Picu Polusi Udara Berbahaya, Hotspot Naik
Karhutla Kalimantan Picu Polusi Udara Berbahaya, Hotspot Naik

JAKARTA, 28 September 2026 – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan masih menjadi perhatian pemerintah setelah peningkatan titik panas dan memburuknya kualitas udara. Kalimantan Selatan menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena indeks pencemaran udara mencapai kategori berbahaya pada Senin (28/9).

Kualitas Udara Kalimantan Selatan Masuk Kategori Berbahaya

Data kualitas udara yang dipublikasikan Katadata pada Senin pagi menunjukkan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, mencatat nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) hingga 920. Angka tersebut menempatkannya sebagai wilayah dengan tingkat pencemaran udara tertinggi dalam pemantauan yang dilaporkan saat itu.

Kondisi tersebut menunjukkan dampak asap karhutla masih menjadi persoalan serius di sejumlah wilayah Kalimantan. Kualitas udara dapat berubah dengan cepat mengikuti perkembangan titik api, arah angin, curah hujan, serta kondisi atmosfer.

Pemerintah sebelumnya juga telah mencatat adanya kondisi udara dari kategori tidak sehat hingga berbahaya di sejumlah wilayah Kalimantan. Karena itu, pemantauan kualitas udara dan perkembangan kebakaran terus dilakukan bersamaan dengan operasi pemadaman.

Hotspot Karhutla Kembali Meningkat

Kementerian Kehutanan mencatat peningkatan hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence dalam pemantauan hingga Sabtu (26/9) pukul 21.15 WIB. Secara nasional terdapat 331 hotspot, naik 118 titik dibandingkan sehari sebelumnya.

Di Kalimantan Selatan, hotspot high confidence mencapai 40 titik, meningkat dari enam titik sehari sebelumnya. Sementara Kalimantan Tengah mencatat 30 titik, turun dari 57 titik pada pemantauan sebelumnya.

Data tersebut memperlihatkan bahwa kondisi karhutla masih dinamis. Kementerian Kehutanan menegaskan hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit dan tidak secara otomatis berarti satu kejadian kebakaran. Karena itu, setiap indikasi perlu diverifikasi melalui pengecekan lapangan.

Kalimantan Tengah Masih Jadi Perhatian

Kalimantan Tengah menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus dalam pengendalian karhutla. Pada pemantauan 22 September 2026, provinsi tersebut mencatat 643 hotspot high confidence. Pemerintah kemudian terus memperkuat operasi darat dan udara untuk mengendalikan kebakaran.

Dalam perkembangan berikutnya, jumlah hotspot di Kalimantan Tengah sempat turun menjadi 57 titik pada pemantauan 25 September. Namun, data sehari setelahnya masih menunjukkan 30 hotspot high confidence, sehingga kewaspadaan tetap dipertahankan.

Pemadaman Darat dan Udara Terus Dilakukan

Pengendalian karhutla dilakukan melalui sejumlah metode, termasuk pemadaman darat, patroli udara, water bombing, pembasahan dan pendinginan lahan, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sesuai kondisi meteorologis.

Kementerian Kehutanan dan BNPB juga terus melakukan pemantauan terhadap wilayah yang memiliki konsentrasi hotspot tinggi. Langkah tersebut diperlukan karena kondisi kebakaran dan sebaran asap dapat berubah mengikuti faktor cuaca.

Dampak Asap terhadap Kesehatan Perlu Diwaspadai

Paparan asap karhutla dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah dengan kualitas udara buruk. Kementerian Kesehatan sebelumnya mencatat karhutla berdampak terhadap penduduk di tujuh provinsi, termasuk Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

Berdasarkan Situation Report Kementerian Kesehatan per 27 Agustus 2026, sebanyak 10.674.201 penduduk tercatat terdampak karhutla di tujuh provinsi. Data tersebut juga mencatat masyarakat yang mengalami kondisi kesehatan yang membutuhkan perawatan.

Kementerian Kesehatan mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi dampak asap. Masyarakat di wilayah terdampak perlu memperhatikan informasi resmi mengenai kualitas udara dan menyesuaikan aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk.

Karhutla Kalimantan Masih Membutuhkan Kewaspadaan

Perkembangan hotspot dalam beberapa hari terakhir menunjukkan kondisi karhutla di Kalimantan belum sepenuhnya stabil. Penurunan hotspot pada suatu hari tidak serta-merta berarti risiko kebakaran dan asap telah berakhir.

BMKG juga menyebut sebaran asap dan karhutla masih menjadi perhatian pada periode 22–28 September 2026. Kondisi atmosfer yang relatif kering di sebagian wilayah Kalimantan dapat mendukung munculnya risiko kebakaran, meski hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah daerah.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah dan tim gabungan masih melakukan pemantauan titik panas, verifikasi lapangan, pemadaman, serta pengawasan kualitas udara. Masyarakat juga diimbau mengikuti informasi resmi dan tidak melakukan pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara membakar.

Penulis : Amanda

WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif :  Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.

Diterbitkan pertama kali oleh Amanda Jam 13:31 Tanggal 28 September 2026 di Warta Bela Negara - WBN.

DARI REDAKSI

Kegiatan jurnalistik mengacu pada UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, Berbadan Hukum : Pasal 1 angka 2, Pasal 9 ayat (2) , termasuk Pasal 4 ayat (3) kemerdekaan pers, Pasal 6 peranan pers, dan Pasal 8 perlindungan wartawan menjalankan tugas dan Peraturan Dewan Pers No. 5/Peraturan-DP/IV/2008 tentang Perlindungan Profesi Wartawan.

Catatan : Dalam Melaksanakan Tugas Wartawan Kami Dilengkapi ID Card Resmi dan memilki Barcode yang terhubung pada database atau teregistrasi di box redaksi

Tim Redaksi memeriksa setiap artikel yang dipublikasi sesuai : Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber.

SANGAHAN

Pembaca berhak memperoleh informasi yang tepat, akurat dan benar serta dapat menggunakan hak jika ada keberatan dan koreksi melalui : Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai ketentuan UU Pers dan mekanisme yang berlaku.

Penerbit

Warta Bela Negara - WBN
Situs: wartabelanegara.com

Legal

PT Danakirti Media News
Nomor: AHU-0017454.AH.01.01.

Bisnis

PT Danakirti Media Groups
Nomor: AHU-0005878.AH.01.01-2022
NIB: 2801220007313
NPWP: 63.108.079.3-002.000
KBLI: 58130, 63122, 63912