Daerah

Marak Oplosan Gas Melon di Rumpin, ini Penjelasan Kapolsek

Avatar
0
×

Marak Oplosan Gas Melon di Rumpin, ini Penjelasan Kapolsek

Sebarkan artikel ini
logo warta bela negara

WARTABELANEGARA, Bogor – Penyalahgunaan gas melon bersubsidi ukuran 3 kilo yang disuntik ke 12 kilo dan 50 kilo marak terjadi di wilayah Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor. Aksi nekad itu, ditenggarai dilakukan para pemain lama bahkan sudah kebal hukum benarkah?

Pasalnya, pemindahan isi gas melon bersubsidi ke tabung gas lebih besar non subsidi diduga nekad melanggar hukum. Meski pasal 40 angka 9 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, dapat menjeratnya.

Namun, tak kalah hebat lagi, para pelaku sepertinya tidak takut dengan ancaman Pasal 8 ayat (1) huruf b dan c Pelindungan Konsumen, dengan pidana penjara lima Tahun dan denda Rp 2 miliar. Ada apa dibalik kenekatan para pelaku, sehingga begitu nekad menantang Aparatur Penegak Hukum (APH).

Pemindahan isi gas tersebut umumnya dilakukan di malam hari. Hasil olahan mereka di jual di bawah harga standar alias Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk memuluskan bisnis nekad mereka.

“Saya menghimbau supaya tidak ada penyimpangan – penyimpangan dan penyutikan gas elipiji. Nah mereka mencuri – curi waktu ketika kami berpatroli,” kata Kapolsek Rumpin Kompol Samijo saat di konfirmasi melalui salulernya, pada Selasa, 4 April 2023.

Selain itu, Kompol Samijo juga menegaskan, menghimbau kepada toko – toko tidak menerima gas suntikan ataupun juga mensuplay tidak menyalahgunakan.

“Kami terus melakukan, walaupun mereka melakukan akan kami tindak lanjut,” pungkasnya.

Perlu diketahui, hasil investigasi beberapa wartawan hingga larut malam di beberapa titik di Kecamatan Rumpin. Terdapat ada tiga titik yang berbeda penyuntikan Gas elpiji, yakni:

1. Di Kampung Pasir Jeruk, Lame, Bojong, Desa Tamansari, Kecamatan Rumpin. 2. Di Kampung Cicangkal, Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin. 3. Di Kampung Ciaul, Barengkok, Talaga, Desa Sukasari Kecamatan Rumpin.

Data tersebut dihimpun hasil penelusurian di beberapa tempat dan terdapat praktik ilegal secara terang terangan melanggar hukum. Terdapat sejumlah nama dalam praktik penyuntikan gas melon diantaranya berinisial HJP, A,T, MS, L, AP, AG, PAM,To, J, G, R, Mul, Dad, Lay, Aj, An, Diy.

Diduga pelaku dalam menjalani aksinya yang berbeda – beda hingga perbuatan melanggar hukum berjalan sempurna dan umumnya dilakukan pada malam hari dan besok paginya barang hasil suntikan ilegal itu ditebar pada pasaran tertentu dan sejumlah konsumen lainnya.

Penulis: Ikman

 

 

Baca berita selanjutnya disini

 

 

Selanjutnya

 

 

Marak Oplosan Gas Melon / danakirtimedia

UPDATE: Artikel ini telah diperbarui pada 16 April 2026

WBN- WARTABELANEGARA.COM | Objektif - Informatif - Edukatif :  Berita Terkini, Terbaru , Terpercaya.

Diterbitkan pertama kali oleh Ikman Periatna Jam 13:20 Tanggal 05 April 2023 di Warta Bela Negara - WBN.

DARI REDAKSI

Kegiatan jurnalistik mengacu pada UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, Berbadan Hukum : Pasal 1 angka 2, Pasal 9 ayat (2) , termasuk Pasal 4 ayat (3) kemerdekaan pers, Pasal 6 peranan pers, dan Pasal 8 perlindungan wartawan menjalankan tugas dan Peraturan Dewan Pers No. 5/Peraturan-DP/IV/2008 tentang Perlindungan Profesi Wartawan.

Catatan : Dalam Melaksanakan Tugas Wartawan Kami Dilengkapi ID Card Resmi dan memilki Barcode yang terhubung pada database atau teregistrasi di box redaksi

Tim Redaksi memeriksa setiap artikel yang dipublikasi sesuai : Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber.

SANGAHAN

Pembaca berhak memperoleh informasi yang tepat, akurat dan benar serta dapat menggunakan hak jika ada keberatan dan koreksi melalui : Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai ketentuan UU Pers dan mekanisme yang berlaku.

Penerbit

Warta Bela Negara - WBN
Situs: wartabelanegara.com

Legal

Danakirti Media News
Nomor: AHU-0017454.AH.01.01.

Bisnis

Danakirti Media Groups
Nomor: AHU-0005878.AH.01.01-2022
NIB: 2801220007313
NPWP: 63.108.079.3-002.000
KBLI: 58130, 63122, 63912