Udara Bukittinggi Memburuk, Andi Sultan Dorong WFH hingga Sekolah Online
Bukittinggi__Kualitas udara di Kota Bukittinggi menjadi perhatian pada Minggu (6/9/2026) malam. Berdasarkan pantauan AQI.in sekitar pukul 20.01 WIB, indeks kualitas udara (AQI) berada di angka 146 dan ditampilkan dalam kategori “Buruk”.
Dalam pantauan tersebut, konsentrasi PM2.5 tercatat 54 µg/m³, sedangkan PM10 mencapai 104 µg/m³.
Kondisi ini mendapat perhatian Anggota DPRD Kota Bukittinggi, Andi Putra atau yang dikenal Andi Sultan. Ia mendorong pemerintah daerah agar tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga menyiapkan langkah antisipasi apabila kualitas udara terus memburuk.
Menurutnya, keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi pertimbangan utama dalam menentukan kebijakan, khususnya bagi anak-anak yang melakukan aktivitas di luar ruangan.
WFH dan Sekolah Daring Bisa Jadi Opsi
Andi Sultan juga mendorong agar pemerintah mempertimbangkan penerapan work from home (WFH) bagi pekerjaan yang memungkinkan dilakukan dari rumah serta pembelajaran daring bagi sekolah apabila kondisi kualitas udara berdasarkan pemantauan resmi sudah berada pada tingkat yang membahayakan kesehatan.
Langkah tersebut dinilai dapat mengurangi aktivitas masyarakat di luar ruangan dan meminimalkan paparan terhadap polutan.
Namun, kebijakan tersebut menurutnya harus didasarkan pada data kualitas udara yang valid dan pemantauan resmi, sehingga penerapannya dapat dilakukan secara terukur sesuai kondisi di lapangan.
“Kalau kualitas udara terus memburuk dan sudah masuk kategori yang berisiko bagi kesehatan, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. WFH dan pembelajaran daring bisa dipertimbangkan sebagai langkah antisipasi, terutama untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan,” kata Andi Sultan.
Anak-anak Jadi Perhatian
Menurut Andi Sultan, anak-anak merupakan salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih ketika kualitas udara menurun.
Aktivitas belajar di sekolah, perjalanan menuju sekolah, hingga kegiatan di luar ruangan membuat anak berpotensi lebih sering terpapar udara luar.
Karena itu, apabila kondisi tersebut berlangsung dan memenuhi indikator kesehatan yang ditetapkan oleh instansi berwenang, pemerintah perlu memiliki skenario untuk menyesuaikan aktivitas pendidikan.
“Kita tidak ingin menunggu sampai masyarakat mengalami dampak kesehatan baru mengambil tindakan. Yang dibutuhkan adalah langkah antisipasi berdasarkan data”.
Masyarakat Diminta Tetap Tenang dan Waspada
Di sisi lain, angka AQI tersebut merupakan hasil pantauan pada waktu dan titik tertentu, sehingga tidak otomatis menggambarkan kondisi udara di seluruh wilayah Kota Bukittinggi.
Masyarakat diimbau tetap tenang, tetapi meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti perkembangan kualitas udara dari sumber resmi.
Kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia juga perlu mendapat perhatian lebih apabila kualitas udara berada pada kondisi tidak sehat.
Andi Sultan berharap persoalan kualitas udara tidak hanya menjadi perhatian ketika angka AQI meningkat, tetapi juga mendorong pemerintah memperkuat sistem pemantauan, informasi publik, serta langkah mitigasi apabila terjadi penurunan kualitas udara.
Bagi Andi Sultan, menjaga kualitas udara bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi bagian dari upaya melindungi kesehatan dan kenyamanan masyarakat Bukittinggi. (*)
WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif : Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.
Udara Bukittinggi Memburuk, Andi Sultan Dorong WFH hingga Sekolah Online
Dibuat oleh Andrie Sikumbang pada 12:46 WIB, 7 September 2026
Konten artikel berita ini telah melalui proses verifikasi sesuai standar jurnalistik oleh Tim Redaksi untuk memastikan informasi yang akurat dan berimbang.
INFORMASI HUKUM & ETIKA JURNALISTIK:
Karya jurnalistik ini diproduksi dengan tunduk pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dan Pedoman Pemberitaan Media Siber.



